Beban Usaha Naik, Garuda Indonesia Catat Rugi Rp1,15 Triliun di 2024
Jum'at, 28 Maret 2025 - 08:20 WIB
loading...
A
A
A
Adapun aspek pendapatan lainnya turut tumbuh signifikan sebesar 25,79 persen menjadi USD340,37 juta dibandingkan pada tahun sebelumnya yang ditunjang oleh kinerja anak usaha perseroan. Di antaranya, GMF AeroAsia yang menyumbang pendapatan pemeliharaan dan perbaikan pesawat sebesar USD102,71 juta, dengan peningkatan 18,54 persen, serta Aerowisata yang berhasil mencatatkan pendapatan biro perjalanan sebesar USD40,96 juta, atau meningkat signifikan sebesar 37,12 persen.
Namun, pendapatan lain-lain bersih tercatat mengalami penurunan drastis hingga 77,39 persen, dikarenakan pada tahun 2023 perseroan mencatatkan sejumlah extra-ordinary item. Di antaranya gain from bonds retirement dan pendapatan restrukturisasi anak perusahaan, sementara transaksi serupa tidak terjadi di tahun 2024.
Selanjutnya, pencatatan pembalikan impairment asset di tahun 2024 mencatatkan jumlah yang jauh lebih rendah bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
"Kondisi makro ekonomi mulai dari isu rantai pasokan, dampak fluktuasi selisih kurs, pengaruh geopolitik dan kompetisi yang semakin ketat di industri transportasi udara, merupakan beberapa tantangan yang dihadapi oleh maskapai penerbangan di seluruh dunia dalam mempertahankan kinerja keuangan positif," tutup Wamildan.
Namun, pendapatan lain-lain bersih tercatat mengalami penurunan drastis hingga 77,39 persen, dikarenakan pada tahun 2023 perseroan mencatatkan sejumlah extra-ordinary item. Di antaranya gain from bonds retirement dan pendapatan restrukturisasi anak perusahaan, sementara transaksi serupa tidak terjadi di tahun 2024.
Selanjutnya, pencatatan pembalikan impairment asset di tahun 2024 mencatatkan jumlah yang jauh lebih rendah bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
"Kondisi makro ekonomi mulai dari isu rantai pasokan, dampak fluktuasi selisih kurs, pengaruh geopolitik dan kompetisi yang semakin ketat di industri transportasi udara, merupakan beberapa tantangan yang dihadapi oleh maskapai penerbangan di seluruh dunia dalam mempertahankan kinerja keuangan positif," tutup Wamildan.
(fjo)
Lihat Juga :