Profesi Penilai Didorong Lebih Adaptif Hadapi Era Revolusi Industri 5.0

Kamis, 24 April 2025 - 19:33 WIB
loading...
Profesi Penilai Didorong...
Konferensi internasional bertajuk Navigating Valuation in the Industrial Revolution 5.0 Era: Integrating Technology, Embracing the Creative Economy, and Upholding Social Responsibility. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Profesi Penilai di Indonesia menghadapi tantangan yang semakin kompleks di tengah ketidakpastian ekonomi global dan kemajuan teknologi yang pesat. Dalam menghadapi era Revolusi Industri 5.0, para Penilai dituntut untuk lebih adaptif agar dapat menjaga keberlanjutan dan relevansi bisnis valuasi.

Ketua Umum Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI), Budi Prasodjo, mengatakan bahwa para Penilai harus memiliki pola pikir maju dan mampu merespons dinamika zaman, terutama dalam lanskap penilaian yang kini semakin dipengaruhi oleh transformasi digital, pentingnya hak kekayaan intelektual, serta tuntutan etika dan tanggung jawab sosial.

"Profesi Penilai tidak hanya dituntut menguasai aspek teknis, tetapi juga harus mampu beradaptasi dengan perubahan zaman dan memperluas wawasan, termasuk dalam pemanfaatan teknologi serta pemahaman terhadap isu-isu sosial," ujar Budi dalam pernyataannya, dikutip Kamis (24/4/2025).

Baca Juga: Survei, Satryo Soemantri Brodjonegoro Jadi Menteri dengan Penilaian Terburuk

Pernyataan tersebut disampaikan dalam konferensi internasional bertajuk "Navigating Valuation in the Industrial Revolution 5.0 Era: Integrating Technology, Embracing the Creative Economy, and Upholding Social Responsibility". Acara ini diselenggarakan MAPPI bekerja sama dengan Kementerian Keuangan, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, serta International Valuation Standards Council (IVSC).

Konferensi ini mengangkat tiga tema utama yang menjadi fokus dalam pengembangan profesi Penilai ke depan. Pertama, pentingnya adopsi teknologi dalam proses penilaian. Di era Revolusi Industri 5.0, Penilai diharapkan mampu menggabungkan kecerdasan manusia dengan teknologi canggih, seperti kecerdasan buatan, analisis data, dan sistem otomatisasi, guna meningkatkan akurasi dan efisiensi penilaian.

Kedua, pesatnya pertumbuhan ekonomi kreatif mendorong meningkatnya nilai kekayaan intelektual sebagai aset penting. Penilai dituntut memiliki pemahaman mendalam terhadap aset tak berwujud seperti hak cipta, paten, merek dagang, dan konten digital.

"Penilaian kekayaan intelektual yang tepat dapat membuka akses pembiayaan baru bagi pelaku usaha, serta menciptakan transparansi dalam pengelolaan aset kreatif," jelas Budi.

Tema ketiga menyoroti pentingnya tanggung jawab sosial dalam penilaian, khususnya dalam konteks pengadaan tanah dan penilaian tanah yang belum terdaftar. Praktik penilaian harus tetap menjunjung tinggi prinsip keadilan, kewajaran, dan transparansi, sekaligus mempertimbangkan dampak sosial terhadap masyarakat.

"MAPPI berkomitmen untuk terus memajukan profesi Penilai di Indonesia dengan mengedepankan standar internasional dan integritas, bahkan dalam kondisi ekonomi global yang tidak menentu," tambahnya.

Peran Strategis Penilai dalam Ekonomi Global



Ketua Dewan Pembina IVSC, Lim Hwee Hwa, menekankan bahwa profesi Penilai memiliki peran strategis dalam mendukung kelancaran pasar, pengambilan keputusan investasi, hingga penyusunan kebijakan publik. Menurutnya, di era digital saat ini, kemampuan teknis Penilai harus diimbangi dengan integritas dan profesionalisme yang tinggi.

"Teknologi seperti kecerdasan buatan dan analisis data memang dapat membantu proses penilaian, namun tidak dapat menggantikan peran Penilai dalam menafsirkan dan menerapkan informasi secara profesional," ujarnya.

