Jangan Menyerah

Kamis, 03 September 2020 - 06:06 WIB
loading...
A A A
Tauhid mengatakan, tidak tumbuhnya daya beli masyarakat disebabkan beberapa faktor. Di antaranya penurunan pendapatan yang dirasakan masyarakat secara umum yang jauh lebih besar ketimbang insentif yang diberikan pemerintah. (Baca juga: Pesawat Tempur Su-57 Rusia Akan Dapatkan 'Jubah Gaib')

Merujuk pada survei McKinsey dan Badan Pusat Statistik (BPS), rata-rata penurunan pendapatan berkisar 40–60%. Sementara itu bantuan pemerintah bagi kelompok masyarakat terdampak itu rata-rata sekitar 15% dan paling tinggi mencapai 23%.

Meski potensi adanya resesi, Tauhid meminta pemerintah dan masyarakat tidak menyerah. Dia meyakini tahun depan situasi ekonomi akan berjalan normal. Karena itu dia berharap pemerintah juga bisa segera melakukan strategi pemulihan ekonomi yang tepat sasaran dan dapat berdampak signifikan. Misalnya memberikan bantuan atau stimulus terhadap sasaran yang membutuhkan.

“Penurunan pendapatan jauh lebih besar, sementara yang didukung pemerintah jauh lebih kecil. Itu yang menyebabkan penurunan daya beli. Otomatis mau enggak mau inflasi enggak bisa terkerek dan malah menyebabkan deflasi karena memang permintaannya rendah,” ujar Tauhid.

Di bagian lain, pengamat ekonomi dari Center of Reform on Economic (CORE) Mohammad Faisal mengatakan, kondisi pandemi menyebabkan semua industri berada dalam mode bertahan (survive). Menurut dia, mengukur daya beli melalui tingkat konsumsi masyarakat melalui bantuan yang digulirkan pemerintah tidak akan memberikan efek yang besar.

“Efeknya tidak akan besar, tujuannya hanya menjaga daya beli di tingkat domestik saja. Sementara masyarakat juga dengan kondisi begini bertahan atau tidak membelanjakan uang kalau tidak sesuai kebutuhan,” ungkapnya saat dihubungi di Jakarta, Rabu (2/9/2020).

Kondisi demikian juga menyebabkan semua sektor industri berada dalam mode bertahan. Artinya perusahaan akan menjaga kondisi untuk tetap beroperasi tanpa ada ekspansi. “Jadi saat ini sudah ada Satgas Covid-19 dan PEN, eksekusinya daja yang butuh dipercepat. Dan itu minimal hanya bertahan pada sektor industri supaya tidak tutup,” ujar dia. (Lihat videonya: Lonjakan Pasien Corona di RSUP Persahabatan Jakarta Timur)

Dari kalangan dunia usaha, Ketua Umum Ikatan Perusahaan Industri Kapal dan Sarana Lepas Pantai Indonesia (Iperindo) Eddy Kurniawan Logam mengatakan, kondisi Covid-19 menghentakkan semua sektor usaha industri, tak terkecuali usaha galangan kapal dan lepas pantai. “Untuk menciptakan demand tidak mudah. Karena memang kondisi global mengalami koreksi luar biasa. Sekarang pemerintah harus mengubah parameter yang kini diterapkan,” ujarnya. (Faorick Pakpahan/Fahmi W Bahtiar/Oktiani Endarwati/Ichsan Amin)
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Antisipasi Krisis, Ini...
Antisipasi Krisis, Ini Isi Pertemuan Prabowo dan Tokoh Ekonomi Nasional di Istana
Ketiga Kalinya, Para...
Ketiga Kalinya, Para Ahli Tak Melihat Perbaikan Ekonomi Indonesia
BI Rate Turun, Ekonom...
BI Rate Turun, Ekonom Sebut Kebijakan Fiskal dan Moneter Satu Arah Dorong Pemulihan Ekonomi
Risiko Resesi Amerika...
Risiko Resesi Amerika Semakin Besar, Begini Isi Ramalan Goldman Sachs
Wabah HMPV Merebak di...
Wabah HMPV Merebak di China: Akankah Jadi Pandemi Berikutnya setelah Covid-19?
Berkat Gas dan Rem Jokowi,...
Berkat 'Gas dan Rem' Jokowi, Indonesia Selamat dari Badai Krisis Ekonomi
Zat Kimia Persisten...
Zat Kimia Persisten Ditemukan dalam 98,8% Darah Warga AS
Kepala WHO Peringatkan...
Kepala WHO Peringatkan Lebih Banyak Kasus Hantavirus akan Muncul
WHO: Wabah Hantavirus...
WHO: Wabah Hantavirus Bukan Awal Pandemi Covid-19 Berikutnya
Rekomendasi
Menlu Iran dan Pemimpin...
Menlu Iran dan Pemimpin Hamas di Gaza Bahas Perkembangan Terkini Palestina
Tragedi Bitcoin: Rp72...
Tragedi Bitcoin: Rp72 Triliun Hangus Terseret Tren Terburuk Sejak Agustus!
Sultan Brunei Reshuffle...
Sultan Brunei Reshuffle Kabinet Besar-besaran, Pangeran 'Instagrammer' Jadi Menlu
Berita Terkini
IHSG Makin Parah, Hari...
IHSG Makin Parah, Hari Ini Ditutup Ambles 4,20 Persen ke 5.594
AHY Jadi Ketua Komite...
AHY Jadi Ketua Komite Kereta Cepat Jakarta-Bandung Geser Luhut, Perpres Baru Diteken Prabowo
APHI dan New Forests...
APHI dan New Forests Dukung Investasi Pengelolaan Hutan Berkelanjutan
Rupiah Hari Ini Berakhir...
Rupiah Hari Ini Berakhir Merayap ke Rp18.036 per Dolar AS, Berikut Sebabnya
5 Hal Yang Wajib Anda...
5 Hal Yang Wajib Anda Ketahui Sebelum Datang ke Tempat Gestun Terdekat
Defisit APBN Mei 2026...
Defisit APBN Mei 2026 Tembus Rp180,4 Triliun, Purbaya: Sangat Aman
Infografis
Konsumsi Gula Harian...
Konsumsi Gula Harian Jangan Lebih dari 6 Sendok Teh
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved