Para Pemimpin Eropa Bersiasat Cairkan Aset Rusia Rp3.307 Triliun
Senin, 03 Maret 2025 - 06:31 WIB
loading...
A
A
A
Kemenangan mudah, sejauh ini yang menyangkut negara-negara Timur dan Baltik Uni Eropa, adalah melikuidasi aset cadangan bank sentral yang ditinggalkan Rusia.
Perdana Menteri Polandia, Donald Tusk dalam postingannya di X pekan lalu menuliskan: "Cukup berbicara, saatnya untuk bertindak! Mari kita biayai bantuan kita untuk Ukraina dari aset beku Rusia."
Selanjutnya Perdana Menteri Ceko Petr Fiala mengikutinya dalam pidato yang disiarkan langsung melalui televisi, dengan mengatakan, "Untuk dukungan militer lebih lanjut terhadap Ukraina, kita harus menggunakan uang dari aset Rusia yang dibekukan dari seluruh Eropa," katanya.
Ia juga menambahkan bahwa Trump telah "memutuskan untuk sepenuhnya mengubah" kebijakan luar negeri AS. "Kecepatan, dorongan, dan retorika tentu mengejutkan, tetapi pergeseran Amerika Serikat dari fokusnya pada Eropa seharusnya tidak mengejutkan kita," kata Fiala.
Sementara itu Menteri Luar Negeri Estonia, Margus Tsahkna mengatakan kepada Reuters: "Keputusan untuk menggunakan keuntungan rejeki nomplok (aset Rusia) adalah langkah ke arah yang benar. Saya melihat bahwa waktunya sudah matang sekarang untuk mengambil langkah selanjutnya."
Pada Februari tahun lalu, mantan Menteri Keuangan Janet Yellen menandai dirinya sebagai pendukung awal untuk melikuidasi ratusan miliar dolar aset Rusia yang disita.
Perdana Menteri Polandia, Donald Tusk dalam postingannya di X pekan lalu menuliskan: "Cukup berbicara, saatnya untuk bertindak! Mari kita biayai bantuan kita untuk Ukraina dari aset beku Rusia."
Selanjutnya Perdana Menteri Ceko Petr Fiala mengikutinya dalam pidato yang disiarkan langsung melalui televisi, dengan mengatakan, "Untuk dukungan militer lebih lanjut terhadap Ukraina, kita harus menggunakan uang dari aset Rusia yang dibekukan dari seluruh Eropa," katanya.
Ia juga menambahkan bahwa Trump telah "memutuskan untuk sepenuhnya mengubah" kebijakan luar negeri AS. "Kecepatan, dorongan, dan retorika tentu mengejutkan, tetapi pergeseran Amerika Serikat dari fokusnya pada Eropa seharusnya tidak mengejutkan kita," kata Fiala.
Sementara itu Menteri Luar Negeri Estonia, Margus Tsahkna mengatakan kepada Reuters: "Keputusan untuk menggunakan keuntungan rejeki nomplok (aset Rusia) adalah langkah ke arah yang benar. Saya melihat bahwa waktunya sudah matang sekarang untuk mengambil langkah selanjutnya."
Pada Februari tahun lalu, mantan Menteri Keuangan Janet Yellen menandai dirinya sebagai pendukung awal untuk melikuidasi ratusan miliar dolar aset Rusia yang disita.
Lihat Juga :