Reaksi Negara-negara BRICS Atas Ancaman Tarif Terbaru Trump
Jum'at, 31 Januari 2025 - 13:36 WIB
loading...
A
A
A
Di era presiden sebelumnya, anggota blok ekonomi BRICS telah mempercepat upaya untuk mengurangi ketergantungan pada mata uang pihak ketiga dalam perdagangan bilateral. Terutama setelah sanksi Barat menyebabkan pembekuan cadangan Rusia yang disimpan dalam dolar dan euro, menyusul eskalasi konflik Ukraina pada tahun 2022.
Sementara itu, reaksi negara-negara anggota BRICS bervariasi. Menyusul ancaman serupa pada bulan November, Kremlin menekankan bahwa tekanan Amerika hanya akan mempercepat tren global yang berkembang menuju penggunaan mata uang nasional dalam perdagangan, yang mengurangi peran dolar AS sebagai mata uang cadangan.
Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan selama pertemuan puncak BRICS di Kazan pada bulan Oktober bahwa meskipun masih terlalu dini untuk membahas mata uang BRICS bersama dan "menolak" dolar, Moskow harus menemukan sistem keuangan alternatif untuk melewati infrastruktur keuangan Barat.
Wakil Menteri Luar Negeri Rusia dan sherpa BRICS Sergey Ryabkov mengatakan, asosiasi tersebut siap menjelaskan kepada Trump bahwa langkah blok tersebut bukan soal meninggalkan dolar, namun tentang menarik kesimpulan dari kebijakan Washington yang salah.
Baca Juga: Kekayaan Raffi Ahmad Tembus Rp1 Triliun
Sementara itu, reaksi negara-negara anggota BRICS bervariasi. Menyusul ancaman serupa pada bulan November, Kremlin menekankan bahwa tekanan Amerika hanya akan mempercepat tren global yang berkembang menuju penggunaan mata uang nasional dalam perdagangan, yang mengurangi peran dolar AS sebagai mata uang cadangan.
Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan selama pertemuan puncak BRICS di Kazan pada bulan Oktober bahwa meskipun masih terlalu dini untuk membahas mata uang BRICS bersama dan "menolak" dolar, Moskow harus menemukan sistem keuangan alternatif untuk melewati infrastruktur keuangan Barat.
Wakil Menteri Luar Negeri Rusia dan sherpa BRICS Sergey Ryabkov mengatakan, asosiasi tersebut siap menjelaskan kepada Trump bahwa langkah blok tersebut bukan soal meninggalkan dolar, namun tentang menarik kesimpulan dari kebijakan Washington yang salah.
Baca Juga: Kekayaan Raffi Ahmad Tembus Rp1 Triliun
Lihat Juga :