Ekspor Gas Rusia lewat Pipa Utama Laut Hitam Sentuh Level Tertinggi dalam Sejarah

Senin, 03 Februari 2025 - 06:27 WIB
loading...
A A A
Negara-negara tersebut akhirnya mengalami penurunan pasokan yang signifikan untuk impor gas Rusia karena sanksi terkait Ukraina terhadap Moskow dan sabotase pipa Nord Stream pada tahun 2022, yang dibangun untuk melewati monopoli transit Ukraina.

Pemimpin Ukraina, Vladimir Zelensky membela keputusan tersebut dengan, menyatakan bahwa pemutusan kontrak bertujuan untuk menghilangkan pendapatan energi Moskow. Namun, Slovakia dan Hongaria menuduhnya sengaja memicu krisis energi demi keuntungan politik, seperti dilansir RT.

Sebagai informasi, Pipa TurkStream terdiri dari dua cabang, salah satunya melayani kebutuhan domestik Ankara, yang lainnya memasok gas ke Bulgaria. Rute Balkan ini meluas ke Serbia dan Hongaria, menghubungkan negara-negara Uni Eropa lainnya ke pasokan gas alam Rusia. Pipa ini memiliki kapasitas tahunan 15,75 bcm, menurut Reuters.

Awal bulan ini, Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan bahwa Ukraina telah menargetkan stasiun kompresor di Wilayah Krasnodar Rusia, yang memasok gas ke TurkStream. Serangan itu melibatkan sembilan drone kamikaze yang diluncurkan oleh pasukan Ukraina, namun menurut Kementerian sebagian besar digagalkan.

"Satu drone jatuh di dekat meteran gas dan menyebabkan kerusakan kecil, namun dengan cepat ditangani oleh personel fasilitas," ungkap pernyataan kementerian.

Serangan terhadap pipa ini dikonfirmasi oleh Ankara, dimana Ia menegaskan bahwa aliran gas melalui TurkStream tetap tidak terganggu meskipun ada insiden tersebut.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Badai PHK Guncang Inggris...
Badai PHK Guncang Inggris di Tengah Perang AS-Iran, Tembus Rekor Tertinggi 5 Tahun
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
Rubel Jadi Mata Uang...
Rubel Jadi Mata Uang Terkuat di Dunia, Sanksi Barat ke Rusia Tak Mempan
Eropa Diam-diam Borong...
Eropa Diam-diam Borong Gas Rusia hingga Tembus Rekor, Terjebak Skenario Krisis Energi?
Ekonomi Rusia Menyusut...
Ekonomi Rusia Menyusut tapi Rakyatnya Makin Kaya, Moskow Kebal Sanksi Barat?
2 Pemain Sepak Bola...
2 Pemain Sepak Bola Brasil Masuk Daftar Pembunuhan oleh Situs Ukraina
Beda dengan Pejabat...
Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik
Eks Kepala AL Jerman:...
Eks Kepala AL Jerman: Uni Eropa Bisa 'Berjalan Tanpa Sadar' Menuju Perang Melawan Rusia
Rekomendasi
Adu Kuat SUV Pintar:...
Adu Kuat SUV Pintar: Jetour T1 Hybrid Tantang Dominasi Merek Jepang
Sejumlah GOR di Jakarta...
Sejumlah GOR di Jakarta Disiapkan untuk Warga Nobar Piala Dunia 2026
Revolusi AI di Layar...
Revolusi AI di Layar Kaca: TV Premium LG 2026 Mengerti Logat Indonesia
Berita Terkini
Pertamina EP Cepu Catat...
Pertamina EP Cepu Catat Kinerja Positif, Siap Percepat Transisi Energi
Penyaluran Pindar Tembus...
Penyaluran Pindar Tembus Rp1.388 Triliun, 40% Mengalir ke UMKM
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Tipis, Segram Jadi Rp2,71 Juta
Free Float Sentuh 25,7%,...
Free Float Sentuh 25,7%, Saham TPIA Kian Menarik Investor Global
Bank Dunia Beri Peringatan...
Bank Dunia Beri Peringatan Keras usai Rupiah Terpuruk ke Rp18.000
Inovasi Petrokimia Gresik...
Inovasi Petrokimia Gresik Ciptakan Nilai Tambah Rp154 Miliar
Infografis
Rusia Didesak China,...
Rusia Didesak China, Buka Blokade Ekspor Biji-bijian di Laut Hitam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved