Profil Nurhayati Subakat, Pemilik Wardah yang Umrahkan Ribuan Karyawan
Rabu, 29 Januari 2025 - 11:47 WIB
loading...
A
A
A
Pada latar belakangnya, Nurhayati Subakat lahir di Padang Panjang, Sumatera Barat pada 27 juli 1950. Dia adalah anak kedua dari delapan bersaudara.
Jalan Nurhayati untuk mencapai kesuksesan tidak mudah. Pada awal kariernya, dia yang menjadi lulusan Farmasi ITB mengaku sempat kesulitan mencari pekerjaan dengan upah yang layak.
Kehidupannya mulai berubah setelah pindah ke Jakarta mengikuti sang suami. Setelah sempat bekerja di sebuah perusahaan kosmetik sebagai staf pengendalian mutu, Nurhayati memutuskan berhenti bekerja untuk fokus mengurus keluarga, lalu memulai bisnis rumahan.
Berbekal pengalaman saat bekerja di perusahaan kosmetik, Nurhayati mencoba membuat produk sampo. Meski cakupannya masih sebatas industri rumahan, usahanya berkembang pesat berkat kejelian melihat peluang pasar.
Setelah itu, Nurhayati mendirikan PT Pusaka Tradisi Ibu dalam memanajemen usaha samponya. Namun bisnisnya sempat dilanda masalah saat pabrik mengalami insiden kebakaran.
Akan tetapi, Nurhayati menolak menyerah, untuk kemudian memulai semua lagi dan mencoba melakukan inovasi baru dengan membidik konsumen muslimah. Beberapa waktu berlalu, Nurhayati meluncurkan produk yang kemudian dikenal dengan nama Wardah pada 1995. Momen ini menandai bisnisnya yang mulai masuk di pasar tata rias.
Jalan Nurhayati untuk mencapai kesuksesan tidak mudah. Pada awal kariernya, dia yang menjadi lulusan Farmasi ITB mengaku sempat kesulitan mencari pekerjaan dengan upah yang layak.
Kehidupannya mulai berubah setelah pindah ke Jakarta mengikuti sang suami. Setelah sempat bekerja di sebuah perusahaan kosmetik sebagai staf pengendalian mutu, Nurhayati memutuskan berhenti bekerja untuk fokus mengurus keluarga, lalu memulai bisnis rumahan.
Berbekal pengalaman saat bekerja di perusahaan kosmetik, Nurhayati mencoba membuat produk sampo. Meski cakupannya masih sebatas industri rumahan, usahanya berkembang pesat berkat kejelian melihat peluang pasar.
Setelah itu, Nurhayati mendirikan PT Pusaka Tradisi Ibu dalam memanajemen usaha samponya. Namun bisnisnya sempat dilanda masalah saat pabrik mengalami insiden kebakaran.
Akan tetapi, Nurhayati menolak menyerah, untuk kemudian memulai semua lagi dan mencoba melakukan inovasi baru dengan membidik konsumen muslimah. Beberapa waktu berlalu, Nurhayati meluncurkan produk yang kemudian dikenal dengan nama Wardah pada 1995. Momen ini menandai bisnisnya yang mulai masuk di pasar tata rias.
Lihat Juga :