BRICS: Tidak Ada yang Akan Percaya Dolar AS Lagi!

Kamis, 13 Maret 2025 - 07:24 WIB
loading...
BRICS: Tidak Ada yang...
BRICS akan mendapatkan keuntungan dari tarif karena ketidakpercayaan pada dolar AS tumbuh di antara negara-negara berkembang. FOTO/AP
A A A
JAKARTA - Dunia bersatu melawan dolar AS karena Gedung Putih menggunakan mata uang ini untuk mengacaukan perekonomian negara-negara berkembang. Sanksi yang dijatuhkan terhadap Rusia pada Februari 2022 mengacak-acak banyak pihak sehingga BRICS memulai agenda dedolarisasi untuk melindungi ekonomi mereka.

BRICS menjadikan dolar AS sebagai penjahat dunia dengan meyakinkan negara-negara lain bahwa mata uang ini menghambat pertumbuhan mereka.

Baca Juga: Trump Ancam Rusia: Hentikan Perang atau Digempur Tarif Berskala Besar

David Roche dari Quantum Strategy menegaskan bahwa tarif Donald Trump terhadap barang-barang impor membuat keadaan menjadi lebih buruk bagi AS.

BRICS memulai agenda dedolarisasi sebagai balasan atas sanksi Gedung Putih dan sekarang akan berkumpul kembali untuk menghadapi tarif. Dia menjelaskan bahwa AS akan menjadi "pecundang besar" sementara China akan mendapatkan keuntungan terbesar dari tarif yang tidak masuk akal.

"Pecundang besar sebenarnya adalah AS karena tidak ada yang akan mempercayai perjanjian AS lagi," ujar dia kepada Fortune, mencatat bahwa Global South akan jatuh ke dalam orbit China.

"China dapat memetik hasil dari meningkatnya ketidakpercayaan terhadap AS karena tarif," kata Roche dilansir dari Watcher Guru, Kamis (12/3/2025).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
BI Respons Rupiah Tembus...
BI Respons Rupiah Tembus Rp18.000, Samakan Nasib dengan Tetangga RI
Rupiah Jebol Tembus...
Rupiah Jebol Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Pelemahan Terburuk Sepanjang Sejarah
Buntut Dugaan Kerja...
Buntut Dugaan Kerja Paksa, Indonesia Terancam Digetok Tarif Baru dari AS
Gegara Ledakan AI, Industri...
Gegara Ledakan AI, Industri Cip Rp27.000 Triliun Jadi Medan Perang AS-China
Rupiah Melemah Makin...
Rupiah Melemah Makin Dalam Diterpa Serangan AS ke Iran, Hari Ini Rp17.966/USD
Rupiah Tembus Rp17.930...
Rupiah Tembus Rp17.930 per Dolar AS, Risiko Impor Minyak Makin Besar
Raja Langit Sesungguhnya:...
Raja Langit Sesungguhnya: 5 Helikopter Tempur Paling Mematikan Berdasarkan Rekam Jejak Perang
Pemimpin Tertinggi Iran...
Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Peringatkan Perpecahan setelah Kekalahan Musuh di Medan Perang
AS Hendak Kerahkan Senjata...
AS Hendak Kerahkan Senjata Nuklir ke Lebih Banyak Negara NATO, Bisa Bikin Rusia Murka
Rekomendasi
KPK Ungkap Silmy Karim...
KPK Ungkap Silmy Karim Masih Terima Aliran Uang Hasil Pemerasan saat Jabat Wamen Imipas
Rencanakan Liburan dengan...
Rencanakan Liburan dengan Lebih Fleksibel Melalui Paylater
ASPEK Indonesia Temui...
ASPEK Indonesia Temui Pimpinan UNI Global Union di Jenewa
Berita Terkini
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
Pjs Dirut BEI Sebut...
Pjs Dirut BEI Sebut Fundamental Pasar Saham RI Masih Bagus, Ini Buktinya
Pupuk Kaltim Dorong...
Pupuk Kaltim Dorong Kemandirian Ekonomi Lewat Beragam Program TJSL
Penjelasan BEI soal...
Penjelasan BEI soal MSCI Turunkan Kasta Pasar Modal RI ke Frontier Market
Infografis
9 Keunggulan Kapal Selam...
9 Keunggulan Kapal Selam Mini Iran yang Membuat Kapal Induk AS Menjauh
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved