China Kecam Ancaman dan Pemerasan Trump, Picu Kebingungan Soal Tarif 245%

Kamis, 17 April 2025 - 17:56 WIB
loading...
A A A
Baca Juga: Perang Dagang Kian Sengit, AS Siap Tampar China dengan Tarif 245%

Kajian ini akan menilai kerentanan AS dalam memproses semua mineral penting - termasuk kobalt, nikel, dan 17 logam tanah jarang, serta uranium bagaimana para pelaku asing dapat mendistorsi pasar, dan langkah-langkah apa yang dapat diambil untuk meningkatkan pasokan dan daur ulang dalam negeri, sesuai dengan perintah tersebut.

AS saat ini mengekstraksi dan memproses lithium dalam jumlah yang sedikit, hanya memiliki satu tambang nikel tetapi tidak memiliki pabrik peleburan nikel, dan tidak memiliki tambang kobalt atau kilang. Beijing awal bulan ini menerapkan pembatasan ekspor tanah jarang sebagai tanggapan atas tarif Trump, sebuah langkah yang semakin memperburuk kekhawatiran pasokan di antara para pejabat Gedung Putih.

Tanah jarang adalah sekelompok 17 elemen yang digunakan di seluruh industri pertahanan, kendaraan listrik, energi, dan elektronik. Amerika Serikat hanya memiliki satu tambang tanah jarang dan sebagian besar pasokan olahannya berasal dari China.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Permintaan Minyak Global...
Permintaan Minyak Global Diramal Turun Tajam di 2026, Terburuk sejak Pandemi Covid-19
Industri Plastik Tertekan...
Industri Plastik Tertekan Impor Murah China, Pabrik Mulai Pangkas Jam Kerja
Rahasia Industri Logam...
Rahasia Industri Logam Tanah Jarang China Dibongkar Ilmuwan, AS-Jepang Pegang Kunci Mineral Langka!
Iran-AS Memanas Lagi,...
Iran-AS Memanas Lagi, Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih dari 6%
Indonesia Negara Kaya...
Indonesia Negara Kaya Batu Bara, Mengapa Justru Impor dari AS?
Iran Gunakan Selat Hormuz...
Iran Gunakan Selat Hormuz Jegal Tekanan AS, Pasar Minyak Dunia Ketar-ketir
AS Diam-diam Tarik 10...
AS Diam-diam Tarik 10 Jet Tempur Siluman F-22 Raptor, Mundur dari Perang Iran
Militer AS Rilis Video...
Militer AS Rilis Video Rudal-rudal Gempur 140 Target di Iran
Iran Balas Serang Pangkalan...
Iran Balas Serang Pangkalan AS di Qatar, Bahrain, dan UEA
Rekomendasi
Militer AS Rilis Video...
Militer AS Rilis Video Rudal-rudal Gempur 140 Target di Iran
Iran Bombardir Pangkalan...
Iran Bombardir Pangkalan AS di Yordania, Kuwait, Bahrain, dan Oman
Langkah Menhut Dinilai...
Langkah Menhut Dinilai Berhasil Pulihkan Kepercayaan Investor Perdagangan Karbon
Berita Terkini
Bandara Banda Neira...
Bandara Banda Neira Bakal Dibangun Ulang, Pesawat Kapasitas Besar Bisa Mendarat
Bank Sentral Global...
Bank Sentral Global Kompak Borong Emas, Hapus Ketergantungan Dolar AS
Modi Incar Harta Karun...
Modi Incar Harta Karun Terlarang Australia demi Terangi Negaranya
Sucofindo Catatkan Laba...
Sucofindo Catatkan Laba Bersih 100,7% dari Target RKAP 2025
Nasib Belang Gurita...
Nasib Belang Gurita Bisnis Arab di Tengah Perang: Ada yang Boncos hingga Mendadak Kaya
Masa Transisi ke B50...
Masa Transisi ke B50 Berlangsung hingga September, Penyaluran Dilakukan Bertahap
Infografis
Waspada! 4 Makanan Ini...
Waspada! 4 Makanan Ini Bisa Picu Kesemutan di Tangan dan Kaki
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved