Tanpa Gas dan Minyak Rusia, Harga Energi di Uni Eropa Jadi Selangit
Jum'at, 24 Januari 2025 - 07:27 WIB
loading...
A
A
A
Seperti diketahui Uni Eropa telah memberlakukan sanksi menyeluruh terhadap Rusia dengan menargetkan sektor industri, mulai dari energi hingga keuangan. Pada tahun 2022, Rusia menangguhkan aliran gas ke Jerman melalui pipa Nord Stream 1, dengan alasan pemeliharaan rutin yang tersendar karena kesulitan mendapatkan peralatan buatan Barat karena sanksi.
Pada September 2022, pipa kembar Nord Stream, yang membentang melalui Laut Baltik, terkena sabotase. Meskipun tidak ada yang bertanggung jawab atas serangan itu, Moskow sejak itu mengklaim bahwa AS dan Inggris berada di belakang insiden ledakan tersebut. Sementara itu baik London dan Washington membantah keterlibatan mereka.
Dalam pidatonya di Davos, von der Leyen berpendapat bahwa Uni Eropa dapat mengganti pasokan dari Rusia dengan energi terbarukan dan nuklir. "Kami harus berinvestasi dalam teknologi energi bersih generasi berikutnya, seperti fusi, panas bumi yang ditingkatkan, dan baterai solid-state," kata kepala Komisi Eropa.
Di sisi lain Hongaria dan Slovakia semakin menyerukan Brussels untuk meninjau kebijakan sanksi dan mencari solusi diplomatik untuk konflik di Ukraina. Baca Juga: 3 Alasan Negara-negara Eropa Masih Membutuhkan LNG Rusia
Pada 1 Januari 2025, Ukraina menghentikan transit gas Rusia ke negara-negara Uni Eropa melalui pipa era Soviet, karena Kiev telah memutuskan untuk tidak memperbarui kesepakatan dengan operator gas milik negara Rusia Gazprom. Perdana Menteri Slovakia, Robert Fico mengancam akan menangguhkan bantuan kemanusiaan dan memotong pasokan listrik ke Ukraina kecuali Kiev melanjutkan transit.
Pada September 2022, pipa kembar Nord Stream, yang membentang melalui Laut Baltik, terkena sabotase. Meskipun tidak ada yang bertanggung jawab atas serangan itu, Moskow sejak itu mengklaim bahwa AS dan Inggris berada di belakang insiden ledakan tersebut. Sementara itu baik London dan Washington membantah keterlibatan mereka.
Dalam pidatonya di Davos, von der Leyen berpendapat bahwa Uni Eropa dapat mengganti pasokan dari Rusia dengan energi terbarukan dan nuklir. "Kami harus berinvestasi dalam teknologi energi bersih generasi berikutnya, seperti fusi, panas bumi yang ditingkatkan, dan baterai solid-state," kata kepala Komisi Eropa.
Di sisi lain Hongaria dan Slovakia semakin menyerukan Brussels untuk meninjau kebijakan sanksi dan mencari solusi diplomatik untuk konflik di Ukraina. Baca Juga: 3 Alasan Negara-negara Eropa Masih Membutuhkan LNG Rusia
Pada 1 Januari 2025, Ukraina menghentikan transit gas Rusia ke negara-negara Uni Eropa melalui pipa era Soviet, karena Kiev telah memutuskan untuk tidak memperbarui kesepakatan dengan operator gas milik negara Rusia Gazprom. Perdana Menteri Slovakia, Robert Fico mengancam akan menangguhkan bantuan kemanusiaan dan memotong pasokan listrik ke Ukraina kecuali Kiev melanjutkan transit.
(akr)
Lihat Juga :