Elon Musk: Bill Gates adalah Pembohong Besar, Filantropinya Omong Kosong
Sabtu, 10 Mei 2025 - 13:00 WIB
loading...
Perseteruan sengit antara dua miliarder teknologi Elon Musk dan Bill Gates kembali memanas. FOTO/NYPost
A
A
A
JAKARTA - Perseteruan sengit antara dua miliarder teknologi, Elon Musk dan Bill Gates, kembali memanas setelah pendiri Microsoft itu mengumumkan rencana menyumbangkan hampir seluruh kekayaannya senilai USD108 miliar atau setara Rp1.730 triliun pada 2045 melalui yayasannya, Gates Foundation. Pernyataan tersebut langsung dibalas Musk lewat platform X dengan tudingan Bill Gates adalah pembohong besar.
Konflik ini berawal dari kritik Gates terhadap kebijakan pemotongan anggaran bantuan luar negeri AS, termasuk pembubaran USAID atau Badan Pembangunan Internasional AS oleh Departemen Efisiensi Pemerintah (DOGE) yang dipimpin Musk. Pemotongan 80% dari anggaran USAID senilai USD44 miliar atau setara Rp704 triliun dinilai Gates akan berdampak fatal pada program kesehatan dan pengentasan kemiskinan global.
"Amerika Serikat, Inggris, Prancis, dan negara lain memotong anggaran bantuan mereka puluhan miliar dolar. Tidak ada organisasi filantropi bahkan sebesar Gates Foundation yang bisa menutupi defisit ini," ujar Gates dikutip dari Watcher Guru, Sabtu (10/5).
Baca Juga: Bill Gates dan Bisnis Vaksin: Sumbang Rp2,6 Triliun tapi Minta Uji Vaksin TBC pada Rakyat Indonesia
Rencana Gates untuk melikuidasi kekayaannya disebut sebagai komitmen filantropi terbesar dalam sejarah modern dengan target pendanaan USD200 miliar atau setara Rp3.200 triliun dalam dua dekade ke depan.
Konflik ini berawal dari kritik Gates terhadap kebijakan pemotongan anggaran bantuan luar negeri AS, termasuk pembubaran USAID atau Badan Pembangunan Internasional AS oleh Departemen Efisiensi Pemerintah (DOGE) yang dipimpin Musk. Pemotongan 80% dari anggaran USAID senilai USD44 miliar atau setara Rp704 triliun dinilai Gates akan berdampak fatal pada program kesehatan dan pengentasan kemiskinan global.
"Amerika Serikat, Inggris, Prancis, dan negara lain memotong anggaran bantuan mereka puluhan miliar dolar. Tidak ada organisasi filantropi bahkan sebesar Gates Foundation yang bisa menutupi defisit ini," ujar Gates dikutip dari Watcher Guru, Sabtu (10/5).
Baca Juga: Bill Gates dan Bisnis Vaksin: Sumbang Rp2,6 Triliun tapi Minta Uji Vaksin TBC pada Rakyat Indonesia
Rencana Gates untuk melikuidasi kekayaannya disebut sebagai komitmen filantropi terbesar dalam sejarah modern dengan target pendanaan USD200 miliar atau setara Rp3.200 triliun dalam dua dekade ke depan.
Lihat Juga :