Danantara Kelola Aset BUMN Rp14.513 Triliun, Ekonom: Belum Cukup Bikin Ekonomi Tumbuh 8%
Selasa, 25 Februari 2025 - 15:31 WIB
loading...
Ekonom Indef menilai asset under management (AUM) senilai USD900 miliar atau setara Rp14.000 triliun yang dikelola BPI Danantara belum cukup bikin ekonomi tumbuh 8%. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Institute for Development of Economics and Finance (Indef) menilai asset under management (AUM) senilai USD900 miliar yang dikelola Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau BPI Danantara belum cukup bikin ekonomi tumbuh 8%.
Ekonom Indef, Tauhid Ahmad mengatakan, asset under management bersifat idle aset atau aset yang sudah ada sebelumnya, namun belum digunakan secara maksimal alias nganggur. AUM sebesar USD900 miliar atau setara Rp14.513 triliun (dengan kurs Rp16.125 per USD) berasal dari aset konsolidasi Badan Usaha Milik Negara ( BUMN ). Artinya nilai aset ini sudah ada dan harus dikelola oleh BPI Danantara.
“Sorry ini idle, jadi orang salah tanggap. Idle itu, artinya nanti yang bisa menggerakkan ekonomi bukan yang idle ini,” ujar Tauhid kepada MNC Portal, Selasa (25/2/2025).
Baca Juga: Profil Tony Blair, Mantan PM Inggris yang Jadi Dewan Pengawas Danantara
Adapun, faktor yang bisa menggerakan perekonomian berasal dari hasil investasi. Artinya nilai AUM yang digunakan BPI Danantara sebagiannya harus dialokasikan untuk investasi agar dapat menstimulasi makro ekonomi.
“Tapi deltanya, deltanya berapa sih? Deltanya nggak sebesar yang idle asset dimiliki, idle ini sudah dihitung cara ekonomi,” paparnya.
Ekonom Indef, Tauhid Ahmad mengatakan, asset under management bersifat idle aset atau aset yang sudah ada sebelumnya, namun belum digunakan secara maksimal alias nganggur. AUM sebesar USD900 miliar atau setara Rp14.513 triliun (dengan kurs Rp16.125 per USD) berasal dari aset konsolidasi Badan Usaha Milik Negara ( BUMN ). Artinya nilai aset ini sudah ada dan harus dikelola oleh BPI Danantara.
“Sorry ini idle, jadi orang salah tanggap. Idle itu, artinya nanti yang bisa menggerakkan ekonomi bukan yang idle ini,” ujar Tauhid kepada MNC Portal, Selasa (25/2/2025).
Baca Juga: Profil Tony Blair, Mantan PM Inggris yang Jadi Dewan Pengawas Danantara
Adapun, faktor yang bisa menggerakan perekonomian berasal dari hasil investasi. Artinya nilai AUM yang digunakan BPI Danantara sebagiannya harus dialokasikan untuk investasi agar dapat menstimulasi makro ekonomi.
“Tapi deltanya, deltanya berapa sih? Deltanya nggak sebesar yang idle asset dimiliki, idle ini sudah dihitung cara ekonomi,” paparnya.
Lihat Juga :