Sanksi Barat Berkah Terselubung buat Ekonomi Rusia, Putin: Mainkan Peran Penting

Selasa, 25 Februari 2025 - 15:55 WIB
loading...
Sanksi Barat Berkah...
Sanksi Barat secara tidak sengaja telah mendukung sektor ekonomi dan teknologi Rusia, yang justru menjauh dari tujuan sebenarnya. Foto/Dok
A A A
MOSKOW - Sanksi Barat secara tidak sengaja telah mendukung sektor ekonomi dan teknologi Rusia, yang justru menjauh dari tujuan sebenarnya. Hal ini disampaikan oleh Presiden Vladimir Putin di Forum Teknologi Masa Depan di Moskow pada akhir pekan lalu.

Putin menambahkan, bahwa potensi kembalinya perusahaan Barat ke negara itu harus diatur dengan hati-hati untuk melindungi perusahaan domestik. Hal ini menyusul sinyal dari pemerintahan Presiden AS Donald Trump yang mengatakan, bahwa sanksi Barat dapat dilonggarkan jika kesepakatan damai antara Moskow dan Kiev tercapai.

Baca Juga: Sanksi Barat Tumpul, Ekonomi Rusia Tetap Perkasa Tumbuh 4,1% di 2024

Potensi perdamaian membuka kemungkinan kembalinya perusahaan yang meninggalkan Rusia karena sanksi. Sementara itu sanksi Barat menurut Putin, justru membuka potensi ekonomi Rusia .

"Sanksi, terlepas dari semua tantangan dan kesulitan yang ditimbulkan, telah memainkan peran penting dan merangsang," kata Putin.

Menurutnya solusi domestik seringkali lebih baik daripada mengandalkan asing. Dia menambahkan, bahwa pembatasan tersebut mendorong kolaborasi yang lebih erat antara bisnis domestik dan sains.

"Perusahaan-perusahaan Rusia sekarang semakin beralih ke ilmuwan (domestik) dan mendapatkan solusi yang mereka butuhkan. Dan solusi domestik seringkali ternyata lebih efektif daripada alternatif asing," bebernya.

Wakil Perdana Menteri Pertama, Denis Manturov mengatakan, hanya perusahaan yang menarik bagi Rusia yang akan diizinkan kembali. Sementara itu ketika Uni Eropa dan AS sedang mengerjakan paket sanksi, Rusia mengerjakan ulang sistem pengadaan publik dan langkah-langkah dukungan bisnisnya dan menyesuaikan diri dengan perubahan, tambahnya.

"Produsen dan perusahaan domestik dari Uni Ekonomi Eurasia, yang terdiri dari Belarusia, Kazakhstan, Kirgistan, dan Armenia, sekarang memiliki "prioritas mutlak" untuk kedaulatan teknologi Rusia," lanjut Manturov.

Ddalam Forum Teknologi Masa Depan, Putin menginstruksikan pemerintah untuk mengembangkan kerangka kerja untuk mengatur interaksi antara perusahaan Rusia dan pesaing asing mereka, yang bertujuan untuk memberikan keuntungan bagi produsen dalam negeri.

Dia menekankan, bahwa proses tersebut harus dilakukan dengan hati-hati, karena tetap penting untuk memastikan kondisi yang menguntungkan bagi produsen dalam negeri.

Presiden Rusia menyatakan, bahwa "di bidang produksi industri, kita harus memikirkan segalanya ... agar tidak kehilangan potensi yang telah diciptakan oleh musuh kita yang menjatuhkan sanksi,".

Baca Juga: Bukti Nyata, Ekonomi Rusia Tetap Tangguh Meski Dihujani Sanksi Barat

Putin telah membuat pernyataan serupa sebelumnya, menunjukkan bahwa pembatasan akibat adanya sanksi Barat telah mendorong Rusia menuju kedaulatan ekonomi dan keuangan yang lebih besar. Ia menggambarkannya sebagai "berkah terselubung."

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
Daftar Negara Pengguna...
Daftar Negara Pengguna Energi Nuklir Terbesar di Dunia, Siapa Juaranya?
Rubel Jadi Mata Uang...
Rubel Jadi Mata Uang Terkuat di Dunia, Sanksi Barat ke Rusia Tak Mempan
10 Negara dengan Ketergantungan...
10 Negara dengan Ketergantungan Sumber Daya Alam Tertinggi di Dunia, Ada Indonesia?
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
Rekomendasi
Dikhianati Suami, Shiena...
Dikhianati Suami, Shiena Bangkit Bongkar Perselingkuhan di Microdrama V+Short Replaceable
Rueibin Chen Sebut Tampil...
Rueibin Chen Sebut Tampil di Indonesia sebagai Impian, Siap Hibur Pecinta Musik Klasik Jakarta
Besok Eksekusi Lahan...
Besok Eksekusi Lahan Hotel Sultan, Sejumlah Akses Menuju GBK Ditutup
Berita Terkini
Maskapai China Spring...
Maskapai China Spring Airlines Resmi Mengudara di Indonesia, Buka Rute Seminggu 3 Kali
Indo Livestock 2026...
Indo Livestock 2026 Satukan Pelaku Industri dari 30 Negara, Perkuat Daya Saing Industri Peternakan RI
Indonesia-Australia...
Indonesia-Australia Kolaborasi Cetak Tenaga Ahli Butchery dan Food Safety
Strategi Moneter Dikritik...
Strategi Moneter Dikritik Banggar DPR, Begini Penjelasan BI Soal Menjaga Rupiah
Ancam Ritel dan Perbankan,...
Ancam Ritel dan Perbankan, Penipuan 'Gift Card' Digital Kian Sulit Terdeteksi
Bangun BRT Metropolitan...
Bangun BRT Metropolitan Cekungan Bandung, Brantas Abipraya Dukung Transformasi Transportasi
Infografis
Jika Diinvasi Barat,...
Jika Diinvasi Barat, Rusia Pastikan Gunakan Senjata Nuklir
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved