Hadapi Tarif Trump, Mereka yang Melawan dan yang Memilih Negosiasi

Kamis, 10 April 2025 - 16:09 WIB
loading...
A A A
MenurutMenko Perekonomian Airlangga Hartarto, hampir semua negara ASEAN seperti Vietnam, Malaysia, Kamboja, Thailand dan Indonesia, telah memutuskan untuk tidak melakukan tindakan balasan terhadap kebijakan tarif AS.Indonesia, kata dia, memilih untuk menempuh jalur diplomasi dan negosiasi dalam merespons kebijakan tarif resiprokal yang diberlakukan Amerika.

Pemerintah Indonesia menurutnya terus menjalin komunikasi dengan United States Trade Representative (USTR), US Chamber of Commerce, dan negara mitra lainnya. Koordinasi ini dilakukan untuk merumuskan langkah strategis yang tepat, dengan mempertimbangkan berbagai aspek secara menyeluruh dan selaras dengan kepentingan nasional.

Baca Juga: China Mengutuk Tarif Baru Trump 54%, Sebut Bentuk Intimidasi Ekonomi

Sementara itu, Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer mengatakan bahwa ada banyak lagi negara yang siap bernegosiasi dengan Amerika terkait tarif yang diterimanya. Mengutip Reuters, Greer saat memberi tahu Komite Keuangan Senat pada hari Selasa mengatakan bahwa bahwa hampir 50 negara telah menghubunginya untuk membahas tarif baru yang diberlakukan oleh Presiden Donald Trump. Komentar tersebut menggemakan pengungkapan Direktur Dewan Ekonomi Nasional AS Kevin Hassett selama akhir pekan bahwa lebih banyak negara telah menghubungi Gedung Putih untuk memulai negosiasi perdagangan.

"Beberapa negara ini, seperti Argentina, Vietnam, dan Israel, telah menyatakan bahwa mereka akan mengurangi tarif dan hambatan non-tarif mereka," kata Greer. "Ini jelas merupakan langkah yang baik. Defisit perdagangan kita yang besar dan terus-menerus telah berlangsung selama 30 tahun, dan tidak akan terselesaikan dalam semalam, tetapi semua ini berada di arah yang benar," imbuh Greer.

Ia mengatakan bahwa rencana Trump membuahkan hasil, seraya menyebutkan bahwa salah satu produsen mobil telah mengalihkan rencana produksi untuk satu kendaraan dari Meksiko ke Indiana. Namun, ia memperingatkan bahwa akan ada beberapa kesulitan dalam transisi tersebut.

Terpisah, Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan bahwa praktik perdagangan yang tidak adil bukanlah "hal yang dapat dinegosiasikan dalam hitungan hari atau minggu." Amerika Serikat, katanya, harus melihat "apa yang ditawarkan negara-negara tersebut dan apakah itu dapat dipercaya."

Sementara itu, Trump, yang menghabiskan akhir pekan di Florida bermain golf, memposting secara daring bahwa "KITA AKAN MENANG. TAHAN KUAT, itu tidak akan mudah." Pernyataan itu kemudian didukung penuh oleh anggota Kabinet dan para penasihat ekonominya yang pada hari Minggu keluar untuk membela kebijakan tarif Trump dan meremehkan konsekuensinya bagi ekonomi global.

(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Buntut Dugaan Kerja...
Buntut Dugaan Kerja Paksa, Indonesia Terancam Digetok Tarif Baru dari AS
Gegara Ledakan AI, Industri...
Gegara Ledakan AI, Industri Cip Rp27.000 Triliun Jadi Medan Perang AS-China
Gaya Hidup Miliarder,...
Gaya Hidup Miliarder, Begini Cara Keluarga Trump Membelanjakan Hartanya
China Komitmen Borong...
China Komitmen Borong Produk Pertanian AS Senilai Rp301 Triliun hingga 2028
Demi Gencatan Dagang...
Demi Gencatan Dagang Berlanjut, China Beri Sinyal Terima Kenaikan Tarif AS
Trump-Xi Jinping Bertemu...
Trump-Xi Jinping Bertemu Tanpa Kesepakatan Logam Tanah Jarang, Perang Dagang Masih Membayangi
Iran Tolak Gagasan Donald...
Iran Tolak Gagasan Donald Trump Bertemu Mojtaba Khamenei
Selain Memaki, Trump...
Selain Memaki, Trump Juga Disebut Ancam Netanyahu via Istrinya atas Rencana Israel di Lebanon
Pemimpin Tertinggi Iran...
Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Peringatkan Perpecahan setelah Kekalahan Musuh di Medan Perang
Rekomendasi
Gemuruh Adrenalin Istora...
Gemuruh Adrenalin Istora dan Ketenangan Kabin G3+: Strategi Polytron Manjakan Atlet Bulu Tangkis Elite Dunia
Puluhan Keluarga di...
Puluhan Keluarga di HSS Miliki Kepastian Hukum atas Tanahnya lewat Reforma Agraria Badan Bank Tanah
Rooting for Future,...
Rooting for Future, PAMA Bersama UGM dan OIKN Penanaman Pohon Bersama
Berita Terkini
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
Bank Mandiri Taspen...
Bank Mandiri Taspen Dorong Pensiunan Tetap Produktif dan Sejahtera
Personal Branding Berbasis...
Personal Branding Berbasis Kepercayaan Jadi Kunci Peluang Bisnis
Bukan Sekadar Digital,...
Bukan Sekadar Digital, Teras Kapal BRI Buktikan CX100 Danantara Hadir Nyata di Pulau Terpencil
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved