Dampak Perang Dagang, DPR Dorong Impor Gas Penuhi Kebutuhan Industri

Senin, 28 April 2025 - 21:48 WIB
loading...
Dampak Perang Dagang,...
DPR mendorong pemerintah mempertimbangkan opsi impor gas bumi untuk memenuhi kebutuhan industri. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - DPR mendorong pemerintah mempertimbangkan opsi impor gas bumi untuk memenuhi kebutuhan energi nasional terutama di sektor industri dan pembangkit listrik. Dorongan ini muncul di tengah potensi penurunan harga gas global akibat perang dagang antara Amerika Serikat dan China.

Wakil Ketua Komisi XII DPR Sugeng Suparwoto menyatakan ketegangan dagang antara dua negara adidaya tersebut menyebabkan melimpahnya pasokan energi global. Kondisi ini dinilai menjadi peluang bagi Indonesia untuk memperkuat ketahanan energi melalui impor gas.

"Saya kira menarik ini, apakah ada peluang impor kalau memang ada kekurangan di dalam negeri," ujar Sugeng dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Dirjen Migas Kementerian ESDM, Senin (28/4).

Baca Juga: Efek Tarif Trump, Harga Minyak Merosot ke USD65 Pertama Kalinya Sejak 2021

Dia menjelaskan, ditolaknya ekspor gas dari AS ke China menyebabkan kelebihan pasokan yang berdampak pada penurunan harga minyak mentah dan gas. "Terbukti crude anjlok, gas juga anjlok. Agak luar biasa ini. Sementara kita bisa impor, mungkin. Tapi sekali lagi, pemanfaatan gas dalam negeri tetap menjadi perhatian sebagaimana komitmen pemerintahan Prabowo–Gibran," ujarnya.

Menurut Sugeng, saat ini terjadi ketimpangan antara pasokan dan permintaan gas di dalam negeri. Penurunan pasokan gas pipa dari sumber eksisting akibat penurunan alamiah menjadi perhatian utama.

Padahal, kebutuhan gas untuk sektor industri, pembangkit listrik, dan bahan baku pupuk harus tetap terjaga. "Bukan hanya berkaitan dengan ketahanan energi, tetapi juga ketahanan pangan," tegasnya.

Anggota Komisi XII dari Fraksi PKB, Iyeth Bustami menambahkan bahwa opsi impor gas bumi bisa menjadi solusi jangka pendek sambil menunggu pembangunan infrastruktur dalam negeri rampung. Infrastruktur ini meliputi integrasi jaringan pipa gas wilayah Barat dan Timur serta pengembangan sumber gas baru di wilayah Indonesia Timur. "Maka yang terpenting untuk sementara ini adalah bagaimana supaya pasokannya menjadi lancar," katanya.

Senada, Alfons Manibui dari Fraksi Golkar menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur gas harus memajukan seluruh wilayah Indonesia secara merata. "Sekarang timbangannya lebih berat di Barat. Harus dibuat setara. Ini aspek filosofis yang penting," ujarnya.

Baca Juga: Pendaki Asal China Mendaki Gunung Fuji hanya untuk Mencari Ponselnya yang Hilang

Dalam rapat tersebut, Komisi XII menyepakati beberapa poin penting. Di antaranya, mendukung percepatan proyek gas baru agar segera on-stream, serta mendorong keseimbangan antara pasokan untuk pasar domestik dan internasional. Ini termasuk kebijakan realokasi dan swap gas.

Selain itu, Komisi XII DPR juga meminta Kementerian ESDM, Direktur Utama PLN, dan Direktur Utama PGN mempercepat pembangunan infrastruktur gas bumi, baik berupa jaringan pipa maupun fasilitas regasifikasi demi menjamin keandalan pasokan energi nasional khususnya untuk industri pupuk dan pembangkit listrik.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Purbaya Beberkan Penyebab...
Purbaya Beberkan Penyebab Neraca Perdagangan Mei 2026 Defisit
Genderang Perang Dagang,...
Genderang Perang Dagang, Trump Ancam Tarif 100% yang Berani Pajaki Google, Meta, dan Apple!
Bahlil: Saya Menteri...
Bahlil: Saya Menteri yang Tak Suka Impor, Karena Disitu Pasti Ada Rente!
Menhub Minta Tambahan...
Menhub Minta Tambahan Anggaran Rp20 Triliun, Buat Apa?
Krisis LNG Timur Tengah,...
Krisis LNG Timur Tengah, Permintaan Batu Bara di Asia Melonjak
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
BPIP Gelar Penguatan...
BPIP Gelar Penguatan Kebajikan Pancasila, Marinus Gea: Harus Dihidupi, Bukan Sekadar Dihafalkan
DPR Desak Pengadaan...
DPR Desak Pengadaan Gembok Rp92,5 Miliar di Ditjenpas Diaudit
Besok Komisi I DPR Tetapkan...
Besok Komisi I DPR Tetapkan 7 Anggota KIP 2026-2030
Rekomendasi
Bernadya Kenang Masa...
Bernadya Kenang Masa Sulit Pandemi, Royalti Lagu Pertama Jadi Penopang Keluarga
Aib Piala Dunia 2026,...
Aib Piala Dunia 2026, Joe Hart Semprot Wasit Laga Prancis vs Paraguay: Sangat Memalukan
BBM B50 Resmi Diterapkan,...
BBM B50 Resmi Diterapkan, ini Komponen Mobil Diesel yang Wajid Dicek Rutin
Berita Terkini
Peneliti: Manfaat Ekonomi...
Peneliti: Manfaat Ekonomi Digital Lebih Banyak Dinikmati sebagai Konsumsi
Dulu Rakyatnya Ngungsi...
Dulu Rakyatnya Ngungsi ke RI, Kini Vietnam Naik Kelas Lampaui Indonesia
Tarif Listrik Tidak...
Tarif Listrik Tidak Naik hingga September 2026, Dirut PLN Bicara soal Pasokan
Cadangan Energi AS Ternyata...
Cadangan Energi AS Ternyata Keropos: Stok Minyak Dikuras Habis, Stok Terendah Sejak 1983!
Sistem Payment Gateway...
Sistem Payment Gateway Revolusioner untuk UMKM & Startup Dirilis, Jaminan Uptime 99,95%
Liburan Sekolah Penuh...
Liburan Sekolah Penuh Aktivitas Seru, Edukatif, dan Bermakna Bersama Paramount Gading Serpong
Infografis
Dampak Perang Israel-Palestina...
Dampak Perang Israel-Palestina pada Anak-Anak, Alami Trauma Jangka Panjang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved