KEKSI 2024, Sektor Halal Jadi Penopang Ekonomi Syariah

Rabu, 05 Maret 2025 - 07:00 WIB
loading...
KEKSI 2024, Sektor Halal...
(Foto: dok Bank Indonesia)
A A A
JAKARTA - Kinerja ekonomi dan keuangan syariah Indonesia terpotret tetap tumbuh positif meski relatif tertahan sejalan dengan pertumbuhan ekonomi nasional. Sektor unggulan Halal Value Chain (HVC) terus tumbuh dan menopang lebih dari 25% ekonomi nasional, didorong oleh kinerja sektor makanan-minuman halal dan fesyen muslim, pariwisata ramah muslim (PRM), dan pertanian. Hal tersebut terangkum dalam laporan Kajian Ekonomi dan Keuangan Syariah Indonesia (KEKSI) 2024 yang diluncurkan Bank Indonesia (BI), Jumat (21/2/2025).

Capaian intermediasi perbankan syariah terus mencatat pertumbuhan positif dan menunjukkan ketahanan industri keuangan syariah. Lebih lanjut, dipaparkan kondisi likuiditas perbankan syariah sepanjang 2024 tetap terjaga didukung peningkatan kegiatan Operasi Moneter Syariah (OMS) dan transaksi Pasar Uang dan Valuta Asing (PUVA) syariah.

Strategi Pengembangan Ekonomi Syariah 2024

Pada tahun 2024, pengembangan Ekonomi Syariah diprioritaskan pada pengembangan sektor unggulan industri halal, khususnya makanan dan minuman halal, serta fesyen muslim, sebagai motor pertumbuhan ekonomi.

Selain itu, strategi pengembangan ekonomi syariah juga dilakukan melalui upaya optimalisasi rantai nilai halal dari hulu hingga hilir, mencakup sektor pertanian, peternakan, dan perikanan, kehutanan, dan lainnya diintensifkan untuk meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan usaha.

Langkah-langkah ini diharapkan dapat menciptakan multiplier effect yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, meningkatkan investasi di sektor halal, dan memperluas pangsa pasar produk halal Indonesia di tingkat global.

Dalam hal ini, BI berkomitmen untuk mendukung pertumbuhan ekonomi syariah secara berkelanjutan. Sukuk sebagai salah satu instrumen keuangan syariah, mengambil peran dalam pembiayaan proyek-proyek infrastruktur dan sektor-sektor produktif lainnya. Dengan mendorong perkembangan pasar sukuk, BI berharap dapat meningkatkan kontribusi sektor keuangan syariah terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Dari sisi instrumen, sukuk terus mencatat pertumbuhan yang konsisten. Nilai outstanding sukuk dalam tren meningkat, dari Rp29,83 triliun pada 2019 menjadi Rp55,26 triliun pada 2024, dengan jumlah sukuk outstanding yang bertambah dari 143 menjadi 247.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
BI: Penyerapan Tenaga...
BI: Penyerapan Tenaga Kerja RI Melambat di Triwulan II 2026
BI Injeksi Likuiditas...
BI Injeksi Likuiditas Rp837,11 Triliun, Tekanan di Pasar Uang Mulai Reda
Purbaya Tarik Dana SAL,...
Purbaya Tarik Dana SAL, BTN Siap Kembalikan Rp38 Triliun
Utang Luar Negeri Indonesia...
Utang Luar Negeri Indonesia Naik Tembus Rp8.030 Triliun di Akhir Mei 2026
BI Blak-blakan soal...
BI Blak-blakan soal Kombinasi Pemicu Kejatuhan Rupiah yang Sempat Rp18 Ribu per Dolar AS
Dukung Ekonomi Berkelanjutan,...
Dukung Ekonomi Berkelanjutan, Jamkrindo Syariah Perkuat Penerapan Prinsip Syariah
Perkuat Digitalisasi...
Perkuat Digitalisasi Pariwisata dan Kuliner Jakarta, BI-Pemprov DKI Kolaborasi Ceremony QRIS
Kemenag-BI Dorong Rohis...
Kemenag-BI Dorong Rohis Jadi Penggerak Literasi Syariah di Ruang Digital
Bea Cukai Soetta Gagalkan...
Bea Cukai Soetta Gagalkan Masuknya Uang Asing Senilai Rp6,3 Miliar Tanpa Izin
Rekomendasi
Dorong Transformasi...
Dorong Transformasi Berkelanjutan, TelkomGroup Resmi Gelar Culture Festival 2026
Aktivis Pemuda Apresiasi...
Aktivis Pemuda Apresiasi Upaya Sinergi Komdigi Berantas Judol
Paripurna DPR Setujui...
Paripurna DPR Setujui Wahidah Suaib Jadi Anggota Ombudsman Pengganti Hery Susanto
Berita Terkini
93 Proyek Hidrogen Siap...
93 Proyek Hidrogen Siap Dikembangkan di Indonesia, Nilainya Tembus Rp32 Triliun
Bos DJP soal Libatkan...
Bos DJP soal Libatkan Babinsa Awasi Pajak: Tak Perlu Digoreng-goreng
Bittime: Pasar Tokenisasi...
Bittime: Pasar Tokenisasi Aset RI Diramal Sentuh USD88 Miliar di 2030
Soal Peluang Harga Pertamax...
Soal Peluang Harga Pertamax Turun, Ditjen Migas: Belum Ada Pembahasan
Prediksi Ngeri Goldman...
Prediksi Ngeri Goldman Sachs: Harga Minyak Brent Bakal Meroket ke USD120 per Barel
IHSG Hari Ini Ditutup...
IHSG Hari Ini Ditutup Naik 1,74% ke Level 6.340
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved