Reaksi Negara-negara BRICS Atas Ancaman Tarif Terbaru Trump

Jum'at, 31 Januari 2025 - 13:36 WIB
loading...
A A A
Sementara itu, Beijing menanggapi ancaman Trump dengan berjanji untuk terus memperluas kerja sama di antara sesama anggota blok ekonomi tersebut. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Lin Jian menyebut BRICS sebagai platform penting untuk kerja sama di antara pasar-pasar berkembang, dengan menekankan tujuannya untuk mencapai pembangunan dan kemakmuran yang menyeluruh, bukan untuk terlibat dalam "konfrontasi blok" atau "menargetkan pihak ketiga mana pun."

Sedangkan India dengan segera berkelit dengan menyatakan bahwa meskipun kelompok tersebut secara teratur membahas transaksi keuangan bilateral, mereka "tidak berminat" untuk melemahkan dolar. "India tidak pernah mendukung de-dolarisasi," kata Menteri Luar Negeri India Subrahmanyam Jaishankar, Desember lalu.

Hal serupa dilakukan Afrika Selatan yang juga membantah bahwa blok tersebut berencana untuk membuat mata uang baru. Namun, pada tahun 2023, Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva menyatakan dukungan untuk menciptakan "mata uang perdagangan" di dalam blok tersebut, "seperti halnya orang Eropa menciptakan euro."

BRICS terdiri dari negara-negara pendiri, yaitu Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan, beserta Mesir, Ethiopia, Iran, dan Uni Emirat Arab. Indonesia adalah anggota penuh terbaru yang diterima awal bulan ini.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
Gaya Hidup Miliarder,...
Gaya Hidup Miliarder, Begini Cara Keluarga Trump Membelanjakan Hartanya
Menguak di Balik Lawatan...
Menguak di Balik Lawatan Prabowo 1,5 Tahun, Seskab Teddy: BRICS hingga Investasi Rp2.430 Triliun
Dolar AS Mulai Dikepung,...
Dolar AS Mulai Dikepung, Mampukah BRICS Meruntuhkan Dominasi Greenback?
China Komitmen Borong...
China Komitmen Borong Produk Pertanian AS Senilai Rp301 Triliun hingga 2028
Trump Cari Jalan Keluar...
Trump Cari Jalan Keluar Secepatnya untuk Hindari Dampak Politik dan Ekonomi Perang Iran
Trump Puji Unggahan...
Trump Puji Unggahan Menlu Iran tentang Kemungkinan Kesepakatan AS-Iran Sangat Positif
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
Rekomendasi
Perlindungan Warga Sipil...
Perlindungan Warga Sipil Jadi Kunci Keberlanjutan Pembangunan Papua
Kasus Sertifikasi K3,...
Kasus Sertifikasi K3, KPK Telusuri Aliran Uang ke Pihak Kemnaker
Ferrari Dicemooh, BMW...
Ferrari Dicemooh, BMW Dipuja: Menguak Rahasia Sangar M Concept Neue Klasse!
Berita Terkini
Komitmen Perbaikan Tata...
Komitmen Perbaikan Tata Kelola Pengadaan Energi, Pertamina Patra Niaga Gelar FGD
Rupiah Menguat dalam...
Rupiah Menguat dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan
Rusia Perluas Kuota...
Rusia Perluas Kuota Kuliah Gratis, Cetak Ahli Minyak hingga IT dari Indonesia
Harga Pertamax Melejit...
Harga Pertamax Melejit Jadi Rp16.250, Kelas Menengah Kian Terjepit
Pertamina EP Cepu Catat...
Pertamina EP Cepu Catat Kinerja Positif, Siap Percepat Transisi Energi
Penyaluran Pindar Tembus...
Penyaluran Pindar Tembus Rp1.388 Triliun, 40% Mengalir ke UMKM
Infografis
Daftar Lengkap 14 Negara...
Daftar Lengkap 14 Negara yang Diancam Tarif Baru Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved