Percepat Perbaikan Smelter, Freeport Angkut Komponen Gunakan Pesawat Antonov

Selasa, 04 Maret 2025 - 20:18 WIB
loading...
Percepat Perbaikan Smelter,...
PT Freeport Indonesia (PTFI) mempercepat perbaikan smelter dengan mendatangkan komponen-komponen kritikal menggunakan pesawat kargo Antonov. FOTO/dok.SINDOnews
A A A
JAKARTA - PT Freeport Indonesia ( PTFI ) memastikan percepatan perbaikan fasilitas Common Gas Cleaning (CGC) Plant Smelter dengan mendatangkan komponen-komponen kritikal menggunakan pesawat kargo Antonov AN-124 dan Boeing 747. Pengiriman ini dilakukan secara bertahap, dengan tujuan akhir Surabaya, kemudian dilanjutkan dengan perjalanan darat menuju Gresik, Jawa Timur.

"Pemilihan pesawat kargo menjadi solusi terbaik karena waktu pengiriman komponen dari luar negeri hanya memakan waktu 35 jam, jauh lebih cepat dibandingkan dengan pengiriman melalui kapal laut yang membutuhkan waktu hingga 60 hari," ujar Presiden Direktur PTFI, Tony Wenas dalam keterangan tertulis, Selasa (4/3/2025).

Baca Juga: Tingkatkan Keamanan Aktivitas Tambang, Freeport Gunakan Teknologi Smart Mining

Dia menjelaskan langkah ini diambil untuk memastikan proses perbaikan berjalan efektif dan efisien agar smelter dapat segera kembali beroperasi. Proses logistik udara ini diharapkan dapat menghemat waktu yang sangat berharga dalam upaya perbaikan CGC Plant.

"Komponen-komponen yang rusak harus segera diproduksi ulang dan tersedia dalam waktu singkat agar proses perbaikan dapat segera dilaksanakan," kata dia.

Dia menjelaskan salah satu alasan penggunaan pesawat Antonov adalah ukuran komponen penting seperti Wet Electrostatic Precipitator internals (bundel tabung) dan metal expansion joints yang diproduksi di Jerman, yang terlalu besar untuk diangkut menggunakan pesawat kargo reguler. Sementara, pengiriman menggunakan kapal laut akan memakan waktu yang sangat lama.

Baca Juga: 3 Negara dengan Smelter Terbesar di Dunia untuk Tembaga dan Nikel

PTFI merencanakan tiga kali pengiriman menggunakan pesawat Antonov, dengan total berat kargo mencapai 75,7 ton. Pengiriman pertama dilakukan pada 6 Februari 2025, dilanjutkan dengan pengiriman kedua pada 25 Februari 2025, dan pengiriman terakhir pada 2 Maret 2025, yang langsung dikirim dari Frankfurt, Jerman, menuju Bandara Juanda, Surabaya.

Setiap penerbangan memakan waktu sekitar 35 jam. Selain menggunakan pesawat Antonov, PTFI juga memanfaatkan pesawat Boeing 747 untuk pengiriman perdana komponen pada 29 November 2024, dengan total berat 58 ton.

Tony mengapresiasi atas kerja sama antara Freeport Indonesia dan seluruh pihak terkait dalam proses ini. Dengan langkah-langkah tersebut, PTFI berharap smelter akan segera beroperasi kembali, mendukung kelangsungan produksi, serta mempercepat pemulihan fasilitas yang sangat penting bagi industri pertambangan di Indonesia.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, TNI AL dan AU, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Jawa Timur I, Kantor Bea Cukai Juanda, serta semua pihak yang telah mendukung kelancaran pengiriman ini," tutur Tony.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Alvin Lie Sebut Pesawat...
Alvin Lie Sebut Pesawat Tua Bukan Berarti Tidak Aman, Ini Penjelasannya
Beban Biaya Perawatan...
Beban Biaya Perawatan Tinggi, Jumlah Pesawat Beroperasi di RI Kian Menyusut
Pelita Air Hadirkan...
Pelita Air Hadirkan Pengalaman Belanja Produk UMKM di Dalam Pesawat
Pemerintah Bidik Dampak...
Pemerintah Bidik Dampak Ekonomi Rp11,8 T dari Pembebasan Bea Masuk Suku Cadang Pesawat
Insiden Pesawat di Nunukan,...
Insiden Pesawat di Nunukan, Pertamina Siapkan Armada Pengganti Amankan Pasokan BBM
Jerman Akui Keliru Jauhi...
Jerman Akui Keliru Jauhi BRICS, Janji Koreksi Kebijakan
Jamu Presiden Steinmeier,...
Jamu Presiden Steinmeier, Prabowo Sebut Jerman Jadi Inspirasi Inovasi Teknologi
Dari Keinginan Bahagiakan...
Dari Keinginan Bahagiakan Orang Tua, Lahir Warung Irine Gresik
Pesawat Pengebom Strategis...
Pesawat Pengebom Strategis Tu-22M3 Rusia Jatuh saat Latihan Penerbangan, Apakah Ada Sabotase?
Rekomendasi
Presiden Mahmoud Abbas:...
Presiden Mahmoud Abbas: Pilpres Palestina Digelar Awal 2027
KPU Kaji Penerapan E-Voting...
KPU Kaji Penerapan E-Voting untuk Pemilu di Luar Negeri, Ini Alasannya
Meta Akui Kesalahan...
Meta Akui Kesalahan dalam Restrukturisasi AI
Berita Terkini
Sambut Kabar Damai AS-Iran,...
Sambut Kabar Damai AS-Iran, Harga Bitcoin Melesat Tembus USD65.900
Kapal Tanker India Lintasi...
Kapal Tanker India Lintasi Selat Hormuz, Tandai Pulihnya Jalur Strategis usai Kesepakatan Damai AS-Iran
Ini Prinsip Dasar Manajemen...
Ini Prinsip Dasar Manajemen Risiko yang Wajib Dipahami Setiap Trader Forex
Kebut Program Motor...
Kebut Program Motor dan Kompor Listrik Tahun Depan, Bahlil Anggarkan Rp1,45 Triliun
Hasil Seleksi Pelatihan...
Hasil Seleksi Pelatihan Vokasi Batch 2 Diumumkan 18 Juni 2026, Begini Cara Aksesnya
Harga Tiket Whoosh Pakai...
Harga Tiket Whoosh Pakai Skema Dinamis Sambut Libur Sekolah Plus Long Weekend, Termurah Rp250 Ribu
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved