Indonesia Terus Perkuat Posisi di Pasar Kopi Dunia
Selasa, 08 April 2025 - 23:12 WIB
loading...
A
A
A
Salah satu faktor utama yang berkontribusi terhadap peningkatan produksi kopi di JCE adalah penerapan program intensifikasi melalui replanting, yang telah dilakukan secara bertahap sejak tahun 2021 hingga Tahun 2025 dengan total tanaman baru mencapai 1.500 hektarer (ha). Program ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas lahan dengan menanam ulang pohon kopi menggunakan varietas unggul, sekaligus menerapkan teknologi pertanian terbaru yang lebih efisien.
“Program replanting ini tidak hanya meningkatkan hasil panen, tetapi juga membantu memperpanjang siklus produksi kopi di perkebunan. Dengan pendekatan yang lebih modern dan berbasis data, setiap hektare lahan dikelola secara optimal untuk menghasilkan biji kopi berkualitas tinggi yang memenuhi standar ekspor,” tambah Jatmiko.
Selain peningkatan produktivitas, Java Coffee Estate juga berkomitmen memenuhi regulasi ketat yang diberlakukan di pasar ekspor. Salah satu tantangan terbesar industri kopi saat ini adalah regulasi EUDR, yang mewajibkan produk agrikultur yang masuk ke Uni Eropa bebas dari unsur deforestasi.
Sementara itu, Direktur Pemasaran Holding PTPN III (Persero) sekaligus Ketua PMO Kopi Nusantara Kementerian BUMN, Dwi Sutoro, optimistis bahwa ekspor kopi dari JCE akan terus meningkat di tahun ini.
“Melihat tren positif sepanjang 2024, kami yakin ekspor kopi Arabika specialty ini akan terus tumbuh dengan dukungan berbagai program strategis, seperti replanting, sertifikasi keberlanjutan, serta adaptasi terhadap regulasi global,” jelasnya.
“Program replanting ini tidak hanya meningkatkan hasil panen, tetapi juga membantu memperpanjang siklus produksi kopi di perkebunan. Dengan pendekatan yang lebih modern dan berbasis data, setiap hektare lahan dikelola secara optimal untuk menghasilkan biji kopi berkualitas tinggi yang memenuhi standar ekspor,” tambah Jatmiko.
Selain peningkatan produktivitas, Java Coffee Estate juga berkomitmen memenuhi regulasi ketat yang diberlakukan di pasar ekspor. Salah satu tantangan terbesar industri kopi saat ini adalah regulasi EUDR, yang mewajibkan produk agrikultur yang masuk ke Uni Eropa bebas dari unsur deforestasi.
Sementara itu, Direktur Pemasaran Holding PTPN III (Persero) sekaligus Ketua PMO Kopi Nusantara Kementerian BUMN, Dwi Sutoro, optimistis bahwa ekspor kopi dari JCE akan terus meningkat di tahun ini.
“Melihat tren positif sepanjang 2024, kami yakin ekspor kopi Arabika specialty ini akan terus tumbuh dengan dukungan berbagai program strategis, seperti replanting, sertifikasi keberlanjutan, serta adaptasi terhadap regulasi global,” jelasnya.
Lihat Juga :