Trump Bongkar 8 Kecurangan China dalam Praktik Perdagangan Global
Selasa, 22 April 2025 - 07:29 WIB
loading...
A
A
A
Kekhawatiran serupa muncul kembali setelah penerapan tarif baru oleh Trump awal bulan ini. Bank Sentral China menetapkan kurs tengah yuan pada posisi terlemah sejak 2023, dengan nilai tukar yuan dalam negeri mencapai 7,3509 terhadap dolar AS penutupan terendah sejak Desember 2007.
Meski demikian, sejumlah ekonom yang diwawancarai CNN memperkirakan bahwa China tidak akan kembali menggunakan manipulasi mata uang secara agresif. Mereka meyakini Beijing lebih memilih depresiasi bertahap guna menjaga stabilitas pasar finansial.
"Devaluasi tidak lagi menjadi senjata perdagangan yang efektif," ujar Direktur China untuk Eurasia Group, Dan Wang, dilansir dari Newsweek, Selasa (22/4/2025).
"Pemerintah China akan berusaha meyakinkan pasar bahwa mereka mampu menjaga stabilitas yuan dan mencegah aksi spekulatif," tambahnya.
Trump juga menyoroti Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebagai bentuk kecurangan terselubung, meski para ahli menegaskan bahwa PPN berbeda dari tarif karena diterapkan pada semua barang, baik lokal maupun impor.
Isu dumping juga menjadi sorotan, yakni praktik menjual produk di luar negeri dengan harga jauh lebih rendah dari pasar domestik. Dalam beberapa tahun terakhir, AS dan Uni Eropa menuduh China menjual produk seperti kendaraan listrik di pasar global dengan harga murah berkat dukungan subsidi besar dari pemerintah.
Laporan Dana Moneter Internasional (IMF) menyebut bahwa antara 2009 hingga 2022, subsidi yang diberikan Pemerintah China telah menurunkan harga ekspor dan meningkatkan volume ekspor untuk produk logam, mebel, hingga otomotif.
AS juga telah lama menuding China melakukan pencurian dan pemalsuan hak kekayaan intelektual. Kamar Dagang AS memperkirakan bahwa dua pertiga dari seluruh kasus pelanggaran kekayaan intelektual dunia berasal dari China. Survei CNBC pada 2019 menunjukkan bahwa satu dari lima perusahaan Amerika mengaku pernah menjadi korban pencurian IP oleh entitas China.
Meski demikian, sejumlah ekonom yang diwawancarai CNN memperkirakan bahwa China tidak akan kembali menggunakan manipulasi mata uang secara agresif. Mereka meyakini Beijing lebih memilih depresiasi bertahap guna menjaga stabilitas pasar finansial.
"Devaluasi tidak lagi menjadi senjata perdagangan yang efektif," ujar Direktur China untuk Eurasia Group, Dan Wang, dilansir dari Newsweek, Selasa (22/4/2025).
"Pemerintah China akan berusaha meyakinkan pasar bahwa mereka mampu menjaga stabilitas yuan dan mencegah aksi spekulatif," tambahnya.
Trump juga menyoroti Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebagai bentuk kecurangan terselubung, meski para ahli menegaskan bahwa PPN berbeda dari tarif karena diterapkan pada semua barang, baik lokal maupun impor.
Isu dumping juga menjadi sorotan, yakni praktik menjual produk di luar negeri dengan harga jauh lebih rendah dari pasar domestik. Dalam beberapa tahun terakhir, AS dan Uni Eropa menuduh China menjual produk seperti kendaraan listrik di pasar global dengan harga murah berkat dukungan subsidi besar dari pemerintah.
Laporan Dana Moneter Internasional (IMF) menyebut bahwa antara 2009 hingga 2022, subsidi yang diberikan Pemerintah China telah menurunkan harga ekspor dan meningkatkan volume ekspor untuk produk logam, mebel, hingga otomotif.
AS juga telah lama menuding China melakukan pencurian dan pemalsuan hak kekayaan intelektual. Kamar Dagang AS memperkirakan bahwa dua pertiga dari seluruh kasus pelanggaran kekayaan intelektual dunia berasal dari China. Survei CNBC pada 2019 menunjukkan bahwa satu dari lima perusahaan Amerika mengaku pernah menjadi korban pencurian IP oleh entitas China.
Lihat Juga :