Hutan Mangrove Jadi Perhatian Utama Kerja Sama Perusahaan Energi China-Indonesia
Selasa, 20 Mei 2025 - 08:37 WIB
loading...
A
A
A
Atas pencapaian tersebut, hutan mangrove PLTU Jawa 7 yang berada di perairan Bojonegara, Kramatwatu, Serang, Banten, ini ditetapkan sebagai Pusat Mangrove Internasional Pertama di Dunia (International Mangrove Center) pada konvensi di Shenzhen, 6 November 2024.
Zhao Shibin, General Manager China Energy Investment Group, China Guodian Power Development Co.,Ltd yang mengendalikan PT SGPJB, menekankan bahwa perlindungan ekologi bukanlah suatu pilihan, melainkan suatu keharusan yang mutlak demi menjaga kelangsungan peradaban umat manusia. "Perluasan area hutan mangrove telah membuka lapangan kerja baru yang menjadi mata pencaharian penting bagi banyak warga pesisir," jelasnya.
Baca Juga: Komitmen Tekan Emisi, PLN NP Genjot Transisi Energi dan Perdagangan Karbon
Sementara, Penyuluh Lingkungan Hidup Ahli Madya Kementerian Lingkungan Hidup Linda Krisnawati menuturkan, rehabilitasi hutan mangrove memiliki nilai penting bagi ekosistem laut dan pengembangan perikanan. Dia berharap bisa menjalin kolaborasi lebih erat dengan China dalam pengembangan teknologi dan pelatihan sumber daya manusia.
Pada acara yang ini diselenggarakan bersama oleh China International Communications Group (CICG), China Energy Investment Group, dan PLN itu, hadir pula perwakilan generasi muda China dan Indonesia yang bersama-sama membacakan Inisiatif Jakarta "Pelestarian Hutan Mangrove, Upaya Menjaga Paru-Paru Bumi dan Tembok Laut."
Zhao Shibin, General Manager China Energy Investment Group, China Guodian Power Development Co.,Ltd yang mengendalikan PT SGPJB, menekankan bahwa perlindungan ekologi bukanlah suatu pilihan, melainkan suatu keharusan yang mutlak demi menjaga kelangsungan peradaban umat manusia. "Perluasan area hutan mangrove telah membuka lapangan kerja baru yang menjadi mata pencaharian penting bagi banyak warga pesisir," jelasnya.
Baca Juga: Komitmen Tekan Emisi, PLN NP Genjot Transisi Energi dan Perdagangan Karbon
Sementara, Penyuluh Lingkungan Hidup Ahli Madya Kementerian Lingkungan Hidup Linda Krisnawati menuturkan, rehabilitasi hutan mangrove memiliki nilai penting bagi ekosistem laut dan pengembangan perikanan. Dia berharap bisa menjalin kolaborasi lebih erat dengan China dalam pengembangan teknologi dan pelatihan sumber daya manusia.
Pada acara yang ini diselenggarakan bersama oleh China International Communications Group (CICG), China Energy Investment Group, dan PLN itu, hadir pula perwakilan generasi muda China dan Indonesia yang bersama-sama membacakan Inisiatif Jakarta "Pelestarian Hutan Mangrove, Upaya Menjaga Paru-Paru Bumi dan Tembok Laut."
Lihat Juga :