Sektor Otomotif Jerman Pesakitan, Bosch Berencana PHK 10.000 Karyawan

Selasa, 04 Maret 2025 - 08:25 WIB
loading...
Sektor Otomotif Jerman...
Perusahaan raksasa asal Jerman, yang merupakan pemasok otomotif terbesar di dunia berdasarkan pendapatan berencana melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Perusahaan raksasa asal Jerman , Bosch yang merupakan pemasok otomotif terbesar di dunia berdasarkan pendapatan berencana melakukan pemutusan hubungan kerja ( PHK ) besar-besaran. Dilaporkan Stuttgarter Zeitung, apa yang menjadi penyebabnya yakni mandeknya penjualan secara global dan penurunan ekonomi Jerman yang semakin dalam.

Meski jumlah pasti PHK belum diumumkan, namun perusahaan bakal melakukan serangkaian pengurangan tenaga kerja. Pada bulan November, Bosch yang berbasis di Stuttgart mengumumkan rencana untuk memangkas 5.500 pekerjaan selama beberapa tahun ke depan.

Baca Juga: Alarm Bahaya, Krisis Ekonomi Jerman Semakin Dalam

CEO Bosch, Stefan Hartung mengaitkan, keputusan tersebut dengan lesunya ekonomi global, sektor otomotif yang stagnan, serta meningkatnya persaingan dengan China, dan ketidakpastian konsumen. Industri ini juga memperhitungkan transisi menuju kendaraan listrik yang lebih lambat dari perkiraan.

"Kami tidak akan dapat menghindari pemutusan hubungan kerja lebih lanjut," katanya kepada media pada hari Minggu.

Hartung juga mengutip, pergeseran dari pembakaran ke mesin listrik, serta menyoroti bahwa hal itu pasti akan mengakibatkan kehilangan pekerjaan yang signifikan.

"Adopsi e-mobilitas yang lebih lambat dari perkiraan juga dapat memungkinkan produksi mesin pembakaran yang ada untuk terus beroperasi pada kapasitas penuh lebih lama dari yang diharapkan," kata Hartung.

Banyak karyawan akan mencapai pensiun sebelum posisi mereka dihapus karena transisi, tambahnya.

Selama dua tahun terakhir, Bosch telah berulang kali mengumumkan rencana pengurangan tenaga negara, dimana mereka pada tahun lalu memperingatkan bahwa 10.000 posisi berisiko dipotong.

Perkiraan awal menunjukkan bahwa laba sebelum bunga dan pajak (EBIT) perusahaan turun sepertiga menjadi 3,2 miliar euro pada tahun lalu. Pemotongan yang direncanakan perusahaan adalah tanda terbaru dari ketegangan yang meningkat pada industri mobil Jerman.

Sektor otomotif Jerman yang sakit telah menimbulkan kekhawatiran tentang stabilitas ekonomi manufaktur terbesar Uni Eropa. Meningkatnya biaya telah menyebabkan penutupan dan kebangkrutan, termasuk pemain besar seperti Volkswagen.

Baca Juga: Tsunami PHK Gulung Indonesia, Bagaimana Kondisi Ekonomi?

Awal tahun ini, Institut Penelitian Handelsblatt (HRI) memperingatkan bahwa ekonomi Jerman berada di jalur untuk resesi pascaperang terpanjang, dengan kontraksi tahun ketiga berturut-turut diproyeksikan di tahun 2025.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kena PHK Dapat Uang...
Kena PHK Dapat Uang Tunai 60% dari Gaji selama 6 Bulan, Ini Syaratnya
Badai PHK Guncang Inggris...
Badai PHK Guncang Inggris di Tengah Perang AS-Iran, Tembus Rekor Tertinggi 5 Tahun
Biang Kerok PHK, Rupiah...
Biang Kerok PHK, Rupiah Loyo Bikin Ongkos Produksi Membengkak
Gelombang PHK Hantam...
Gelombang PHK Hantam Pulau Jawa, Said Iqbal Ungkap 3 Faktor Penyebabnya
Ancaman PHK 9.000 Karyawan...
Ancaman PHK 9.000 Karyawan Mengintai RI Tiga Bulan Lagi, Ratusan Sudah Diputus Kerja
Gelombang Badai PHK...
Gelombang Badai PHK Masih Marak, Klaim JHT dan JKP Naik Tajam
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
Jenderal Jerman Ancam...
Jenderal Jerman Ancam Serang Dahsyat Rusia: Kami Siap Bertempur Malam Ini
Jamu Presiden Steinmeier,...
Jamu Presiden Steinmeier, Prabowo Sebut Jerman Jadi Inspirasi Inovasi Teknologi
Rekomendasi
Dukung Penangkapan Roy...
Dukung Penangkapan Roy Suryo dan Dokter Tifa, Peradi Bersatu Minta Polisi Tak Tunduk Tekanan Opini Publik
Pulisic Absen, Amerika...
Pulisic Absen, Amerika Serikat Bungkam Australia 2-0 di Piala Dunia 2026
Ubedilah Badrun Sebut...
Ubedilah Badrun Sebut Gerakan Mahasiswa Murni, Tidak Ditunggangi Kepentingan Politis
Berita Terkini
Ekonom Soroti Data Positif...
Ekonom Soroti Data Positif Fiskal dan Investasi, Narasi Sell Indonesia Dinilai Keliru
Mandatori B50 Buka Peluang...
Mandatori B50 Buka Peluang Swasembada Energi dan Jadikan Indonesia Pionir Energi Bersih
Bitcoin Melemah Usai...
Bitcoin Melemah Usai FOMC, Indodax Ingatkan Manajemen Risiko
Pascadamai AS-Iran:...
Pascadamai AS-Iran: Kapal Raksasa Ini Tembus Selat Hormuz, Krisis Energi Global Mulai Mereda?
BEI Tegaskan MSCI Belum...
BEI Tegaskan MSCI Belum Putuskan Status Pasar Saham RI
Rupiah Hari Ini Masih...
Rupiah Hari Ini Masih Terseok-seok ke Posisi Rp17.804 per Dolar AS
Infografis
China Dilanda Gelombang...
China Dilanda Gelombang PHK dan Gejolak Sosial
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved