Perkuat Perdagangan, Kadin Teken MoU Baru dengan Kamar Dagang AS
Sabtu, 03 Mei 2025 - 13:51 WIB
loading...
Penandatanganan MoU antara Kadin Indonesia dan Kamar Dagang AS di Washington D.C., Jumat (2/5/2025) waktu setempat. FOTO/Ist
A
A
A
JAKARTA - Kamar Dagang dan Industri ( Kadin ) Indonesia menandatangani nota kesepahaman (MoU) terbaru dengan Kamar Dagang Amerika Serikat (AS) dalam rangka memperkuat hubungan dagang dan investasi bilateral. Penandatanganan dilakukan di kantor pusat Kamar Dagang AS di Washington D.C., Jumat (2/5/2025) waktu setempat.
Prosesi penandatanganan tersebut dihadiri Anindya bersama Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Erwin Aksa, Bernardino M Vega, dan Tony Wenas. MoU ini akan berlaku selama dua tahun ke depan dan menjadi bagian dari upaya konkret Indonesia dalam mengurangi hambatan perdagangan, khususnya hambatan non-tarif, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi bersama di kawasan Indo-Pasifik.
Baca Juga: LG Mundur dari Proyek Baterai EV, Kadin Tepis RI Tak Menarik Bagi Investor
"Pertama-tama, ini adalah berita bagus untuk perekonomian Indonesia, pengusaha Indonesia, dan juga tentunya pekerja di Indonesia. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Kamar Dagang AS dan CIPE (Center for International Private Enterprise) atas dukungannya dalam penguatan kapasitas Kadin, termasuk dalam upaya kami untuk bergabung dengan OECD (Organisation for Economic Co-operation and Development)," ujar Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie dalam keterangannya, dikutip Sabtu (3/5/2025).
Andinya menjelaskan bahwa kerja sama ini diharapkan bisa memperluas peluang bagi industri padat karya seperti alas kaki, elektronik, dan garmen - tiga sektor yang saat ini menyerap sekitar 2,1 juta tenaga kerja. Selain itu, kerja sama ini juga membuka jalan bagi pelaku usaha AS untuk meningkatkan akses ke pasar Indonesia. Produk seperti kedelai, kapas, susu, dan gandum dinilai potensial untuk mendukung keseimbangan perdagangan dan kebutuhan industri di dalam negeri.
Prosesi penandatanganan tersebut dihadiri Anindya bersama Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Erwin Aksa, Bernardino M Vega, dan Tony Wenas. MoU ini akan berlaku selama dua tahun ke depan dan menjadi bagian dari upaya konkret Indonesia dalam mengurangi hambatan perdagangan, khususnya hambatan non-tarif, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi bersama di kawasan Indo-Pasifik.
Baca Juga: LG Mundur dari Proyek Baterai EV, Kadin Tepis RI Tak Menarik Bagi Investor
"Pertama-tama, ini adalah berita bagus untuk perekonomian Indonesia, pengusaha Indonesia, dan juga tentunya pekerja di Indonesia. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Kamar Dagang AS dan CIPE (Center for International Private Enterprise) atas dukungannya dalam penguatan kapasitas Kadin, termasuk dalam upaya kami untuk bergabung dengan OECD (Organisation for Economic Co-operation and Development)," ujar Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie dalam keterangannya, dikutip Sabtu (3/5/2025).
Andinya menjelaskan bahwa kerja sama ini diharapkan bisa memperluas peluang bagi industri padat karya seperti alas kaki, elektronik, dan garmen - tiga sektor yang saat ini menyerap sekitar 2,1 juta tenaga kerja. Selain itu, kerja sama ini juga membuka jalan bagi pelaku usaha AS untuk meningkatkan akses ke pasar Indonesia. Produk seperti kedelai, kapas, susu, dan gandum dinilai potensial untuk mendukung keseimbangan perdagangan dan kebutuhan industri di dalam negeri.
Lihat Juga :