Perang Dagang Meluas, China-Kanada Saling Tampar Tarif Impor
Minggu, 09 Maret 2025 - 09:00 WIB
loading...
China dan Kanada saling menerapkan tarif tinggi untuk sejumlah komoditas yang diperdagangkan kedua negara. FOTO/Ilustrasi/arynews
A
A
A
JAKARTA - China telah mengumumkan tarif tinggi atas produk pertanian dan pangan asal Kanada sebagai tanggapan atas langkah-langkah perdagangan terbaru yang diambil Ottawa. Kementerian Perdagangan China mengonfirmasi keputusan tersebut, dengan mengutip bea masuk Kanada atas kendaraan listrik, baja, dan aluminium China.
Sanksi tersebut mencakup bea masuk 100% atas minyak lobak Kanada, bungkil minyak, dan kacang polong. Selain itu, tarif 25% akan dikenakan pada produk akuatik dan daging babi Kanada, yang secara signifikan memengaruhi eksportir. Dikutip dari Russia Today, Minggu (9/3/2025), tarif-tarif itu akan mulai berlaku pada 20 Maret ini.
Baca Juga: Trump Ancam Rusia: Hentikan Perang atau Digempur Tarif Berskala Besar
Pada bulan Agustus 2024, Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau memberlakukan tarif 100% untuk kendaraan listrik China dan bea masuk 25% untuk baja dan aluminium. Ottawa menuduh Beijing melakukan kelebihan kapasitas yang diarahkan oleh negara.
Langkah-langkah tersebut, yang diterapkan pada bulan Oktober, sejalan dengan tindakan serupa oleh AS dan UE, yang keduanya mengenakan tarif pada kendaraan listrik buatan China.
Sanksi tersebut mencakup bea masuk 100% atas minyak lobak Kanada, bungkil minyak, dan kacang polong. Selain itu, tarif 25% akan dikenakan pada produk akuatik dan daging babi Kanada, yang secara signifikan memengaruhi eksportir. Dikutip dari Russia Today, Minggu (9/3/2025), tarif-tarif itu akan mulai berlaku pada 20 Maret ini.
Baca Juga: Trump Ancam Rusia: Hentikan Perang atau Digempur Tarif Berskala Besar
Pada bulan Agustus 2024, Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau memberlakukan tarif 100% untuk kendaraan listrik China dan bea masuk 25% untuk baja dan aluminium. Ottawa menuduh Beijing melakukan kelebihan kapasitas yang diarahkan oleh negara.
Langkah-langkah tersebut, yang diterapkan pada bulan Oktober, sejalan dengan tindakan serupa oleh AS dan UE, yang keduanya mengenakan tarif pada kendaraan listrik buatan China.
Lihat Juga :