Diterpa Perang, IMF Prediksi Ekonomi Pakistan Tetap Tangguh dan Pendapatan Naik Rp1.138 Triliun

Jum'at, 16 Mei 2025 - 19:28 WIB
loading...
Diterpa Perang, IMF...
Seorang pedagang memegang bendera Pakistan sambil menunggu pelanggan di samping kiosnya di sebuah jalan di Islamabad. FOTO/AP
A A A
JAKARTA - Dana Moneter Internasional (IMF) memperkirakan pendapatan negara Pakistan akan melonjak menjadi hampir Rs20 triliun atau sekitar USD71,2 miliar setara Rp1.138 triliun pada tahun fiskal 2025–2026. Proyeksi tersebut meningkat signifikan dibandingkan estimasi pendapatan tahun ini di bawah Rs17,8 triliun atau sekitar USD63,4 miliar setara Rp1.012 triliun.

Namun, IMF menegaskan pentingnya pengendalian belanja yang lebih ketat guna memastikan keberlanjutan fiskal dan mengurangi risiko penumpukan utang. Perkiraan ini disampaikan setelah tiga hari diskusi teknis yang digelar secara daring antara IMF dan pemerintah Pakistan.

Pembicaraan tingkat kebijakan dijadwalkan berlangsung mulai 19-23 Mei 2025. Menurut laporan Daily Times, negosiasi tersebut akan merumuskan langkah-langkah anggaran serta kerangka ekonomi makro yang lebih luas. Pemerintah Pakistan dijadwalkan menyampaikan anggaran federal pada 2 Juni mendatang.

Baca Juga: Ketika Pilot Pakistan Tembak Jatuh Jet Rafale India: Perintah Bunuh dan Teriakan Allahu Akbar

IMF juga memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Pakistan akan mencapai 3,6% pada tahun fiskal mendatang, sementara laju inflasi diperkirakan naik menjadi 7,7%, dari posisi saat ini di 5,1%. Dengan proyeksi tersebut, pendapatan pajak diprediksi meningkat lebih dari Rs1,4 triliun atau sekitar USD5 miliar setara Rp79,7 triliun dari Rs12,4 triliun tahun ini.

Lembaga keuangan internasional itu juga meminta Pemerintah Provinsi Pakistan untuk berperan lebih aktif dalam memperluas basis pajak, termasuk optimalisasi pemungutan pajak pertanian yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal.

Sementara, IMF menekankan pentingnya efisiensi anggaran dengan menargetkan pengurangan belanja negara dari 21,6% produk domestik bruto (PDB) saat ini menjadi 20,3% di tahun fiskal berikutnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Transformasi Ekonomi...
Transformasi Ekonomi Progresif, Kepala BPS Canangkan Sensus Ekonomi di Maluku Utara
Aden Indonesia Sinergi...
Aden Indonesia Sinergi Perkuat Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Routa
Bos IMF Peringatkan...
Bos IMF Peringatkan Dunia Tak Akan Pernah Normal Lagi: Bersiap Hadapi Gelombang Krisis Baru
Jelajahi 197 Negara,...
Jelajahi 197 Negara, Peneliti Temukan Kesederhanaan Jadi Kunci Kebahagiaan
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
Defisit APBN Mei 2026...
Defisit APBN Mei 2026 Tembus Rp180,4 Triliun, Purbaya: Sangat Aman
Permainan Lincah Pakistan...
Permainan Lincah Pakistan dalam Mendamaikan AS dan Iran, Ini 4 Rahasianya
Sikapi Gejolak Ekonomi,...
Sikapi Gejolak Ekonomi, Partai Perindo Sodorkan Risalah Kebijakan untuk BI dan Pemerintah
BEM UI: Ekonomi Hanya...
BEM UI: Ekonomi Hanya Tumbuh di Atas Kertas, di Meja Makan Rakyat Tidak Ada yang Berubah
Rekomendasi
Israel Bunuh Jurnalis...
Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera dalam Serangan Udara di Gaza, Menuduhnya Milisi Hamas
Pemerintah Paksa Daerah...
Pemerintah Paksa Daerah Hentikan Open Dumping Sampah dengan Skema Stick and Carrot
BMKG Deteksi Siklon...
BMKG Deteksi Siklon Tropis Mekkhala, Ingatkan Potensi Hujan Lebat
Berita Terkini
Industri Herbal Andalkan...
Industri Herbal Andalkan Figur Publik Perkuat Kepercayaan Konsumen
Tamaris Hidro Bidik...
Tamaris Hidro Bidik Dana Rp1 Triliun lewat Sukuk Ijarah
Dukung Pendanaan UMKM,...
Dukung Pendanaan UMKM, Easycash Perkuat Tata Kelola dan Manajemen Risiko
Harga Emas Antam Stagnan...
Harga Emas Antam Stagnan Hari Ini, Buyback Jadi Rp2,4 Juta per Gram
Transformasi Ekonomi...
Transformasi Ekonomi Progresif, Kepala BPS Canangkan Sensus Ekonomi di Maluku Utara
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung Literasi Pasar Modal melalui Seminar Nasional 'Lo Kheng Hong Investment Philosophy'
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved