Terungkap! Ini 3 Hal yang Buat Harga Emas Melambung Tinggi
Jum'at, 16 Mei 2025 - 07:25 WIB
loading...
Guru Besar Keuangan dan Pasar Modal Universitas Indonesia (UI), Budi Frensidy mengungkapkan, tiga faktor yang mendorong penguatan harga emas saat ini. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Guru Besar Keuangan dan Pasar Modal Universitas Indonesia (UI), Budi Frensidy mengungkapkan, tiga faktor yang mendorong penguatan harga emas saat ini. Sebagaimana diketahui, harga emas mengalami kenaikan signifikan dalam beberapa waktu ke belakang.
Budi menyampaikan, melambungnya harga emas disebabkan oleh kejadian-kejadian yang sebenarnya tidak diharapkan seperti resesi, perang dan wabah seperti pandemi Covid-19 lalu. Baca Juga: Harga Emas Jatuh Lagi, Hari Ini Turun Rp20 Ribu jadi Rp1.866.000 per Gram
“Jadi kalau begitu ada perang ya siap-siap, gak usah ada bicara aksi borong besar-besaran. Karena begitu ada perang, orang akan menjual saham dan obligasinya untuk dipindahkan ke safe haven yang paling utama itu adalah emas,” kata Budi dalam acara IDX Channel Community Gathering 2025 di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (15/5).
Selain tiga faktor tersebut, kenaikan harga emas saat ini juga disebabkan oleh negara-negara seperti China dan Singapura yang melepas kepemilikan obligasi AS untuk dipindahkan menjadi instrumen emas. Jika aksi borong emas berlanjut, maka harga diperkirakan akan terus meningkat.
“Suplai relatif terbatas kan tapi demand-nya begitu tinggi jadi aksi borong. Kalau aksi borongnya terus berlanjut, bisa saja harganya ke USD3.500 per ons, mungkin,” ujar Budi.
Budi menyampaikan, melambungnya harga emas disebabkan oleh kejadian-kejadian yang sebenarnya tidak diharapkan seperti resesi, perang dan wabah seperti pandemi Covid-19 lalu. Baca Juga: Harga Emas Jatuh Lagi, Hari Ini Turun Rp20 Ribu jadi Rp1.866.000 per Gram
“Jadi kalau begitu ada perang ya siap-siap, gak usah ada bicara aksi borong besar-besaran. Karena begitu ada perang, orang akan menjual saham dan obligasinya untuk dipindahkan ke safe haven yang paling utama itu adalah emas,” kata Budi dalam acara IDX Channel Community Gathering 2025 di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (15/5).
Selain tiga faktor tersebut, kenaikan harga emas saat ini juga disebabkan oleh negara-negara seperti China dan Singapura yang melepas kepemilikan obligasi AS untuk dipindahkan menjadi instrumen emas. Jika aksi borong emas berlanjut, maka harga diperkirakan akan terus meningkat.
“Suplai relatif terbatas kan tapi demand-nya begitu tinggi jadi aksi borong. Kalau aksi borongnya terus berlanjut, bisa saja harganya ke USD3.500 per ons, mungkin,” ujar Budi.
Lihat Juga :