Rights Issue Kantongi Restu OJK, IATA Target Himpun Dana Segar Rp1,27 Triliun
Jum'at, 21 Februari 2025 - 11:38 WIB
loading...
A
A
A
Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan produksi batu bara Indonesia mencapai 735 juta ton pada 2025, meningkat dari target 2024 sebesar 710 juta ton. Dari total target produksi 2025, sekitar 240 juta ton dialokasikan untuk kebutuhan domestik, sementara 495 juta ton ditujukan untuk pasar ekspor.
Mengelola 6 IUP-Operasi Produksi di Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, IATA secara aktif meningkatkan produksinya untuk memenuhi permintaan batu bara yang tinggi serta terus melakukan eksplorasi untuk mencari tambahan cadangan terbukti. Pada 2025, Perseroan akan memaksimalkan produksi pada IUP milik PT Putra Muba Coal (PMC), PT Indonesia Batu Prima Energi (IBPE), dan PT Arthaco Prima Energy (APE), yang akan memberi kontribusi pertumbuhan bisnis IATA.
Baca Juga: MNC Energy Investments Tegaskan Kondisi Fundamental IATA Sangat Baik
Berdasarkan laporan Komite Cadangan Mineral Indonesia (KCMI), saat ini IATA memiliki cadangan batu bara sebanyak 294,2 juta MT. Total tersebut diperoleh dari hanya sekitar 15% luas area penambangan Perseroan sebesar 51.982 Ha. IATA meyakini cadangan batu bara akan terus bertambah seiring dengan proses eksplorasi menunjukkan tambahan cadangan terbukti, setidaknya sebanyak 600 juta MT untuk semua IUP.
28 Februari 2025 - Cum HMETD di Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi
4 Maret 2025 - Cum HMETD di Pasar Tunai, - Recording Date
6-12 Maret 2025 - Periode Perdagangan HMETD
17 Maret 2025 - Penjatahan Saham Tambahan
18 Maret 2025 - Distribusi Saham Tambahan
Kinerja Perseroan
Di tahun 2024, ekspor menyumbang 66,8% dari total penjualan batu bara IATA. Dari seluruh penjualan ekspor tersebut, India menempati urutan pertama dengan 35,5%, diikuti oleh China sebesar 20,3%, Vietnam 10%, dan negara-negara lainnya 1%.Mengelola 6 IUP-Operasi Produksi di Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, IATA secara aktif meningkatkan produksinya untuk memenuhi permintaan batu bara yang tinggi serta terus melakukan eksplorasi untuk mencari tambahan cadangan terbukti. Pada 2025, Perseroan akan memaksimalkan produksi pada IUP milik PT Putra Muba Coal (PMC), PT Indonesia Batu Prima Energi (IBPE), dan PT Arthaco Prima Energy (APE), yang akan memberi kontribusi pertumbuhan bisnis IATA.
Baca Juga: MNC Energy Investments Tegaskan Kondisi Fundamental IATA Sangat Baik
Berdasarkan laporan Komite Cadangan Mineral Indonesia (KCMI), saat ini IATA memiliki cadangan batu bara sebanyak 294,2 juta MT. Total tersebut diperoleh dari hanya sekitar 15% luas area penambangan Perseroan sebesar 51.982 Ha. IATA meyakini cadangan batu bara akan terus bertambah seiring dengan proses eksplorasi menunjukkan tambahan cadangan terbukti, setidaknya sebanyak 600 juta MT untuk semua IUP.
Jadwal Right Issues
20 Februari 2025 - Pernyataan Efektif dari OJK28 Februari 2025 - Cum HMETD di Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi
4 Maret 2025 - Cum HMETD di Pasar Tunai, - Recording Date
6-12 Maret 2025 - Periode Perdagangan HMETD
17 Maret 2025 - Penjatahan Saham Tambahan
18 Maret 2025 - Distribusi Saham Tambahan
(akr)
Lihat Juga :