Tarif AS Menggila Capai 245 Persen, China Merapat ke Uni Eropa

Kamis, 17 April 2025 - 10:53 WIB
loading...
A A A
Tepat sebelum perjalanan Sanchez, Menteri Keuangan AS, Scott Bessent memperingatkan, bahwa bergerak lebih dekat ke negara Asia itu akan "memotong tenggorokan Anda sendiri", sebuah komentar yang ditolak oleh Madrid.

Yao mengatakan, dia terkejut dengan pernyataan Bessent. Ia juga menambahkan bahwa AS "sebenarnya memotong tenggorokan semua orang" dengan tarif sepihaknya.

"Dan inilah sebabnya mengapa China dengan tegas menentang penyalahgunaan ekonomi semacam ini oleh Amerika Serikat," katanya.

China Buka Pintu

Sambung Yao mengatakan, Eropa harus membatalkan kontrol ekspornya pada produk berteknologi tinggi tertentu, termasuk semikonduktor, serta tarif kendaraan listrik (EV) China dan pembatasan bagi perusahaan China seperti Huawei atau ZTE untuk mengakses jaringan 5G Eropa.

"Beijing, pada gilirannya, telah membuka sektor-sektor seperti telekomunikasi, perbankan atau manufaktur untuk investasi asing," katanya.

Yao menjelaskan, defisit perdagangan Uni Eropa dengan China yang mencapai sekitar USD345 miliar tahun lalu, tidak dapat hilang dalam semalam karena masalah struktural. Akan tetapi, Ia mengharapkan dalam mencapai kemajuan secara bertahap.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Krisis Keuangan, PBB...
Krisis Keuangan, PBB Terancam Bangkrut
TikTok soal Kabar PHK...
TikTok soal Kabar PHK 90% Karyawan Tokopedia: Ini Bukan Keputusan Mudah
Apes, Uni Eropa Terancam...
Apes, Uni Eropa Terancam Kehilangan Pasokan Gas AS usai Tinggalkan Rusia
Genderang Perang Dagang,...
Genderang Perang Dagang, Trump Ancam Tarif 100% yang Berani Pajaki Google, Meta, dan Apple!
Panda Bond Akan Manfaatkan...
Panda Bond Akan Manfaatkan Skema LCT, Bisa Tambah Cadev USD50 Miliar
Bukan Utang, Purbaya...
Bukan Utang, Purbaya Tegaskan Pendanaan AIIB Rp303 Triliun Murni Investasi
Goyang Dominasi AS dan...
Goyang Dominasi AS dan Sekutunya di Asia, China dan Rusia Gelar Latihan Perang
Militer China Mempromosikan...
Militer China Mempromosikan 2 Jenderal Baru setelah Banyak yang Dipecat karena Korupsi
China Diduga Berupaya...
China Diduga Berupaya Perluas Ekspansi Senjata ke Timur Tengah via Pakistan
Rekomendasi
Mengawetkan Jenazah...
Mengawetkan Jenazah dalam Islam, Bolehkah Dilakukan? Ini Penjelasan Ulama
Seruan Bunuh Trump Menggema...
Seruan 'Bunuh Trump' Menggema dalam Prosesi Pemakaman Ali Khamenei
Kolaborasikan Musik-UMKM,...
Kolaborasikan Musik-UMKM, Konser HS Hey Slank Bandung Dipadati 25 Ribu Slankers
Berita Terkini
Ketimpangan Makin Lebar,...
Ketimpangan Makin Lebar, 1,5% Populasi Menguasai hampir 50 Persen Total Kekayaan Dunia
Pemerintah Pastikan...
Pemerintah Pastikan Streamlining BUMN Transparan, Libatkan Kejaksaan Agung hingga BPK
IHSG Masih Berlari di...
IHSG Masih Berlari di Zona Hijau, Pagi Ini Bertengger pada Level 5.893
Daftar Lengkap Harga...
Daftar Lengkap Harga Emas Antam Hari Ini usai Malas Bergerak di Rp2,6 Juta per Gram
Dulu Termiskin, Negara...
Dulu Termiskin, Negara Kecil Ini Mendadak Jadi Raja Minyak Baru Akibat Perang Iran!
Tekanan Jual Mulai Terkendali,...
Tekanan Jual Mulai Terkendali, IHSG Berpeluang Lanjutkan Rebound ke 6.000-6.050
Infografis
Spesifikasi Sistem Rudal...
Spesifikasi Sistem Rudal Patriot yang Dikirim AS ke Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved