Tak Perlu Buru-buru, Regulasi Usia di Dunia Digital Perlu Kajian Matang

Jum'at, 21 Februari 2025 - 15:53 WIB
loading...
Tak Perlu Buru-buru,...
Pemerintah tengah merancang regulasi pembatasan usia minimum untuk mengakses platform daring. FOTO/iStock
A A A
JAKARTA - Pemerintah tengah merancang regulasi pembatasan usia minimum untuk mengakses platform daring sebagai langkah melindungi generasi muda dari dampak negatif seperti judi online, pornografi, dan kecanduan internet.

Wakil Ketua KPAI, Jasra Putra mengatakan pembatasan usia sangat penting, mengingat survei UNICEF (2023) mengungkapkan bahwa mayoritas anak Indonesia (99,4%) menggunakan internet hingga 5,4 jam per hari, dengan 85,4% menikmati aktivitas daring untuk hiburan dan komunikasi.

"Pembatasan usia ini juga memiliki tantangan, salah satunya adalah anak-anak yang bisa dengan mudah mengakses platform dengan identitas orang tua," ujar dia pada Jumat (21/2/2025).

Selain regulasi, Jasra menekankan pentingnya literasi digital, terutama bagi orang tua, agar mereka bisa mengawasi aktivitas anak secara lebih baik. Edukasi ini perlu didorong pemerintah melalui pengenalan fitur parental control.

Pakar Hukum Teknologi Indriaswati Dyah Saptaningrum mengatakan regulasi penting, namun isu kompleks terkait anak di dunia maya perlu pendekatan shared responsibility, melibatkan penyedia layanan, keluarga, masyarakat, dan pemerintah.

"Regulasi harus disusun dengan pendekatan holistik, memperhatikan psikologi anak dan kondisi sosial masyarakat," ujar dia.

Baca Juga: Lindungi Anak di Ranah Digital, Pemerintah Buat Aturan Pembatasan Usia Bermedia Sosial

Sementara, Direktur ICT Watch, Indriyatno Banyumurti, menekankan pentingnya upaya kolaboratif untuk melindungi anak, meliputi regulasi, literasi digital, serta pengawasan efektif. Ia juga setuju bahwa literasi orang tua lebih penting daripada regulasi semata. "Orang tua, sekolah, dan platform digital harus bekerja sama dalam edukasi ini," jelasnya.

Namun, perumusan regulasi harus dilakukan dengan hati-hati. Jasra mengingatkan agar kebijakan ini tidak terburu-buru, melainkan memerlukan waktu dan kajian mendalam untuk menghindari masalah baru. Proses ini harus mengharmonisasikan kebijakan yang ada, sehingga dampaknya tidak merugikan anak-anak.

Belajar dari Singpaura

Pemerintah Singapura baru-baru ini melakukan penilaian terhadap efektivitas langkah keamanan di platform media sosial, yang dapat menjadi contoh bagi Indonesia dalam merancang regulasi. Untuk meningkatkan perlindungan anak, para pakar sepakat bahwa regulasi saja tidak cukup.



Literasi digital, akuntabilitas platform, dan keterlibatan orang tua serta lembaga pendidikan adalah kunci menciptakan lingkungan digital yang lebih aman. Dengan demikian, pemerintah perlu memastikan bahwa regulasi yang disusun berdasarkan kajian mendalam, melibatkan berbagai pihak, dan mempertimbangkan keseimbangan antara perlindungan anak dan hak mereka untuk mengakses informasi. Jika tidak, kebijakan ini berisiko menjadi aturan yang tidak berdampak nyata.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Telkom Solution Hadirkan...
Telkom Solution Hadirkan Solusi Digital Inovatif untuk Segmen Bisnis Enterprise
Trump Bangun Cadangan...
Trump Bangun Cadangan Bitcoin, Indonesia Tertarik Ikuti Jejak AS?
Kadin Indonesia Siap...
Kadin Indonesia Siap Bangun Sistem Digital Pendataan Pekerja Migran
Ruang Kelas Masa Depan...
Ruang Kelas Masa Depan Google Dorong Ekosistem Pembelajaran Berbasis Digital
Permintaan Properti...
Permintaan Properti Lewat Rumah123 Capai Lebih 500.000 Tiap Kuartal
BRI Life Terus Kembangkan...
BRI Life Terus Kembangkan Layanan Digital Beri Kemudahan Nasabah
Pusat Data Canggih di...
Pusat Data Canggih di Nongsa Digital Park Resmi Diluncurkan
Adaptasi Teknologi Jadi...
Adaptasi Teknologi Jadi Kunci Melakukan Transformasi Digital
Begini Strategi DVLA...
Begini Strategi DVLA Pacu Pertumbuhan Bisnis di Era Digital
Rekomendasi
Its Family Time! Lebaran...
It's Family Time! Lebaran Anti Sepi karena Ada Animasi Seru yang Siap Temani di Big Movies Platinum Family GTV!
Hukum Puasa Saat Lebaran...
Hukum Puasa Saat Lebaran Idulfitri
4.500 Orang Diamputasi...
4.500 Orang Diamputasi di Gaza, Termasuk 800 Anak-anak dan 540 Wanita
Berita Terkini
Hore! Jelang Lebaran,...
Hore! Jelang Lebaran, Harga BBM Non-Subsidi Turun Mulai Hari Ini
1 jam yang lalu
Bluebird Raup Pendapatan...
Bluebird Raup Pendapatan Rp5,04 Triliun di 2024, Ini Pendorongnya
7 jam yang lalu
Menhub: Puncak Arus...
Menhub: Puncak Arus Mudik Lebaran 2025 Terjadi Hari Ini dan Besok
7 jam yang lalu
PLN IP Operasikan 371...
PLN IP Operasikan 371 Mesin Pembangkit Penuhi Kebutuhan Listrik Lebaran
8 jam yang lalu
Perubahan Komisaris...
Perubahan Komisaris BNI, Deputi Protokol Istana Diganti Profesional
8 jam yang lalu
Program Mudik Gratis...
Program Mudik Gratis Taspen dan Bank Mantap Antar 160 Pemudik Pulang Kampung
8 jam yang lalu
Infografis
10 Negara Penduduknya...
10 Negara Penduduknya Paling Bahagia di Dunia Tahun 2025
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved