Trump Mengakui Revolusi Ekonomi Butuh Pengorbanan, Tak Akan Mudah Bagi Warga AS
Senin, 07 April 2025 - 15:48 WIB
loading...
A
A
A
Tarif terbaru AS mewakili "revolusi ekonomi, dan kita akan menang... kami akan membuat Amerika hebat lagi," tambahnya.
"China telah terpukul jauh lebih keras daripada AS, bahkan tidak mendekati. Mereka, dan banyak negara lain, telah memperlakukan kita dengan buruk yang tidak berkelanjutan. Kami menjadi bodoh dan tidak berdaya, tetapi tidak lagi," tulis Trump, menjelaskan keputusannya.
Selain itu Presiden AS bersikeras bahwa pemerintahannya, bakal "mengembalikan pekerjaan dan bisnis yang belum pernah ada sebelumnya. Sudah ada investasi lebih dari lima triliun dolar, dan meningkat pesat."
Sementara itu tarif impor terbaru Trump mendapatkan penolakan dari dalam negeri, ketika puluhan ribu aktivis turun ke jalan di seluruh AS pada hari Sabtu untuk mengecam tarif impor baru dan kebijakan lain dari pemerintahan Trump.
Para pengujuk rasa mengklaim ada lebih dari 1.400 orang yang berada di luar ibu kota negara bagian, gedung federal, balai kota dan taman-taman.
"China telah terpukul jauh lebih keras daripada AS, bahkan tidak mendekati. Mereka, dan banyak negara lain, telah memperlakukan kita dengan buruk yang tidak berkelanjutan. Kami menjadi bodoh dan tidak berdaya, tetapi tidak lagi," tulis Trump, menjelaskan keputusannya.
Selain itu Presiden AS bersikeras bahwa pemerintahannya, bakal "mengembalikan pekerjaan dan bisnis yang belum pernah ada sebelumnya. Sudah ada investasi lebih dari lima triliun dolar, dan meningkat pesat."
Sementara itu tarif impor terbaru Trump mendapatkan penolakan dari dalam negeri, ketika puluhan ribu aktivis turun ke jalan di seluruh AS pada hari Sabtu untuk mengecam tarif impor baru dan kebijakan lain dari pemerintahan Trump.
Para pengujuk rasa mengklaim ada lebih dari 1.400 orang yang berada di luar ibu kota negara bagian, gedung federal, balai kota dan taman-taman.
Lihat Juga :