Amerika Serikat Dibayangi Ancaman Gagal Bayar Utang Rp594.120 Triliun, Kapan Terjadinya?
Selasa, 13 Mei 2025 - 07:07 WIB
loading...
Menteri Keuangan Scott Bessent memperingatkan, Amerika Serikat (AS) berpotensi gagal bayar utang, yang diprediksi terjadi pada bulan Agustus 2025, mendatang. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Menteri Keuangan Scott Bessent memperingatkan, Amerika Serikat (AS) berpotensi gagal bayar utang , yang diprediksi terjadi pada bulan Agustus 2025, mendatang. Dalam sebuah surat kepada Kongres, Ia mendesak para legislator untuk bertindak dengan menaikkan atau menangguhkan plafon utang,
Scott Bessent menerangkan, bahwa menaikkan atau menangguhkan batas utang untuk menghindari kekurangan dana, demi menutupi pengeluaran federal. AS mencapai batas utang statutornya saat ini sebesar USD36,1 triliun pada bulan Januari.
Begitu batas terpenuhi, pemerintah tidak dapat lagi meminjam dan diharuskan melaksanakan kewajibannya secara penuh dan tepat waktu. Saat ini, total utang AS telah meningkat menjadi USD36,2 triliun atau setara Rp594.120 triliun (kurs Rp16.412 per USD), menurut data resmi.
Baca Juga: Defisit Perdagangan AS Meledak ke Rekor Tertinggi Rp2.290 Triliun per Maret 2025
Namun Kementerian Keuangan (Kemenkeu) AS mengandalkan 'tindakan luar biasa' – terutama taktik akuntansi seperti menunda pembayaran ke dana pensiun pegawai negeri – untuk terus memenuhi kewajibannya dan menunda terjadinya gagal bayar.
Scott Bessent menerangkan, bahwa menaikkan atau menangguhkan batas utang untuk menghindari kekurangan dana, demi menutupi pengeluaran federal. AS mencapai batas utang statutornya saat ini sebesar USD36,1 triliun pada bulan Januari.
Begitu batas terpenuhi, pemerintah tidak dapat lagi meminjam dan diharuskan melaksanakan kewajibannya secara penuh dan tepat waktu. Saat ini, total utang AS telah meningkat menjadi USD36,2 triliun atau setara Rp594.120 triliun (kurs Rp16.412 per USD), menurut data resmi.
Baca Juga: Defisit Perdagangan AS Meledak ke Rekor Tertinggi Rp2.290 Triliun per Maret 2025
Namun Kementerian Keuangan (Kemenkeu) AS mengandalkan 'tindakan luar biasa' – terutama taktik akuntansi seperti menunda pembayaran ke dana pensiun pegawai negeri – untuk terus memenuhi kewajibannya dan menunda terjadinya gagal bayar.
Lihat Juga :