Dua Pentolan BRICS Sepakat Dukung Perdagangan Bebas di Tengah Tarif Trump

Rabu, 14 Mei 2025 - 07:42 WIB
loading...
Dua Pentolan BRICS Sepakat...
Dua negara pendiri BRICS mengikat janji untuk membela perdagangan bebas dan multilateralisme. Foto/Dok
A A A
BEIJING - Dua negara pendiri BRICS yakni China dan Brasil mengikat janji untuk membela perdagangan bebas dan multilateralisme. Keduanya juga menandatangani serangkaian perjanjian di Beijing untuk memperkuat hubungan mereka di tengah ketidakpastian global yang dipicu oleh tarif impor Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump.

Presiden China, Xi Jinping mengatakan kepada Presiden Brasil, Luiz Inacio Lula da Silva bahwa, dua negara harus dengan tegas menolak unilateralisme, proteksionisme, dan "tindakan perundungan". Pertemuan kedua pemimpin negara ini dilaporkan oleh kantor berita resmi Xinhua.

Lula mengatakan, hubungan antara kedua negara lebih dari yang dibutuhkan. "China dan Brasil bertekad untuk menyatukan suara mereka melawan unilateralisme dan proteksionisme," kata pemimpin Brasil itu.

Baca Juga: 3 Negara Non-BRICS Siap Luncurkan Mata Uang Baru, Lawan Dominasi Dolar AS

Lula berada di Beijing dalam kunjungan resmi selama empat hari, di mana Ia menghadiri forum tingkat tinggi di Beijing bersama pejabat-pejabat Amerika Latin dan Karibia lainnya, termasuk Presiden Chili Gabriel Boric dan Presiden Kolombia Gustavo Petro.

Xi dan Lula menyaksikan, 20 kesepakatan yang ditandatangani kedua belah pihak, termasuk kesepakatan yang sangat dinantikan untuk lebih banyak ekspor pertanian Brasil ke China.

Selain itu penggunaan mata uang lokal, kesepakatan sektor tambang, dan energi nuklir yang berkelanjutan juga tercapai. Dalam pernyataan bersama mengenai krisis Ukraina, kedua belah pihak menyatakan bahwa dialog adalah satu-satunya cara untuk mengakhiri konflik antara Rusia dan Ukraina dan mereka berharap hal itu segera dimulai.

Pertemuan pada pertengahan Mei ini menjadi ketiga kalinya buat Xi dan Lulu sejak pemimpin Brasil itu kembali berkuasa pada tahun 2023. Ditekankan juga olehnya bahwa hubungan yang terjalin semakin hangat antara perekonomian terbesar di Amerika Latin dan China, yang merupakan mitra dagang terbesar Brasil.

Sementara itu kabar baik lainnya Washington dan Beijing pada akhir pekan mencapai kesepakatan untuk sementara memangkas tarif setelah pembicaraan antara pejabat China dan AS di Jenewa.

Lula terus berusaha untuk meningkatkan ekspor raksasa komoditas Amerika Selatan ke China, pasar ekspor terbesarnya, dan menarik investasi China.

Perdagangan dan Investasi

Dalam pernyataan bersama lainnya yang dirilis pada hari Selasa, kedua negara menyatakan bahwa mereka mengakui pentingnya terus mengembangkan hubungan ekonomi dan perdagangan bilateral, dan berjanji untuk memperkuat kerja sama di bidang pertanian, ilmu pengetahuan, dan inovasi.

Menjelang kunjungan Lula, Beijing menghentikan pembatasan pengiriman kedelai Brasil dari lima perusahaan yang sebelumnya ditangguhkan karena masalah fitosanitasi saat China berusaha untuk mengalihkan ketergantungannya dari impor AS.

China, yang membeli lebih dari 60% kedelai yang diperdagangkan secara global, mengimpor lebih dari 70% kebutuhannya dari Brasil.

