alexametrics

Ibu Kota Baru Bakal Semegah Manhattan Amerika Serikat

loading...
Ibu Kota Baru Bakal Semegah Manhattan Amerika Serikat
Kementerian PPN/Bappenas menekankan bahwa pembangunan Ibu Kota baru di Kalimantan Timur akan lebih baik dan akan berkonsep seperti Manhattan di Amerika Serikat (AS). Foto/Dok
A+ A-
JAKARTA - Kementerian PPN/Bappenas menekankan bahwa pembangunan Ibu Kota baru di Kalimantan Timur akan lebih baik dan akan berkonsep seperti Manhattan di Amerika Serikat (AS). Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa mengatakan, Ibu Kota Negara yang dipindah dari pulau ke pulau lain, kecuali di Indonesia adalah yang pertama kali.

Karena itu terang dia, hampir seluruh mata dunia tertuju ke Indonesia. Apakah Indonesia mampu untuk memindahkan ibu kotanya, apakah hal-hal yang berkaitan dengan environmental friendly dan low carbon development masuk di dalamnya.

"Tentu kita tidak akan membuat kota ini menjadi gap untuk kota lainnya, tetapi menjadi trendsetter untuk kota lainnya. Semoga bisa zero cabron development, juga bisa tersedia co-working space agar orang bisa bekerja dengan gaya yang baru seperti di Manhattan, Amerika Serikat," ujar Suharso di Jakarta, Rabu (12/1/2020).



Dia pun melanjutkan pemerintah Indonesia merencanakan pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) ke Kalimantan Timur, tepatnya di Kabupaten Kutai Kertanegara dan Kabupaten Penajam Paser Utara. Luas wilayah IKN direncanakan sebesar 256.142,74 ha, dengan kawasan inti kota sebesar 56.180,87 ha dan pusat pemerintahan sebesar 5.644 ha

"Penentuan luas kawasan IKN ini mempertimbangkan One River One Management, keterpaduan hulu-hilir dan karakter Daerah Aliran Sungai (DAS). Ditambah serta batas Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Soeharto yang akan dikembangkan dan dikelola secara terpadu menjadi kawasan penyangga sekaligus menjadi kawasan konservasi keanekaragaman hayat," paparnya.

Sambung dia dengan konsep living with nature, ingin memastikan bagaimana penerapan Forest City di Ibu Kota Negara. Penerapan Forest City untuk mengurangi environmental footprint dengan Ruang Terbuka Hijau. Paling tidak 50% di daerah 56.000 ha seperti Manhattan kecil, 50% tetap Ruang Terbuka Hijau kalau di 256.000 ha.

"Kita harapkan 70-75% tetap Ruang Terbuka Hijau karena Bukit Suharto tidak boleh diganggu. Kita ingin kembalikan fungsinya. Di dalam daerah Ibu Kota Negara banyak sungai-sungai, nah ini yang akan kita jaga, kita akan menerapkan One River One Management,“ jelas Deputi Bidang Pengembangan Regional Kementerian PPN/Bappenas Rudy Prawiradinata.

Visi IKN ‘Smart, Green, Beautiful, dan Sustainable’ diterjemahkan melalui pengembangan kota yang berdampingan dengan alam melalui konsep forest city serta smart and intelligent city. Melalui visi ini, IKN diharapkan dapat menjadi kota yang mengedepankan inklusi sosial dan modern, dengan tetap memperhatikan kelestarian dan keberlanjutan lingkungan.

Konsep ini merupakan pilihan terbaik, mengingat calon lokasi IKN berada di Pulau Kalimantan yang memiliki karakter hutan hujan tropis dan berbagai ecological constraint. Salah satu bentuk transformasi dari konsep ini yaitu penekanan proporsi pola ruang 50% untuk Ruang Terbuka Hijau yang juga akan mengedepankan peningkatan kualitas ekosistem serta perlindungan dan konservasi khususnya area-area yang memiliki Nilai Konservasi Tinggi (NKT).

“Harus betul-betul bisa memastikan sustainability kota ini dalam lingkungannya bisa terjaga. Kalau pun ada industri yang dikembangkan adalah yang clean. Di periphery Balikpapan dan Samarinda, sektor ekonomi akan kita kembangkan,” jelas Deputi Rudy.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak