Tarif Trump 32% Bakal Gerus Ekspor Indonesia, Awas PHK Massal
Kamis, 03 April 2025 - 09:47 WIB
loading...
Potensi PHK secara massal menghantui sejumlah industri di Tanah Air, menyusul kebijakan Presiden AS Donald Trump yang menerapkan tarif impor menyeluruh untuk semua mitra dagang AS, tidak terkecuali Indonesia. Foto/Dok Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Potensi pemutusan hubungan kerja ( PHK ) secara massal menghantui sejumlah industri di Tanah Air, menyusul kebijakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang menerapkan tarif impor menyeluruh untuk semua mitra dagang AS. Tidak terkecuali bagi Indonesia yang terkena tarif impor sebesar 32%.
Kebijakan tarif impor Trump punya efek berganda alias multiplier effect yang buruk bagi banyak negara, termasuk Indonesia. Direktur Eksekutif Segara Research Institute, Piter Abdullah mengatakan, dibalik kebijakan proteksionisme perdagangan internasional Donald Trump ini, pemutusan hubungan kerja secara besar-besaran di Tanah Air berpotensi terjadi.
Potret buruk ini bisa saja terimplementasikan, jika pemerintah tidak mengambil langkah antisipasi sesegera mungkin. Piter menjelaskan, pengenaan tarif impor baru Amerika Serikat bisa menurunkan perdagangan global. Hal ini ikut mempengaruhi atau menekan kinerja ekspor Indonesia.
Baca Juga: Trump Umumkan Tarif Semua Barang Impor ke AS, Indonesia Kena 32%
Jika ekspor produk-produk menurun, maka semakin mengancam industri di dalam negeri. Pasalnya kondisi itu ikut memperburuk keadaan saat ini, yakni menurunnya daya beli dan lemahnya investasi.
“Kalau ekspor kita turun, sementara di sisi lain seperti yang kita sudah selalu diskusikan di tengah menurunnya daya beli, konsumsi kita turun, investasi kita turun, kalau dihantam juga dengan ekspor yang turun, ya kita (industri) semakin terpuruk,” ujar Piter kepada MNC Portal.
Kebijakan tarif impor Trump punya efek berganda alias multiplier effect yang buruk bagi banyak negara, termasuk Indonesia. Direktur Eksekutif Segara Research Institute, Piter Abdullah mengatakan, dibalik kebijakan proteksionisme perdagangan internasional Donald Trump ini, pemutusan hubungan kerja secara besar-besaran di Tanah Air berpotensi terjadi.
Potret buruk ini bisa saja terimplementasikan, jika pemerintah tidak mengambil langkah antisipasi sesegera mungkin. Piter menjelaskan, pengenaan tarif impor baru Amerika Serikat bisa menurunkan perdagangan global. Hal ini ikut mempengaruhi atau menekan kinerja ekspor Indonesia.
Baca Juga: Trump Umumkan Tarif Semua Barang Impor ke AS, Indonesia Kena 32%
Jika ekspor produk-produk menurun, maka semakin mengancam industri di dalam negeri. Pasalnya kondisi itu ikut memperburuk keadaan saat ini, yakni menurunnya daya beli dan lemahnya investasi.
“Kalau ekspor kita turun, sementara di sisi lain seperti yang kita sudah selalu diskusikan di tengah menurunnya daya beli, konsumsi kita turun, investasi kita turun, kalau dihantam juga dengan ekspor yang turun, ya kita (industri) semakin terpuruk,” ujar Piter kepada MNC Portal.
Lihat Juga :