IVSC, kata Lim, baru-baru ini juga telah menerbitkan panduan penggunaan teknologi dalam praktik penilaian, sebagai upaya untuk mengintegrasikan inovasi tanpa mengabaikan aspek etika dan kualitas penilaian.

Sementara, Wakil Menteri Keuangan, Thomas Djiwandono, dalam kesempatan yang sama memaparkan bahwa tantangan global, seperti ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan China, masih menjadi faktor yang memengaruhi stabilitas ekonomi dunia.

Baca Juga: Gubernur BI Perry Warjiyo Wanti-wanti Ancaman Perang Tarif AS-China

Namun demikian, menurut Thomas, sejumlah sektor dalam negeri menunjukkan kinerja yang positif. Pemerintah, lanjutnya, saat ini fokus pada penguatan sumber daya manusia serta ketahanan nasional sebagai fondasi pertumbuhan jangka panjang.

Dengan kolaborasi antara pemerintah, pemangku kepentingan, dan pelaku profesi, diharapkan dunia penilaian Indonesia mampu menghadapi tantangan global dengan lebih tangguh dan relevan.

"Kami menekankan pentingnya investasi pada bidang pendidikan dan kesehatan, serta ketahanan negara dalam sektor pangan, energi, dan air," ujar Thomas yang akrab disapa Tommy.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menyoroti Risiko Siber...
Menyoroti Risiko Siber OT dan Dorong Penerapan Security by Design dalam Industri 4.0
Bill Gates: Profesi...
Bill Gates: Profesi Guru dan Dokter Akan Punah 10 Tahun Lagi
Ajang Mendorong Pelaku...
Ajang Mendorong Pelaku Bisnis dan Profesi Menjadi Lebih Kompetitif
Gelar Pertemuan Tahunan,...
Gelar Pertemuan Tahunan, ICMA Komitmen Mendorong Akuntan Beri Dampak Luas
Sri Mulyani Minta Generasi...
Sri Mulyani Minta Generasi Milenial Belajar dan Paham Soal Krisis Keuangan
Mengenalkan Masyarakat...
Mengenalkan Masyarakat ke Teknologi Industri, PIDI 4.0 Dibuka untuk Umum
Pimpin KAUP FHUP, Sayuti...
Pimpin KAUP FHUP, Sayuti Fokus Koneksi Alumni dan Edukasi Profesi Hukum
UKEN 2026 Diharapkan...
UKEN 2026 Diharapkan Jadi Ajang Pembinaan dan Penguatan Standar Etik Profesi Notaris
AAMAI Gelar Wisuda Profesi...
AAMAI Gelar Wisuda Profesi ke-32, MNC Life Turut Tegaskan Komitmen Tata Kelola dan Kepatuhan terhadap Regulasi OJK
Rekomendasi
Kapolri: Banyak Pejabat...
Kapolri: Banyak Pejabat Kirim WA Minta Titipan Lolos Akpol
Tak Banyak yang Tahu,...
Tak Banyak yang Tahu, Ini 7 Larangan di Bulan Muharram
Canda Prabowo ke HIPMI:...
Canda Prabowo ke HIPMI: Pengusaha Indonesia Banyak Dosanya
Berita Terkini
BCA Buka Pendaftaran...
BCA Buka Pendaftaran Beasiswa PPBP dan PPTI Tahun Ajaran 2027
Indeks Keyakinan Konsumen...
Indeks Keyakinan Konsumen Mei 2026 Menurun, Ini Penjelasan BI
Astra Masuk Daftar Tempat...
Astra Masuk Daftar Tempat Kerja Terbaik di Asia, Borong 3 Penghargaan Sekaligus
Panel Energi SPIEF 2026...
Panel Energi SPIEF 2026 Bahas Prospek Harga Minyak Tahun Depan, Bakal Tembus USD170 per Barel?
Tsingshan Dorong Kolaborasi...
Tsingshan Dorong Kolaborasi Hilirisasi Nikel Ramah Lingkungan di Indonesia
Rupiah Melemah, Perajin...
Rupiah Melemah, Perajin Tahu Tempe Gelisah Imbas Lonjakan Harga Kedelai Impor
Infografis
Perbandingan Jet Tempur...
Perbandingan Jet Tempur J-15 China dan F-15 Jepang, Mana Lebih Hebat?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved