Arab Saudi Bakal Kerek Harga Minyak Mentah ke Asia hingga Level Tertinggi
Selasa, 28 Januari 2025 - 14:32 WIB
loading...
Sebuah foto udara menunjukkan sebuah kapal tanker minyak mentah di sebuah terminal minyak di lepas pantai pulau Waidiao di Zhoushan, provinsi Zhejiang, China pada 4 Januari 2023. FOTO/China Daily via Reuters
A
A
A
JAKARTA - Arab Saudi akan menaikkan harga minyak mentah untuk para pembeli di Asia pada bulan Maret ke level tertinggi dalam lebih dari satu tahun terakhir setelah harga patokan melonjak karena permintaan yang lebih tinggi dari China dan India akibat sanksi-sanksi Amerika Serikat (AS) yang mengganggu suplai dari Rusia.
Tiga dari empat sumber penyulingan Asia mengatakan dalam sebuah survei Reuters, harga jual resmi (OSP) bulan Maret untuk minyak mentah unggulan Arab Light diproyeksikan melonjak USD2-USD2,50 per barel dari bulan Februari. Sumber yang lain memperkirakan kenaikan USD3 per barel untuk semua jenis minyak mentah.
Baca Juga: Trump Desak Arab Saudi dan OPEC Turunkan Harga Minyak agar Perang Ukraina Segera Berakhir
Laporan menunjukkan harga Arab Light bulan Maret bisa naik menjadi USD3,50 per barel ke rata-rata harga patokan Oman dan Dubai, tertinggi sejak Januari 2024. Sementara, Arab Extra Light, Arab Medium dan Arab Heavy diperkirakan akan meningkat setidaknya USD1,80.
Perkiraan ini secara umum mengikuti perubahan struktur pasar untuk harga di Dubai bulan pertama dan ketiga. Sejauh ini di Januari, backwardation di pasar Dubai telah melebar sebesar USD2,05 per barel dari bulan sebelumnya.
Backwardation adalah struktur pasar ketika harga komoditas saat ini lebih tinggi dibandingkan dengan harga komoditas di bulan berikutnya, yang mengindikasikan ketatnya suplai atau permintaan lebih tinggi.
Namun, kenaikan harga di masa depan mungkin akan terhambat karena lemahnya permintaan dan margin yang tipis di antara para penyuling Asia. AS pada 10 Januari 2025 telah memperketat sanksi menargetkan produsen, tanker dan perusahaan asuransi Rusia telah mengganggu pasokan.
Tiga dari empat sumber penyulingan Asia mengatakan dalam sebuah survei Reuters, harga jual resmi (OSP) bulan Maret untuk minyak mentah unggulan Arab Light diproyeksikan melonjak USD2-USD2,50 per barel dari bulan Februari. Sumber yang lain memperkirakan kenaikan USD3 per barel untuk semua jenis minyak mentah.
Baca Juga: Trump Desak Arab Saudi dan OPEC Turunkan Harga Minyak agar Perang Ukraina Segera Berakhir
Laporan menunjukkan harga Arab Light bulan Maret bisa naik menjadi USD3,50 per barel ke rata-rata harga patokan Oman dan Dubai, tertinggi sejak Januari 2024. Sementara, Arab Extra Light, Arab Medium dan Arab Heavy diperkirakan akan meningkat setidaknya USD1,80.
Perkiraan ini secara umum mengikuti perubahan struktur pasar untuk harga di Dubai bulan pertama dan ketiga. Sejauh ini di Januari, backwardation di pasar Dubai telah melebar sebesar USD2,05 per barel dari bulan sebelumnya.
Backwardation adalah struktur pasar ketika harga komoditas saat ini lebih tinggi dibandingkan dengan harga komoditas di bulan berikutnya, yang mengindikasikan ketatnya suplai atau permintaan lebih tinggi.
Namun, kenaikan harga di masa depan mungkin akan terhambat karena lemahnya permintaan dan margin yang tipis di antara para penyuling Asia. AS pada 10 Januari 2025 telah memperketat sanksi menargetkan produsen, tanker dan perusahaan asuransi Rusia telah mengganggu pasokan.
Lihat Juga :