Permintaan Mata Uang Lokal Melonjak di Eropa, Dolar AS Mulai Terkikis

Kamis, 15 Mei 2025 - 19:20 WIB
loading...
Permintaan Mata Uang...
Sejumlah perusahaan dan entitas keuangan di Eropa mulai menerima permintaan transaksi dalam mata uang lokal, bukan dolar AS. FOTO/AI
A A A
JAKARTA - Sejumlah perusahaan dan entitas keuangan di Eropa mulai menerima permintaan transaksi dalam mata uang lokal, bukan dolar AS sebagai dampak dari inisiatif BRICS untuk mengurangi dominasi dolar dalam perdagangan internasional. Hal ini dilaporkan oleh Luxembourg Times menandai perubahan signifikan dalam praktik keuangan global pada 2025.

Permintaan ini mencakup, mata uang seperti yuan China, dolar Hong Kong, dirham Emirat, dan euro. Sebelumnya, transaksi lintas negara biasanya menggunakan dolar AS sebagai mata uang perantara. Misalnya, perusahaan Jepang yang ingin mengirim dana ke Filipina melalui perusahaan Eropa biasanya mengonversi uang ke dolar AS terlebih dahulu, baru kemudian ke peso Filipina. Namun kini, perusahaan menuntut agar transaksi dapat langsung menggunakan mata uang lokal tanpa perantara dolar AS.

Baca Juga: 5 Negara Eropa yang Punya Utang Besar ke China, Rusia Teratas Tembus Rp2.808 Triliun

Perkembangan tersebut menunjukkan keberhasilan strategi BRICS dalam memperkuat peran mata uang lokal di panggung global dan mengurangi ketergantungan pada dolar AS. Kepala Riset China di Institute of International Finance, Gene Ma, mengungkapkan peningkatan transaksi mata uang non-AS didorong oleh kemajuan teknologi finansial (fintech) dan likuiditas yang lebih baik, sehingga harga transaksi menjadi kompetitif dibandingkan menggunakan dolar AS.

"Peningkatan transaksi mata uang non-AS sebagian besar disebabkan perkembangan teknologi dan peningkatan likuiditas. Pihak-pihak yang bertransaksi merasa bahwa harganya mungkin tidak lebih buruk daripada menggunakan dolar AS sehingga transaksi meningkat secara alami," ungkap Gen Ma, dikutip dari Watcher Guru, Kamis (15/5).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bukan Cuma Harga Minyak,...
Bukan Cuma Harga Minyak, Tata Kelola APBN yang Buruk Jadi Biang Kerok Lemahnya Rupiah
Rupiah Ditutup Menguat...
Rupiah Ditutup Menguat ke Rp17.986 per Dolar AS, Apa Saja Penyebabnya?
Rupiah Belum Menjauh...
Rupiah Belum Menjauh dari Level Rp18.068 per USD, Intip 2 Sentimen Penyebabnya
Rupiah Ambruk Diterpa...
Rupiah Ambruk Diterpa Mega Korupsi hingga Konflik AS-Iran, Hari ini Tembus Rp18.109 per USD
Bank Sentral Global...
Bank Sentral Global Kompak Borong Emas, Hapus Ketergantungan Dolar AS
Rupiah Ambruk ke 18.128...
Rupiah Ambruk ke 18.128 per Dolar AS, Apa Pemicu Sebenarnya?
Secret Service hingga...
Secret Service hingga FBI Dilibatkan Uji Keaslian Dolar Sitaan Kasus Febrie Adriansyah, Ini Alasannya
Di Forum BRICS 2026,...
Di Forum BRICS 2026, KSPSI AGN Dorong AI Berpihak pada Pekerja
Pendiri Telegram: Uni...
Pendiri Telegram: Uni Eropa Berubah Menjadi Republik Pisang
Rekomendasi
Drone Israel Serang...
Drone Israel Serang Acara Pemakaman di Gaza Tengah, 8 Orang Tewas, 20 Warga Terluka
PM Irak Pernah Ditawari...
PM Irak Pernah Ditawari Suap Rp3,5 Triliun, tapi Justru Bentuk Badan Pemberantasan Korupsi
Messi, Yamal, dan Takdir...
Messi, Yamal, dan Takdir Angka 19
Berita Terkini
Mendorong Penerapan...
Mendorong Penerapan Ekonomi Sirkular di Industri Sawit
Marketing CoE Danantara,...
Marketing CoE Danantara, Jasa Marga Jadi Mentor Pengelolaan Command Center
Kilau Emas Kembali Lagi...
Kilau Emas Kembali Lagi usai Menguat Rp8 Ribu, Buyback Naik Rp16.000 per Gram
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Sumbagut: Antrean BBM di SPBU Mulai Terurai
Hutan Gundul, Cadangan...
Hutan Gundul, Cadangan Devisa Menguap! Mantan Menkeu Bongkar Patgulipat Ekspor Tambang
Dari Medan hingga Jakarta,...
Dari Medan hingga Jakarta, Keseruan Nobar Piala Dunia 2026 Bersama BRI Satukan Kita!
Infografis
Melawan Donald Trump,...
Melawan Donald Trump, 7 Kampus Elite AS Kehilangan Dana Miliaran Dolar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved