Awas, Virus Corona Bisa Bikin Krisis Ekonomi Global

Sabtu, 29 Februari 2020 - 17:16 WIB
Awas, Virus Corona Bisa...
Awas, Virus Corona Bisa Bikin Krisis Ekonomi Global
A A A
JAKARTA - Dampak wabah virus corona (Covid-19) yang terus menyebar ke tiga benua, tidak hanya melemahkan pasar keuangan Indonesia tetapi juga secara global. Ekonom Indef Bhima Yudisthira menilai, pelemahan rupiah akan terus berlanjut seiring merebaknya virus corona menambah resiko ketidakpastian global.

(Baca Juga: USD5 Triliun Tinggalkan Bursa Global Saat Virus Corona Menyebar di Tiga Benua )

Hal ini dikarenakan dengan jumlah korban virus corona telah sampai ke Iran, dan menyebabkan Arab Saudi menerapkan pelarangan sementara umrah. Menurut Bhima, bukan tidak mungkin wabah virus corona yang berkepanjangan bisa menciptakan resesi.

"Artinya secara global virus corona bisa menciptakan krisis ekonomi dunia," ujar Bhima saat dihubungi SINDOnews di Jakarta, Sabtu (29/2/2020).

(Baca Juga: Dampak Virus Corona Membayangi Perekonomian Nasional )

Lebih lanjut terang dia, investor sebelumnya telah dibuat khawatie oleh perang dagang Amerika Serikat (AS) dan China yang belum usai, kemudian ditambah Timur Tengah, dan pemilu AS pada bulan november mendatang. Apalagi saat ini Yen jepang juga kembali jadi buruan investor.

Tercatat Yen Jepang mengalami penguatan hingga 2.55% terhadap dolar AS dalam sebulan terakhir. Namun kini virus corona menambah kecemasan investor yang membuat panik, hingga membuat dana sebesar USD5 triliun meninggalkan bursa global.

"Diperkirakan kondisi keluarnya dana asing dari bursa saham Indonesia berlanjut hingga virus corona reda, kemungkinan bisa 9 bulan ke depan," katanya.

(Baca Juga: Investor Panik Wabah Covid-19, Ekonom: Hanya Bersifat Temporer )

Dia menambahkan, hal ini juga tergantung pada respon pemerintah dalam mengantisipasi dampak ekonomi corona. "Untuk mengantisipasi memburuknya keadaan, investor terus masuk ke safe haven atau aset yang aman seperti emas dan surat utang pemerintah," paparnya.

Sebelumnya reaksi sebagian besar pelaku pasar terhadap pemberitaan wabah virus corona (Covid-19) yang terus menyebar, menurut Kepala Ekonom BNI Ryan Kiryanto cenderung reaktif. Sehingga mereka mengambil sikap cari aman (flight to quality) utamanya memindahkan portofolionya ke dolar Amerika Serikat (AS) dan emas.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
RI Dikepung Gejolak...
RI Dikepung Gejolak Ekonomi Global, Hary Tanoesoedibjo: Pemerintah Cepat Tanggap
Pentingnya Investasi...
Pentingnya Investasi di Tengah Gejolak Ekonomi Global
Tingkat Optimisme Melonjak,...
Tingkat Optimisme Melonjak, Indonesia Siap Dorong Pertumbuhan Ekonomi Global
Sandinomics: Optimistis,...
Sandinomics: Optimistis, Indonesia Mampu Hadapi Krisis Ekonomi Global!
Tumbuh 4,9% di Kuartal...
Tumbuh 4,9% di Kuartal III, Ekonomi China Jadi Harapan Dunia
Daftar Negara Resesi...
Daftar Negara Resesi Akibat Corona, dari Amerika Hingga Spanyol
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
1 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
1 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
1 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
2 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
2 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
3 jam yang lalu
Infografis
Apakah Benar Minum Susu...
Apakah Benar Minum Susu Bisa Bikin Asam Lambung Naik?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved