Amerika Serikat Dibayangi Ancaman Gagal Bayar Utang Rp594.120 Triliun, Kapan Terjadinya?
Selasa, 13 Mei 2025 - 07:07 WIB
loading...
A
A
A
Bessent kemudian memperingatkan, bahwa "menunggu hingga menit terakhir untuk menangguhkan atau meningkatkan batas utang" dapat memiliki "konsekuensi merugikan yang serius" bagi pasar keuangan, bisnis, dan pemerintah federal, merusak kepercayaan bisnis dan konsumen, dan meningkatkan biaya pinjaman bagi pembayar pajak AS.
Biro Anggaran Kongres memproyeksikan bahwa langkah-langkah darurat akan habis pada bulan Agustus atau September. Sementara itu plafon utang telah dinaikkan tiga kali di era mantan Presiden Joe Biden.
Sementara itu Trump berargumen bahwa batas tersebut harus dihapuskan sepenuhnya, Ia menyebutnya tidak berguna jika sering dinaikkan. Baca Juga: Utang AS di Kuartal II 2025 Diprediksi Bakal Nambah Rp8.590 Triliun
Di sisi lain Menkeu Bessent telah berjanji bahwa gagal bayar akan dapat dihindari. Berbicara di depan rapat Komite Anggaran DPR minggu lalu, dia mengatakan, “Pemerintah AS tidak akan pernah gagal bayar,”. Ia juga meyakinkan anggota parlemen bahwa Kementerian Keuangan “akan memastikan bahwa batas utang akan dinaikkan.”
Biro Anggaran Kongres memproyeksikan bahwa langkah-langkah darurat akan habis pada bulan Agustus atau September. Sementara itu plafon utang telah dinaikkan tiga kali di era mantan Presiden Joe Biden.
Sementara itu Trump berargumen bahwa batas tersebut harus dihapuskan sepenuhnya, Ia menyebutnya tidak berguna jika sering dinaikkan. Baca Juga: Utang AS di Kuartal II 2025 Diprediksi Bakal Nambah Rp8.590 Triliun
Di sisi lain Menkeu Bessent telah berjanji bahwa gagal bayar akan dapat dihindari. Berbicara di depan rapat Komite Anggaran DPR minggu lalu, dia mengatakan, “Pemerintah AS tidak akan pernah gagal bayar,”. Ia juga meyakinkan anggota parlemen bahwa Kementerian Keuangan “akan memastikan bahwa batas utang akan dinaikkan.”
(akr)
Lihat Juga :