Misi Australia Meruntuhkan Dominasi China dalam Logam Tanah Jarang

Rabu, 30 April 2025 - 10:59 WIB
loading...
A A A
CEO Tesla, Elon Musk pekan ini mengatakan, bahwa China menghentikan ekspor tanah jarang yang digunakan dalam membuat magnet canggih hingga memengaruhi kemampuan perusahaan dalam pengembangan robot humanoid. Hal ini menjadi sinyal awal dari efek serius yang dapat ditimbulkan Beijing kepada perusahaan AS.

Bisakah Australia mengubah dominasi China?

Proposal Albanese menerangkan, bahwa cadangan mineral yang dimaksud bakal siap memasok untuk "industri domestik dan mitra internasional", bisa juga ke sekutu seperti AS dan UE.

Tetapi Kirchlechner mengungkapkan, langkah itu "sudah lama tertunda", dan menambahkan bahwa proposal itu "tidak akan menyelesaikan masalah".

Masalah mendasarnya adalah bahwa meskipun Australia mampu menimbun lebih banyak mineral kritis, proses penyulingan tanah jarang sebagian besar masih akan dikendalikan oleh China.

Lithium – bukan tanah jarang, tetapi logam yang satu ini juga penting dalam produksi baterai kendaraan listrik dan panel surya – menjadi contoh yang baik. Australia menambang 33% dari lithium dunia, tetapi hanya memurnikan dan mengekspor sebagian kecil.

Di sisi lain China, hanya menambang 23% dari lithium dunia, tetapi memurnikan 57% di antaranya, menurut Badan Energi Internasional.

Australia terus berinvestasi dalam pemurnian tanah jarang sebagai bagian dari rencana Future Made in Australia, yang bertujuan memanfaatkan cadangan mineral kritis negara itu untuk mendorong transisi hijau.

Arafura Rare Earths, yang berkantor pusat di Perth, Australia Barat, tahun lalu menerima pendanaan 840 juta dolar Australia untuk menciptakan kolaborasi tambang dan kilang pertama untuk tanah jarang. Selanjutnya pada bulan November, Australia membuka pabrik pengolahan tanah jarang pertamanya, yang dioperasikan oleh Lynas Rare Earths di Australia Barat.

Tetapi Australia diperkirakan akan bergantung pada China untuk pemurnian, setidaknya hingga 2026, menurut Pusat Studi Strategis dan Internasional, yang berkantor pusat di Washington.

Bagaimana AS dan China akan merespons?

China telah mencoba untuk menangkap volatilitas yang dibawa oleh Trump. Dalam serangkaian editorial di surat kabar Australia, duta besar China untuk Canberra mengecam pendekatan Washington terhadap perdagangan global, dan meminta Australia "bergandengan tangan" dengan Beijing - sesuatu yang dengan cepat ditolak Albanese.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menkeu Purbaya di Nankai...
Menkeu Purbaya di Nankai University: Mesin Ekonomi Indonesia Melaju Kencang, Fiskal Sehat dan Tangguh
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
Tantang Dominasi Dolar...
Tantang Dominasi Dolar AS, China Perluas Penggunaan Yuan secara Global
Terbitkan Panda Bond,...
Terbitkan Panda Bond, Menkeu Purbaya Kantongi Dukungan China
Indonesia Raih Komitmen...
Indonesia Raih Komitmen Pendanaan AIIB USD17 Miliar, Bukti Kepercayaan pada Fiskal RI
China Tuduh Militer...
China Tuduh Militer Jepang Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk Liaoning
Viral, Robot China Ini...
Viral, Robot China Ini Mengemis di Jalan untuk Bayar Listrik
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Rekomendasi
Kisah Kombes Agustinus...
Kisah Kombes Agustinus Christmas, dari Mengajar Mahasiswa hingga Dijuluki Jenderal Kopi
Cukup Baca 4 Buku Setahun,...
Cukup Baca 4 Buku Setahun, Risiko Stres dan Depresi Bisa Turun Signifikan
Mbappe Ungkap Momen...
Mbappe Ungkap Momen Terjebak 2 Jam di Ruang Ganti
Berita Terkini
IHSG Hari Ini Ditutup...
IHSG Hari Ini Ditutup Merosot 0,25% ke 6.101, Diwarnai Pelemahan 398 Saham
Wakil Kepala BPS RI:...
Wakil Kepala BPS RI: Sensus Ekonomi Akan Mampu Ukur Kontribusi Sektor Pendidikan terhadap Ekonomi DIY
Kekayaan RI Keluar Sebabkan...
Kekayaan RI Keluar Sebabkan Rupiah Melemah, Prabowo Analogikan seperti Tubuh Kehabisan Darah
Tips MotionTrade: Lindungi...
Tips MotionTrade: Lindungi Data Pribadi Anda dari Ancaman Sniffing di Era Investasi Digital
Sinyal Penarikan Dana...
Sinyal Penarikan Dana SAL dari Himbara Mencuat, Begini Pesan OJK
Dasco: InsyaAllah Pemadaman...
Dasco: InsyaAllah Pemadaman Listrik Tak Terjadi Lagi Pekan Ini
Infografis
El Clasico di Tanah...
El Clasico di Tanah Borneo: Misi Persija Putus Dominasi Persib
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved