ISC Tambah Daya Jadi 6MW, Siap Dukung Ekosistem AI

Jum'at, 07 Februari 2025 - 06:06 WIB
loading...
ISC Tambah Daya Jadi...
ISC menambah kapasitas data center mereka di Gedung ISC Tower, Kawasan Mampang Prapatan Raya, Jakarta Selatan menjadi 6MW. FOTO/Dok.
A A A
JAKARTA - PT Indonesia Super Corridor (ISC), perusahaan yang bergerak di bidang layanan data center bersertifikasi Tier IV Facility dari Uptime Institute, mengumumkan peningkatan kapasitas data center-nya di Gedung ISC Tower, Jakarta Selatan, menjadi 6MW dengan penambahan rak berkapasitas 20 kilowatt (kW) per rak, atau setara dengan 1,5 MW per lantai. Halini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan komputasi tinggi yang terus meningkat, terutama untuk aplikasi kecerdasan buatan (AI).

Peningkatan kapasitas itu juga disebut menunjukkankomitmen ISC terhadap operasional yang berkelanjutan. Penambahan kapasitas ini akan memungkinkan ISC untuk menampung lebih banyak server dan perangkat keras lainnya dalam satu ruang, sehingga meningkatkan efisiensi dan mengurangi biaya operasional. Infrastruktur modern dan canggih, termasuk sistem pendinginan dan daya yang handal, serta keamanan yang ketat, dirancang untuk meminimalkan dampak lingkungan dan sejalan dengan sertifikasi green building yang telah diraih oleh ISC.

Baca Juga: Efisiensi Anggaran Besar-besaran, THR dan Gaji ke-13 PNS Tetap Cair

"Peningkatan kapasitas data center ini merupakan respons kami terhadap permintaan pasar yang terus meningkat akan infrastruktur komputasi berkinerja tinggi, terutama untuk perangkat keras mendukung kecerdasan buatan (AI) dengan tetap memperhatikan prinsip-prinsip keberlanjutan," kata Founder ISC Benyamin P Naibaho, melalui keterangan pers, Jumat (7/2/2025).

Benyamin mengatakan, ISC telah memiliki sertifikasi green building EDGE dari Green Building Council Indonesia sebagai bukti komitmen perusahaan untuk terus beroperasi secara efisien dan ramah lingkungan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Studi Kearney: Masa...
Studi Kearney: Masa Depan Ekonomi Bergantung Kemampuan Adaptasi dengan AI
AI Analytics-Trade Flow...
AI Analytics-Trade Flow Siapkan Keputusan Investasi buat Pemula
Perusahaan APAC Berlomba...
Perusahaan APAC Berlomba Adopsi AI, Data Gudang Masih Jadi Hambatan
Operasional Multi Lokasi...
Operasional Multi Lokasi Kini Bisa Dipantau dari Satu Dashboard
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
Gegara Ledakan AI, Industri...
Gegara Ledakan AI, Industri Cip Rp27.000 Triliun Jadi Medan Perang AS-China
AI Ubah Cara Mengelola...
AI Ubah Cara Mengelola Proyek, Kompetensi Project Manager Tetap Jadi Kunci Kepemimpinan
Airlangga Bertolak ke...
Airlangga Bertolak ke Shanghai Tanda Tangani Pendirian WAICO
Ingin Kuliah AI? Ini...
Ingin Kuliah AI? Ini 20 Universitas di Indonesia yang Membuka Jurusan Kecerdasan Buatan
Rekomendasi
Road To Kilau Raya MNCTV...
Road To Kilau Raya MNCTV Siap Ajak Warga Klaten Joget dan Nyanyi Lagu-Lagu Viral
Viral, Beruang Besar...
Viral, Beruang Besar Ini Nangkring di Atas Tiang Listrik
Eksepsi Dokter Tifa...
Eksepsi Dokter Tifa Diterima, Hakim Nyatakan Surat Dakwaan Batal Demi Hukum
Berita Terkini
Inflasi Kembali Muncul,...
Inflasi Kembali Muncul, Penting bagi Trader Mengamati Rilis CPI Berikutnya
Uang Beredar Tumbuh...
Uang Beredar Tumbuh 8,7%, Per Juni 2026 Tembus Rp10.432,8 Triliun
Pajak Ekonomi Digital...
Pajak Ekonomi Digital per Juni 2026 Capai Rp54,71 Triliun, Kripto Sumbang Rp2,09 T
Mengapa Didimax Menjadi...
Mengapa Didimax Menjadi Pilihan Banyak Trader? Ternyata ini Alasannya
Kunjungi Rest Area Cipularang,...
Kunjungi Rest Area Cipularang, COO Danantara Puji Transformasi Layanan Tol Jasa Marga
Harga Emas Naik 5 Ribu...
Harga Emas Naik 5 Ribu Hari Ini, Termurah Dijual Rp1.370.000
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved