Warren Buffett: Perdagangan Seharusnya Tak Jadi Senjata, AS Buat Kesalahan Besar

Minggu, 04 Mei 2025 - 09:08 WIB
loading...
Warren Buffett: Perdagangan...
Investor kawakan, Warren Buffett menekankan bahwa, Amerika Serikat (AS) seharusnya tidak boleh menggunakan perdagangan sebagai senjata merespons tarif Trump. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Investor kawakan, Warren Buffett menentang tarif Presiden Donald Trump terbaru yang menghantam hampir semua mitra dagang Amerika Serikat (AS). Buffett menekankan bahwa, AS seharusnya tidak boleh menggunakan perdagangan sebagai senjata.

"Perdagangan seharusnya tidak menjadi senjata," kata Buffett yang juga mengungkap seputar sejarah Amerika Serikat dan bagaimana perdagangan global berkembang.

"Ini adalah kesalahan besar dalam pandangan saya ketika Anda 7,5 miliar orang yang tidak menyukai Anda dengan baik, dan Anda memiliki 300 juta bersuara tentang bagaimana Anda telah melakukannya," katanya sebelum mengumumkan bakal pensiun sebagai Berkshire Hathaway.

Baca Juga: Promo Liberalisasi Perdagangan, Bos Bank Sentral China Blak-blakan Soal Ancaman Tarif AS

"Kita harus berusaha untuk berdagang dengan seluruh dunia. Kita harus melakukan apa yang terbaik dan mereka harus melakukan apa yang terbaik yang mereka lakukan," tambahnya.

Legenda investor berusia 94 tahun itu berpikir bukan ide bagus untuk mencoba dan merancang dunia di mana beberapa negara mengatakan, 'ha ha ha kami telah menang,' dan negara lain iri."

Buffett kemudian menambahkan, "Amerika Serikat, telah muncul sebagai pemenang. Kita telah menjadi negara yang sangat penting, dimulai dari nol pada 250 tahun yang lalu. Tidak ada yang seperti itu. Dan menjadi adalah kesalahan besar, dalam pandangan saya, ketika Anda memiliki 7,5 miliar orang yang tidak menyukai Anda,".
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Genderang Perang Dagang,...
Genderang Perang Dagang, Trump Ancam Tarif 100% yang Berani Pajaki Google, Meta, dan Apple!
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
Buntut Dugaan Kerja...
Buntut Dugaan Kerja Paksa, Indonesia Terancam Digetok Tarif Baru dari AS
Gegara Ledakan AI, Industri...
Gegara Ledakan AI, Industri Cip Rp27.000 Triliun Jadi Medan Perang AS-China
China Komitmen Borong...
China Komitmen Borong Produk Pertanian AS Senilai Rp301 Triliun hingga 2028
Demi Gencatan Dagang...
Demi Gencatan Dagang Berlanjut, China Beri Sinyal Terima Kenaikan Tarif AS
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
Pertemuan Trump dan...
Pertemuan Trump dan Xi Jinping Diyakini Bahas Taiwan hingga Konflik Iran
ART RI-AS Dinilai Tidak...
ART RI-AS Dinilai Tidak Mencerminkan Prinsip Timbal Balik, Indonesia Tanggung Beban Lebih Besar
Rekomendasi
Sirene dan Peringatan...
Sirene dan Peringatan Berbunyi di Seluruh Negara Arab
Ini Alasan KPK Belum...
Ini Alasan KPK Belum Ambil Alih Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Demi Hadiri Pemakaman...
Demi Hadiri Pemakaman Temon, Mongol Stres Rela Naik Pesawat Kelas Bisnis dari Bali
Berita Terkini
Sakha Coffee Perluas...
Sakha Coffee Perluas Pasar Kopi Lokal, Penjualan Digital Tumbuh 60%
Iuran BPJS Kesehatan...
Iuran BPJS Kesehatan Bakal Naik, Cek Tarif yang Berlaku Saat Ini
Simba Sereal Bidik Pasar...
Simba Sereal Bidik Pasar Keluarga Melalui Edukasi Sarapan Anak
Kontrak Batu Bara Baru...
Kontrak Batu Bara Baru 144 Juta Ton, ESDM Minta PLN Percepat Pengiriman ke PLTU
Harga Emas Antam dan...
Harga Emas Antam dan Buyback Kompak Turun Rp20.000 per Gram, Ini Rinciannya
Perkuat Tata Kelola...
Perkuat Tata Kelola Keamanan Informasi, MNC Sekuritas Perpanjang Sertifikasi ISO/IEC 27001:2022
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved