IMF Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi AS Jadi 1,8%, Terparah di Antara Negara Maju
Kamis, 24 April 2025 - 14:45 WIB
loading...
Perkiraan pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS) pada tahun ini mengalami penurunan terbesar di antara negara-negara maju, akibat ketidakpastian yang disebabkan tarif impor Donald Trump. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Perkiraan pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS) pada tahun ini mengalami penurunan terbesar di antara negara-negara maju, akibat ketidakpastian yang disebabkan oleh tarif impor Donald Trump . Dana Moneter Internasional (IMF) memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi AS di tahun 2025 menjadi 1,8%, turun jauh dari prediksi sebelumnya 2,7% pada bulan Januari.
Lonjakan tarif impor yang diberlakukan AS dan ketidakpastian global diyakini bakal menyebabkan pertumbuhan global mengalami perlambatan signifikan. IMF juga merevisi perkiraan ekonomi Inggris, sehingga bakal tumbuh sebesar 1,1% tahun ini.
Tapi prediksi IMF memperlihatkan bahwa pertumbuhan ekonomi Inggris akan lebih kuat daripada Jerman, Prancis, dan Italia. Sementara itu inflasi di Inggris tertinggi di antara ekonomi negara maju, yakni diprediksi mencapai sebesar 3,1% pada tahun ini.
Baca Juga: Wisatawan Asing Mulai Berkurang, Ekonomi AS Diprediksi Rugi Rp1.511 Triliun
Lonjakan inflasi di Inggris sebagian besar karena kenaikan harga dan tarif, terutama untuk energi dan air. Prediksi itu muncul ketika pembuat kebijakan ekonomi teratas berkumpul di Washington untuk pertemuan musim semi IMF dan Bank Dunia.
Kepala ekonom IMF ,Pierre-Olivier Gourinchas mengatakan, ekonomi global "masih menanggung bekas luka yang sangat besar" dari "guncangan parah empat tahun terakhir".
Lonjakan tarif impor yang diberlakukan AS dan ketidakpastian global diyakini bakal menyebabkan pertumbuhan global mengalami perlambatan signifikan. IMF juga merevisi perkiraan ekonomi Inggris, sehingga bakal tumbuh sebesar 1,1% tahun ini.
Tapi prediksi IMF memperlihatkan bahwa pertumbuhan ekonomi Inggris akan lebih kuat daripada Jerman, Prancis, dan Italia. Sementara itu inflasi di Inggris tertinggi di antara ekonomi negara maju, yakni diprediksi mencapai sebesar 3,1% pada tahun ini.
Baca Juga: Wisatawan Asing Mulai Berkurang, Ekonomi AS Diprediksi Rugi Rp1.511 Triliun
Lonjakan inflasi di Inggris sebagian besar karena kenaikan harga dan tarif, terutama untuk energi dan air. Prediksi itu muncul ketika pembuat kebijakan ekonomi teratas berkumpul di Washington untuk pertemuan musim semi IMF dan Bank Dunia.
Kepala ekonom IMF ,Pierre-Olivier Gourinchas mengatakan, ekonomi global "masih menanggung bekas luka yang sangat besar" dari "guncangan parah empat tahun terakhir".
Lihat Juga :