Dalam sebuah forum bisnis yang dihadiri oleh Lula di Beijing, agen promosi perdagangan dan investasi Brasil mengatakan, bahwa mereka telah menarik investasi China ke Brasil sekitar 27 miliar real (USD4,8 miliar). Produsen mobil China Great Wall Motor (GWM), raksasa pengiriman Meituan, dan perusahaan energi, logam, dan minuman China, termasuk CGN Power, Envision, Mixue, dan Baiyin Nonferrous Group, mengumumkan investasi di Brasil senilai dua miliar hingga enam miliar real.

Baca Juga: Asia Berpotensi Buang Dolar AS Rp41.300 Triliun, Ancaman Besar bagi Amerika

Kesepakatan tersebut mencakup berbagai kategori, termasuk bahan bakar penerbangan berkelanjutan, kendaraan listrik, semikonduktor, insulin, dan biji kopi. Pada bulan November lalu di Brasilia, Xi dan Lula meningkatkan status hubungan diplomatik mereka dan menandatangani lebih dari tiga lusin perjanjian untuk bekerjasama dalam bidang infrastruktur, energi, agribisnis, dan sektor strategis lainnya.

Mereka akan bertemu lagi di Rio de Janeiro pada puncak pertemuan BRICS di bulan Juli, dengan kehadiran Xi yang sudah dikonfirmasi. Xi juga diharapkan mengunjungi Brasil pada agenda puncak yang membahas iklim bersamax PBB pada bulan November, yang diharapkan dihadiri sekitar 1.000 pemimpin bisnis Tiongkok.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menkeu Purbaya di Nankai...
Menkeu Purbaya di Nankai University: Mesin Ekonomi Indonesia Melaju Kencang, Fiskal Sehat dan Tangguh
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
Tantang Dominasi Dolar...
Tantang Dominasi Dolar AS, China Perluas Penggunaan Yuan secara Global
Terbitkan Panda Bond,...
Terbitkan Panda Bond, Menkeu Purbaya Kantongi Dukungan China
Indonesia Raih Komitmen...
Indonesia Raih Komitmen Pendanaan AIIB USD17 Miliar, Bukti Kepercayaan pada Fiskal RI
Menkeu Purbaya Raih...
Menkeu Purbaya Raih Gelar Profesor Kehormatan Bidang Ekonomi dari Nankai University
China Tuduh Militer...
China Tuduh Militer Jepang Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk Liaoning
Viral, Robot China Ini...
Viral, Robot China Ini Mengemis di Jalan untuk Bayar Listrik
Rekomendasi
BNPP Perkuat Pengawasan...
BNPP Perkuat Pengawasan Perbatasan RI-Timor Leste via Survei Pengendalian Jalur Tak Resmi di Belu
Trump Ungkap Dana Iran...
Trump Ungkap Dana Iran yang Dilepaskan akan Digunakan untuk Beli Barang-barang AS
Israel Anggap Turki...
Israel Anggap Turki Lebih Berbahaya Dibandingkan Iran
Berita Terkini
Potongan Aplikasi Gojek...
Potongan Aplikasi Gojek Turun Jadi 8% Mulai 1 Juli 2026, Manajemen GOTO Angkat Suara
Biaya Medis Meningkat,...
Biaya Medis Meningkat, Allianz Ajak Pahami Pentingnya Perlindungan Kesehatan
Pascapengumuman MSCI,...
Pascapengumuman MSCI, IHSG Sesi Siang Ambruk 1,62% ke Level 6.002
Harga Emas Terjun Rp18...
Harga Emas Terjun Rp18 Ribu, Hari Ini 1 Gram Dijual Rp2.655.000 per Gram
Iran Bebas Produksi,...
Iran Bebas Produksi, Jual, dan Kirim Minyak Mentah, Bayar Pakai Dolar AS
MNC Sekuritas Gelar...
MNC Sekuritas Gelar SPM Level 2 Bersama IBI Kesatuan Bogor: Mengenal Analisis Teknikal
Infografis
Sejumlah Pabrik di China...
Sejumlah Pabrik di China Mulai Stop Produksi Akibat Tarif AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved