China Kecam Ancaman dan Pemerasan Trump, Picu Kebingungan Soal Tarif 245%
Kamis, 17 April 2025 - 17:56 WIB
loading...
A
A
A
Di tengah teka-teki mengenai tarif 245%, Kementerian Luar Negeri China mendesak AS untuk menghentikan ancaman dan pemerasan. Saat ditanya tentang hal ini, juru bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian mengatakan, "Anda bisa bertanya kepada pihak AS untuk mengetahui angka tarif pajak yang spesifik."
Sebagai contoh, China adalah produsen global teratas dari 30 dari 50 mineral yang dianggap penting oleh US Geological Survey, dan telah membatasi ekspor dalam beberapa bulan terakhir.
Trump menandatangani perintah yang mengarahkan Menteri Perdagangan Howard Lutnick untuk memulai tinjauan keamanan nasional di bawah Pasal 232 Undang-Undang Perluasan Perdagangan 1962.
Itu adalah undang-undang yang sama yang digunakan Trump pada masa jabatan pertamanya untuk memberlakukan tarif global 25% untuk baja dan aluminium dan yang digunakannya pada bulan Februari untuk meluncurkan penyelidikan terhadap potensi tarif tembaga.
"Ketergantungan AS pada impor mineral meningkatkan potensi risiko terhadap keamanan nasional, kesiapan pertahanan, stabilitas harga, serta kemakmuran dan ketahanan ekonomi," kata Trump dalam perintah tersebut, seperti dilansir dari The Standard, Kamis (17/4/2025).
Dalam waktu 180 hari, Lutnick diharuskan melaporkan temuannya kepada presiden, termasuk apakah akan memberlakukan tarif. Jika Trump kemudian memberlakukan tarif pada mineral penting suatu negara, tarif tersebut akan menggantikan tarif resiprokal yang diberlakukan Trump pada awal bulan ini, menurut Gedung Putih.
Sebagai contoh, China adalah produsen global teratas dari 30 dari 50 mineral yang dianggap penting oleh US Geological Survey, dan telah membatasi ekspor dalam beberapa bulan terakhir.
Trump menandatangani perintah yang mengarahkan Menteri Perdagangan Howard Lutnick untuk memulai tinjauan keamanan nasional di bawah Pasal 232 Undang-Undang Perluasan Perdagangan 1962.
Itu adalah undang-undang yang sama yang digunakan Trump pada masa jabatan pertamanya untuk memberlakukan tarif global 25% untuk baja dan aluminium dan yang digunakannya pada bulan Februari untuk meluncurkan penyelidikan terhadap potensi tarif tembaga.
"Ketergantungan AS pada impor mineral meningkatkan potensi risiko terhadap keamanan nasional, kesiapan pertahanan, stabilitas harga, serta kemakmuran dan ketahanan ekonomi," kata Trump dalam perintah tersebut, seperti dilansir dari The Standard, Kamis (17/4/2025).
Dalam waktu 180 hari, Lutnick diharuskan melaporkan temuannya kepada presiden, termasuk apakah akan memberlakukan tarif. Jika Trump kemudian memberlakukan tarif pada mineral penting suatu negara, tarif tersebut akan menggantikan tarif resiprokal yang diberlakukan Trump pada awal bulan ini, menurut Gedung Putih.
Lihat Juga :