Danai 5 Investasi Besar, Warren Buffett Pilih Campakkan Dolar AS

Kamis, 08 Mei 2025 - 07:50 WIB
loading...
Danai 5 Investasi Besar,...
Warren Buffett kembali menarik perhatian dunia keuangan dengan strategi substitusi mata uang asing yang dilakukannya melalui Berkshire Hathaway. FOTO/Wealth Daily
A A A
JAKARTA - Investor kawakan Warren Buffett kembali menarik perhatian dunia keuangan dengan strategi substitusi mata uang asing yang dilakukannya melalui Berkshire Hathaway. Dalam pertemuan pemegang saham tahunan 2025, Buffett mengungkapkan langkah perusahaan mengurangi ketergantungan pada dolar AS dan beralih ke instrumen berbasis yen Jepang untuk lindung nilai risiko depresiasi dolar.

Berkshire Hathaway secara aktif meminjam dalam yen Jepang guna membiayai investasi di lima perusahaan besar Jepang. Langkah ini dinilai unik karena jarang diambil investor global. Buffett menegaskan, strategi ini bukan untuk keuntungan jangka pendek, melainkan antisipasi jangka panjang terhadap pelemahan dolar AS.

"Kami tidak pernah mengambil keputusan berdasarkan dampak kuartalan atau tahunan. Tidak ada satu pun rapat dewan di mana kami membahas, 'Jika melakukan ini, laba akan sekian,'" tegas Buffett, dikutip dari Watcher Guru, Rabu (8/5).

Baca Juga: Warren Buffett: Dolar AS Sedang Menuju ke Neraka

Buffett mengakui kebijakan fiskal AS yang berpotensi mendevaluasi dolar menjadi kekhawatiran utama. "Tidak ada sistem yang bisa mengalahkan kecenderungan pemerintah melemahkan mata uangnya sendiri. Kebijakan fiskal AS saat ini justru mengkhawatirkan," ujarnya.

Pengalaman Berkshire dalam bermain mata uang bukan hal baru. Pada masa lalu, Buffett pernah mengambil posisi terhadap 12 mata uang sekaligus dengan menjual dolar AS menghasilkan keuntungan miliaran dolar.

Sementara, Greg Abel, salah satu pimpinan Berkshire menegaskan investasi di Jepang mencerminkan keyakinan terhadap prospek perusahaan dan stabilitas yen. Berkshire kini sedang melakukan lima investasi besar di perusahaan Jepang.

"Kami nyaman berinvestasi di lima perusahaan Jepang dan menyadari eksposur yen. Meminjam dalam yen adalah peluang tambahan yang bagus," ungkap Abel.

Baca Juga: Ganasnya 24 Rudal India Gempur Pakistan: Bos Jaish-e Mohammad Kehilangan 10 Anggota Keluarga

Sejumlah analis memproyeksikan dolar AS akan melemah pada 2025 akibat defisit fiskal dan tekanan inflasi. Strategi Buffett memberikan contoh bagaimana investor bisa mengurangi risiko dengan diversifikasi mata uang.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Tergerus Sentimen...
Rupiah Tergerus Sentimen Eksternal, Hari Ini Berakhir Tembus Rp17.843 per USD
Runtuhkan Dolar AS,...
Runtuhkan Dolar AS, Putin Kumpulkan 11 Pemimpin ASEAN Termasuk Indonesia
PENAS XVII 2026 Jadi...
PENAS XVII 2026 Jadi Magnet Investasi Agribisnis, KTNA dan FERACO Perkuat Kolaborasi Industri dan Teknologi Pangan Nasional
Ekonom Soroti Data Positif...
Ekonom Soroti Data Positif Fiskal dan Investasi, Narasi Sell Indonesia Dinilai Keliru
Rupiah Hari Ini Masih...
Rupiah Hari Ini Masih Terseok-seok ke Posisi Rp17.804 per Dolar AS
Rupiah Keok Meski BI...
Rupiah Keok Meski BI Rate Naik Lagi, Dolar AS Tembus Rp17.848
The Changcuters Bakal...
The Changcuters Bakal Naikkan Tarif Manggung Imbas Ekonomi Lesu?
Maia Estianty Soroti...
Maia Estianty Soroti Dolar Tembus Rp18.000, Curhat soal Pajak
BP Batam Kawal Investasi...
BP Batam Kawal Investasi 88 Triliun AI Data Centre guna Transformasi Digital
Rekomendasi
Aliansi Intelijen Keluarkan...
Aliansi Intelijen Keluarkan Peringatan Mendesak tentang Risiko yang Ditimbulkan AI
18 Gol, 6 Piala Dunia:...
18 Gol, 6 Piala Dunia: Messi Bikin Klose Angkat Topi
Dosen Ini Donorkan Organnya...
Dosen Ini Donorkan Organnya untuk Selamatkan 5 Orang, Staf RS Berbaris Beri Penghormatan Terakhir
Berita Terkini
Dasco: InsyaAllah Pemadaman...
Dasco: InsyaAllah Pemadaman Listrik Tak Terjadi Lagi Pekan Ini
Wamenhub Sebut Potensi...
Wamenhub Sebut Potensi Penerimaan Negara Lewat PT DSI Bisa Tembus Rp2.671 Triliun
Pegadaian Gelar Khitanan...
Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026, Langkah Riil Peduli Sesama Berbasis ESG
IHSG Siang Anjlok 1,29%...
IHSG Siang Anjlok 1,29% ke 6.037, Sektor Keuangan dan Energi Jadi Pemberat
Komut Pertamina Mochamad...
Komut Pertamina Mochamad Iriawan: Investasi Terbaik Bangsa pada Manusia
Uang Beredar di Mei...
Uang Beredar di Mei 2026 Capai Rp10.415,9 Triliun, BI: Tumbuh 10,8 Persen
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved