Menguak Perburuan Harta Karun Mineral Berharga Greenland

Selasa, 28 Januari 2025 - 15:41 WIB
loading...
A A A
"Ini adalah medan Arktik," kata Jakob Klove Keiding, dari Survei Geologi Denmark dan Greenland, yang telah memetakan endapan wilayah itu.

"Kami memiliki masalah dengan kondisi alam yang keras dalam hal iklim dan infrastruktur yang terbatas. Jadi cukup mahal untuk membuka tambang," paparnya.

Biaya yang tinggi, ditambah dengan harga logam global yang rendah, telah menghambat investor. Sementara yang lain menyalahkan birokrasi atas lambatnya pertumbuhan sektor ini. Wilayah ini memiliki peraturan lingkungan dan persyaratan dampak sosial yang ketat, serta mendapatkan izin bisa memakan waktu.

Nathanielsen berpendapat bahwa sebagian besar masyarakat mendukung pertambangan, karena itu bisa meningkatkan ekonomi lokal. "Mereka (penambang luar negeri) berbelanja di toko lokal. Mereka mempekerjakan karyawan lokal. Mereka menyewa perahu atau helikopter lokal," katanya.

Namun pada kota terbesar di selatan, Qaqortoq, penduduk Heidi Mortensen Moller skeptis apakah tambang baru akan menghasilkan lapangan kerja bagi penduduk setempat. "Ketika mereka mengatakan akan menambah pekerjaan, siapa yang mereka bicarakan?"

Jess Berthelsen, kepala serikat pekerja lokal, SIK, mengutarakan bahwa banyak orang berpikir pendapatan pertambangan "akan meninggalkan negara itu", dan tidak menguntungkan Greenland. Tapi dia mendukung pertumbuhan sektor ini,"".

"Greenland membutuhkan lebih banyak pendapatan dan untuk mendapatkan uang dari cara lain selain memancing."

Tidak jelas bagaimana pertaruhan terbaru Trump di Greenland akan dimainkan. Namun, perdana menteri wilayah itu Mute Egede mengungkapkan, pada awal bulan ini bahwa "kita perlu melakukan bisnis dengan AS" dan bahwa itu "pintu terbuka dalam hal pertambangan".

Baca Juga: Trump Ditolak Warga AS Soal Caplok Greenland! Kaya Endapan Emas, Uranium, hingga Perak

Kjeldsen dari asosiasi bisnis, berharap langkah ini bisa membawa "investasi yang sangat dibutuhkan" ke sektor ini. "Di sisi lain, jika ketidakpastian seputar sinyal dari Trump berlarut-larut dan memakan waktu yang lebih lama, ada risiko bahwa ini dapat berdampak negatif pada iklim investasi."

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
China Desak BRICS Berani...
China Desak BRICS Berani Melawan Barat: Akses Mineral Strategis Bakal Dikunci
Daftar Negara dengan...
Daftar Negara dengan Cadangan Mineral Tanah Jarang Terbesar Dunia, Ada Tetangga Indonesia
Indonesia Miner 2026...
Indonesia Miner 2026 Dorong Kolaborasi Global dalam Rantai Pasok Mineral
Bahlil Buka Suara Soal...
Bahlil Buka Suara Soal Kesepakatan Akses Mineral Kritis dengan AS, Bagaimana Hilirisasi?
Ambisi Trump Caplok...
Ambisi Trump Caplok Greenland Bakal Ubah Peta Energi Dunia? Ada Harta Karun Minyak Miliaran Barel
Harta Karun Tanah Jarang...
Harta Karun Tanah Jarang AS Dilirik Taiwan, Termasuk Proyek Trump?
Maksimalkan Potensi...
Maksimalkan Potensi Sumber Daya Mineral, Pemerintah Didorong Segera Buka Lelang WIUP Muratara
Pulau Misterius Ditemukan...
Pulau Misterius Ditemukan di Zona Berbahaya Antartika
Denmark Rogoh Rp757...
Denmark Rogoh Rp757 Miliar untuk Beli Rudal AS, Agar Greenland Tak Dicaplok Trump
Rekomendasi
Inovasi AI Sampah Semarang...
Inovasi AI Sampah Semarang Raih Guangzhou Award 2026
Swiss vs Kolombia Tanpa...
Swiss vs Kolombia Tanpa Gol di Waktu Normal, Lanjut Extra Time
Menhaj Buka Peluang...
Menhaj Buka Peluang BPIH Haji 2027 Turun jika Harga Minyak Dunia Terus Merosot
Berita Terkini
Genera-Z Berbakti BCA...
Genera-Z Berbakti BCA Siapkan Mahasiswa Implementasikan Solusi bagi Desa Wisata
Kapal Tanker Kembali...
Kapal Tanker Kembali Diserang di Selat Hormuz, Harga Minyak Langsung Terbang
Pertamina Evaluasi Insiden...
Pertamina Evaluasi Insiden Mobil Tangki di Cianjur, Pasokan BBM Dipastikan Aman
Bertemu PM Modi, Prabowo...
Bertemu PM Modi, Prabowo Minta QRIS Segera Bisa Dipakai di India
Setelah 24 Tahun Vakum,...
Setelah 24 Tahun Vakum, Sumur LLA-5 PHE ONWJ Hasilkan Minyak 780 Barel per Hari
Pulihkan Harapan, Brantas...
Pulihkan Harapan, Brantas Abipraya Bersama PU Hadir dalam Penanganan Pascabencana di Sumatera
Infografis
Tarif Trump Bikin Harta...
Tarif Trump Bikin Harta Orang Terkaya Dunia Susut Rp3.400 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved