Babak Belur, Industri Penerbangan Minta Pemerintah Segera Turun Tangan

Kamis, 26 Maret 2020 - 13:36 WIB
Babak Belur, Industri...
Babak Belur, Industri Penerbangan Minta Pemerintah Segera Turun Tangan
A A A
JAKARTA - Indonesia National Air Carriers Association (INACA) meminta pemerintah memberikan sejumlah keringanan dan insentif demi menjaga kelangsungan industri ini. Industri penerbangan Tanah Air mengaku tengah mengalami masa yang sangat sulit, dibayangi kerugian besar akibat dampak pandemi corona (Covid-19).

Ketua Umum INACA Denon Prawiratmadja mengatakan, sebagai dampak dari pandemi Covid-19 yang menyebarluas ke suruh wilayah Indonesia, sejak awal Maret 2020 terjadi penurunan jumlah penumpang yang sangat signifikan. Jumlah penumpang turun drastis memaksa semua maskapai penerbangan mengurangi jumlah penerbangan baik rute dan frekuensinya sampai dengan 50%, bahkan lebih.

"Diramalkan apabila penuntasan pandemi Covid-19 semakin tidak pasti, hal ini akan membuat industri penerbangan semakin terpuruk bahkan sebagiannya akan tidak beroperasi karena bangkrut," kata Denon di Jakarta, Kamis (26/3/2020).

Dia mengatakan, untuk mengurangi kerugian yang derita, beberapa waktu belakangan ini sejumlah maskapai penerbangan telah melakukan langkah antisipasi. Diantaranya, dengan memilih opsi tutup operasi dan merumahkan atau melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) karyawannya baik pilot, awak kabin, teknisi dan karyawan pendukung lainnya.

Denon menegaskan, untuk menyelamatkan industri penerbangan, baik saat ini maupun saat pemulihan nanti apabila pandemi Covid-19 sudah tuntas, maka INACA meminta sejumlah keringanan maupun insentif kepada pemerintah.

"Yang kami harapkan adalah penundaan pembayaran PPh, penangguhan bea masuk impor suku cadang, penangguhan biaya bandara dan navigasi yang dikelola BUMN, pemberlakuan diskon biaya bandara yang dikelola Kementerian Perhubungan, dan perpanjangan jangka waktu berlakunya pelatihan simulator maupun pemeriksaan kesehatan bagi awak pesawat," paparnya.

Dia mengatakan, wabah Covid-19 ini memukul hampir semua aktivitas perekonomian, namun industri penerbangan nasional termnasuk yang paling terpuruk. Jika tidak ada respons positif dari pemerintah yang cepat, tegas dia, maka dipastikan akan terjadi tindakan perumahan maupun PHK karyawan sebagai upaya penyelamatan.

"Dampaknya bukan hanya di industri penerbangan itu sendiri tapi juga untuk industri pendukungnya baik hilir maupun hulu seperti bengkel pesawat, ground handling, dan agen perjalanan yang terlibat. Untuk ini, INACA sangat mengharapkan respons positif dari Pemerintah yang cepat untuk menghindari gelombang perumahan dan PHK yang tidak bisa dihindari tersebut," tutupnya.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
INACA Apresiasi Kebijakan...
INACA Apresiasi Kebijakan Kenaikan Tiket Pesawat Terkait PSBB
Okupansi Naik, INACA...
Okupansi Naik, INACA Harap Operator Maskapai dan Bandara Patuhi Protokol Covid-19
Cerita Industri Penerbangan...
Cerita Industri Penerbangan RI Digerogoti Pandemi, Sempat Kehilangan 60 Juta Penumpang
Animo Naik Pesawat Meningkat,...
Animo Naik Pesawat Meningkat, Maskapai Gencar Tebar Tiket Promo
INACA Minta Maskapai...
INACA Minta Maskapai Pastikan Calon Penumpang Penuhi Syarat
Masuki New Normal, INACA:...
Masuki New Normal, INACA: Belum Ada Perubahan Protokol di Sektor Penerbangan
Berita Terkini
IHSG Berbalik Menguat...
IHSG Berbalik Menguat 0,69% ke 5.916 meski Sepi Transaksi
9 menit yang lalu
Tokopedia Sangkal PHK...
Tokopedia Sangkal PHK Massal Karyawan, Klaim Penataan Tenaga Kerja
50 menit yang lalu
Pertamina Foundation...
Pertamina Foundation Hadirkan PF-Lestari, Sistem Pemantauan Kehati Berbasis AI
1 jam yang lalu
Bayar Pajak Kendaraan...
Bayar Pajak Kendaraan Bisa di PRJ 2026, Denda Dihapus hingga 31 Agustus
1 jam yang lalu
Rupiah Ditutup Melemah,...
Rupiah Ditutup Melemah, Sempat Sentuh Rp18.000 per Dolar AS
1 jam yang lalu
Isu PHK Massal Karyawan...
Isu PHK Massal Karyawan Bikin Heboh! Dasco Panggil Menaker, TikTok dan Tokopedia
2 jam yang lalu
Infografis
Joko Widodo Minta Harga...
Joko Widodo Minta Harga Tes PCR Turun Jadi Rp300 Ribu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved