Tarif Trump Bikin Banyak Bursa Saham Ambruk, Warren Buffett: Bukan Apa-apa

Minggu, 04 Mei 2025 - 14:59 WIB
loading...
Tarif Trump Bikin Banyak...
Pelemahan banyak bursa saham global termasuk Wall Street dimana indeks S&P 500 telah turun 3% tahun ini, ternyata bukan masalah besar bagi investor kawakan Warren Buffett. Foto/Dok Reuters
A A A
JAKARTA - Pelemahan banyak bursa saham global termasuk Wall Street dimana indeks S&P 500 telah turun 3% tahun ini, ternyata bukan masalah besar bagi investor kawakan Warren Buffett . Bahkan pada titik terendahnya, S&P 500 turun lebih dari 19% dari rekor tertinggi.

Indeks tersebut sempat turun 20% dari rekor intraday pertengahan Februari di level 6.144 sebelum melakukan pemulihan sebagian. Selanjutnya S&P 500 masih turun sekitar 10% dari puncaknya. Warren Buffett mengatakan, volatilitas tahun ini bukan apa-apa.

"Apa yang telah terjadi dalam 30, 45 hari, 100 hari terakhir, kapan pun Anda ingin memilih periodenya, ini benar-benar bukan apa-apa," kata Buffett pada pertemuan tahunan Berkshire Hathaway pada hari Sabtu.

Baca Juga: Gagal Bayar Utang AS Bisa Mengguncang Bursa Saham Global

"Ini bukan bear market yang dramatis atau semacamnya," bebernya.

Buffett mencatat, ada tiga periode dalam sejarah yang membuat saham Berkshire turun 50%. Secara Year-to-date, saham Berkshire naik 19%. Sedangkan pada hari Jumat, saham ditutup pada rekor tertinggi.

Setelah melonjak ke rekor tertinggi setelah pemilihan Trump, saham terus bergejolak dalam beberapa bulan terakhir karena ambisi tarif Trump yang menjadi sorotan. Rencana itu berkembang, dan pasar terus reli sepanjang pekan hingga menunjukkan skenario terburuk setelah pengumuman tarif Trump terbaru.

Pada penutupan hari Jumat, S&P 500 telah merebut kembali semua kerugian yang diderita setelah pengumuman tarif 2 April lalu. Terkait pergerakan naik turun bursa saham, Buffett memberikan 2 pesan penting dalam dunia investasi.

Hal-hal mengejutkan selalu terjadi di dunia dan, hingga pada gilirannya menyasar pasar saham. Dalam pandangan Buffett, jika Anda adalah seseorang yang bersemangat ketika segala sesuatunya terlihat baik dan takut ketika hal-hal terlihat buruk, maka pasar saham adalah "tempat yang buruk bagi Anda untuk terlibat."

Dan jika dunia berubah adalah sesuatu yang membuat Anda mengubah tujuan Anda sebagai investor, Buffett menambahkan, maka inilah saatnya untuk mendapatkan sudut pandang baru.

Baca Juga: Warren Buffett: Perdagangan Seharusnya Tak Jadi Senjata, AS Buat Kesalahan Besar

"Jika membuat perbedaan bagi Anda apakah saham Anda turun 15% atau tidak, Anda perlu mendapatkan filosofi investasi yang agak berbeda," kata miliarder berjuluk Oracle of Omaha.

"Dunia tidak akan beradaptasi dengan Anda. Anda harus beradaptasi dengan dunia."

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tips MotionTrade: Kenali...
Tips MotionTrade: Kenali Modus Penipuan Berkedok Investasi Pasar Modal
Aplikasi Trading dengan...
Aplikasi Trading dengan UI/UX Dinamis Berbasis AI Real Time untuk Gen-Z Meluncur
Bidik Investasi Jadi...
Bidik Investasi Jadi Lifestyle, MNC Sekuritas Resmi Hadir di Kawasan Hits Bandung Dago
Sekuritas Anti Phishing...
Sekuritas Anti Phishing di Indonesia, IPOT Diakui AI Overviews Google
Hadapi Era AI Trading...
Hadapi Era AI Trading dengan UI/UX Berbasis AI Real Time
Market Bergerak Cepat,...
Market Bergerak Cepat, Aplikasi Saham Hadir dengan Pendekatan AI Real Time dan Live Trading
ART RI-AS Dinilai Tidak...
ART RI-AS Dinilai Tidak Mencerminkan Prinsip Timbal Balik, Indonesia Tanggung Beban Lebih Besar
Polemik Tarif Resiprokal...
Polemik Tarif Resiprokal AS, Prabowo Tegaskan Tak Bakal Korbankan Kepentingan Nasional
Sikap Dewan Pers soal...
Sikap Dewan Pers soal Perjanjian Perdagangan Resiprokal Indonesia dan Amerika Serikat
Rekomendasi
Perang Berdarah SUV...
Perang Berdarah SUV Listrik: Leapmotor B10 Masuk di Bawah Rp 500 Juta, Siapa Terjungkal?
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditahan, Din Syamsuddin Siap Jadi Penjamin
Masalah Hukum Penggunaan...
Masalah Hukum Penggunaan Artificial Intelligence
Berita Terkini
Indo Build Tech 2026,...
Indo Build Tech 2026, AMBPI Bawa Sejumlah Inovasi Baru
Bidik Pasar Indonesia...
Bidik Pasar Indonesia Timur, Jafran Indonesia Kenalkan JR 737 di PENAS XVII
Pelemahan Emas Antam...
Pelemahan Emas Antam Berlanjut ke Rp2.6 Juta per Gram, Ini Daftar Lengkapnya
Grab For Business Luncurkan...
Grab For Business Luncurkan Corporate Dine Out, Jamuan Makan Kantor Bebas Reimburse
Saingan Selat Malaka!...
Saingan Selat Malaka! Thailand Nekat Hidupkan Megaproyek Rp535 Triliun
Ekonom Soroti Data Positif...
Ekonom Soroti Data Positif Fiskal dan Investasi, Narasi Sell Indonesia Dinilai Keliru
Infografis
Daftar Lengkap 14 Negara...
Daftar Lengkap 14 Negara yang Diancam Tarif Baru Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved