Kanada Balik Balas AS, Terapkan Tarif 25% Senilai Rp2.521 Triliun

Rabu, 05 Maret 2025 - 05:09 WIB
loading...
Kanada Balik Balas AS,...
Kanada balik menerapkan tarif balasan terhadap Amerika Serikat (AS), sebagai respons atas bea impor yang diterapkan Presiden Donald Trump sebelumnya. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Kanada balik menerapkan tarif balasan terhadap Amerika Serikat (AS), sebagai respons atas bea impor yang diterapkan Presiden Donald Trump sebelumnya. Balasan Kanada terhadap AS disampaikan oleh Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau yang menegaskan, siap mengobarkan perang dagang .

"Kanada tidak akan membiarkan keputusan yang tidak beralasan ini tidak ditanggapi," kata Trudeau pada Senin (3/3) dalam sebuah pernyataan setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa tarif yang sebelumnya ditunda pada impor dari Kanada dan Meksiko akan dimulai pada Selasa.

Baca Juga: Putaran Kedua Tarif Trump, Tak Ada Ruang Pengampunan buat Kanada, China, dan Meksiko

Trudeau menyebutkan, tindakan Amerika terhadap Kanada tidak dapat dibenarkan dan bersumpah untuk terus membalas. Jika tarif AS dimulai, Kanada akan membalas dengan tarif 25% terhadap barang-barang Amerika senilai USD155 miliar atau setara Rp2.521 triliun (dengan kurs Rp16.265 per USD).

Tahap pertama yang mulai berlaku yakni untuk produk senilai USD30 miliar (Rp487 triliun) dan sisanya USD125 miliar (Rp2.033 triliun) akan diterapkan dalam 21 hari ke depan.

"Tarif kami akan tetap berlaku sampai kebijakan perdagangan AS ditarik, dan jika tarif AS tidak berhenti, kami sedang dalam diskusi aktif dan berkelanjutan dengan provinsi dan wilayah untuk melakukan beberapa tindakan non-tarif," kata Trudeau dalam sebuah pernyataan resminya.

Sementara itu Trump mengatakan kepada wartawan di Gedung Putih pada Senin pagi, bahwa tarif 25% akan dikenakan pada produk dari Kanada dan Meksiko pada Selasa setelah sebelumnya aksi tersebut diberikan jeda selama 30 hari.

Trump mengatakan "tidak ada ruang tersisa bagi Meksiko atau Kanada" untuk membuat kesepakatan agar menghindari pajak perdagangan yang tinggi. "Tidak, seperti yang Anda tahu, tarif semuanya sudah siap. Mereka mulai berlaku besok," katanya Senin pagi.

Presiden Trump mengklaim tarif itu adalah cara untuk memaksa kedua negara dalam memerangi aliran fentanil ke AS dengan lebih baik dan menghentikan imigrasi ilegal.

"Jadi Anda mengerti, sejumlah besar fentanil telah mengalir ke negara kita dari Meksiko, dan seperti yang Anda ketahui, juga dari China, di mana ia pergi ke Meksiko dan pergi ke Kanada," katanya.

Baca Juga: Sempat Batal, Trump Siap Tampar Tarif ke Meksiko dan Kanada pada 4 Maret

Trump (78 tahun), juga mengatakan dia ingin menghapus ketidakseimbangan perdagangan antara AS dan dua negara lainnya sambil mendorong lebih banyak pabrik untuk pindah ke AS.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
Buntut Dugaan Kerja...
Buntut Dugaan Kerja Paksa, Indonesia Terancam Digetok Tarif Baru dari AS
Gegara Ledakan AI, Industri...
Gegara Ledakan AI, Industri Cip Rp27.000 Triliun Jadi Medan Perang AS-China
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
China Komitmen Borong...
China Komitmen Borong Produk Pertanian AS Senilai Rp301 Triliun hingga 2028
Bintang Ghana Thomas...
Bintang Ghana Thomas Partey Dilarang Masuk Kanada Buntut Kasus Pelecehan Seksual
3 Alasan Provinsi Alberta...
3 Alasan Provinsi Alberta Ingin Tinggalkan Kanada dan Bergabung dengan AS
Megah di Panggung, Sepi...
Megah di Panggung, Sepi di Tribun: Potret Pembukaan Piala Dunia 2026 di Kanada
Rekomendasi
Trump: AS Tidak akan...
Trump: AS Tidak akan Bayar Iran Rp5 Triliun, Itu Berita Palsu
Jenguk Haji Bolot di...
Jenguk Haji Bolot di RS, Rico Ceper Ungkap Momen Mengharukan
Dulu Dibully Karena...
Dulu Dibully Karena Pendiam, Kini Syawal Adha Raih Centang Biru TikTok dan Instagram
Berita Terkini
MANU dan Universitas...
MANU dan Universitas Jember Kolaborasi Perkuat Pengembangan SDM Pertanian
Ini Jenis Produk Sawit...
Ini Jenis Produk Sawit dan Batu Bara yang Ekspornya Diatur Lewat PT DSI
Buka Akses Pasar Lebih...
Buka Akses Pasar Lebih Luas, Pertamina Fasilitasi UMKM Binaan di Jakarta Fair
Krisis LNG Timur Tengah,...
Krisis LNG Timur Tengah, Permintaan Batu Bara di Asia Melonjak
Risiko Geopolitik dan...
Risiko Geopolitik dan Dampaknya terhadap Pasar Mata Uang
Revisi UU Hak Cipta...
Revisi UU Hak Cipta Dikhawatirkan Bebani UMKM hingga Startup
Infografis
Balas Serangan AS, Parlemen...
Balas Serangan AS, Parlemen Iran Setuju Tutup Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved