AS Ancang-ancang Gandakan Sanksi ke Rusia, Ini Tujuannya
Minggu, 09 Februari 2025 - 08:32 WIB
loading...
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump siap untuk mengintensifkan sanksi terhadap Rusia, diungkapkan oleh utusan khusus AS untuk Ukraina, Keith Kellogg. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump siap untuk mengintensifkan sanksi ekonomi terhadap Rusia , demi untuk mendorong diakhirinya konflik antara Kiev dan Moskow. Hal ini diungkapkan oleh utusan khusus AS untuk Ukraina, Keith Kellogg.
Seperti dilansir RT, Trump memberikan waktu 100 hari untuk mencapai kesepakatan damai antara Ukraina dan Rusia. Bulan lalu, Ia memperingatkan bakal menjatuhkan sanksi baru jika Moskow menolak resolusi damai yang ditawarkan. Meski begitu Kellogg menekankan bahwa dia "tidak ingin menyakiti Rusia."
Baca Juga: Sanksi Barat Tumpul, Ekonomi Rusia Tetap Perkasa Tumbuh 4,1% di 2024
Dalam sebuah wawancara dengan New York Post pekan ini, Kellogg mengatakan sanksi saat ini terhadap Rusia "hanya sekitar tiga" pada skala satu hingga 10 dalam hal seberapa menyakitkan buat ekonomi.
"Ada peluang untuk benar-benar bisa meningkatkan sanksi AS – terutama sanksi terbaru," katanya yang merujuk pada paket sanksi ke-15 Uni Eropa yang menargetkan produksi dan ekspor minyak Rusia.
Sementara itu Kellogg melayangkan kritik terhadap strategi mantan Presiden AS Joe Biden yang berjanji untuk memberikan bantuan Ukraina "selama yang dibutuhkan, sebanyak yang diperlukan,". Ia mengklaim hal itu bukan strategi, tetapi "stiker bemper."
"Tekanannya tidak bisa militer. Anda harus memberikan tekanan ekonomi, Anda harus memberikan tekanan diplomatik" pada Rusia, katanya.
Seperti dilansir RT, Trump memberikan waktu 100 hari untuk mencapai kesepakatan damai antara Ukraina dan Rusia. Bulan lalu, Ia memperingatkan bakal menjatuhkan sanksi baru jika Moskow menolak resolusi damai yang ditawarkan. Meski begitu Kellogg menekankan bahwa dia "tidak ingin menyakiti Rusia."
Baca Juga: Sanksi Barat Tumpul, Ekonomi Rusia Tetap Perkasa Tumbuh 4,1% di 2024
Dalam sebuah wawancara dengan New York Post pekan ini, Kellogg mengatakan sanksi saat ini terhadap Rusia "hanya sekitar tiga" pada skala satu hingga 10 dalam hal seberapa menyakitkan buat ekonomi.
"Ada peluang untuk benar-benar bisa meningkatkan sanksi AS – terutama sanksi terbaru," katanya yang merujuk pada paket sanksi ke-15 Uni Eropa yang menargetkan produksi dan ekspor minyak Rusia.
Sementara itu Kellogg melayangkan kritik terhadap strategi mantan Presiden AS Joe Biden yang berjanji untuk memberikan bantuan Ukraina "selama yang dibutuhkan, sebanyak yang diperlukan,". Ia mengklaim hal itu bukan strategi, tetapi "stiker bemper."
"Tekanannya tidak bisa militer. Anda harus memberikan tekanan ekonomi, Anda harus memberikan tekanan diplomatik" pada Rusia, katanya.
Lihat Juga :