Utang AS dalam Bahaya, Aksi 'Jual Amerika' Guncang Pasar Keuangan

Selasa, 20 Mei 2025 - 11:09 WIB
loading...
A A A
Baca Juga: Defisit dan Utang AS Mengkhawatirkan, Peringkat Kredit Dipangkas Moody’s Jadi Negatif

Penurunan peringkat utang ini juga membangkitkan kembali kekhawatiran akan potensi krisis utang jangka panjang. Menteri Keuangan AS Scott Bessent berupaya menenangkan pasar dengan menyebut bahwa penilaian Moody’s didasarkan pada data yang sudah ketinggalan zaman. Ia menyebut ekonomi AS masih kuat dan kebijakan fiskal pemerintah tetap dalam jalur yang mendukung pertumbuhan.

Komentar Bessent tersebut mencerminkan respons serupa yang pernah disampaikan oleh mantan Menteri Keuangan Janet Yellen saat Fitch Ratings menurunkan peringkat utang AS pada 2023. Menurut Bessent, kebijakan pemotongan pajak yang diusulkan oleh Presiden Donald Trump justru akan mendorong pertumbuhan ekonomi dan secara bertahap menurunkan rasio utang terhadap produk domestik bruto (PDB).

Namun demikian, data resmi menunjukkan bahwa rasio utang AS terhadap PDB telah melonjak signifikan. Pada kuartal II-2011, rasio ini tercatat 92% saat S&P pertama kali menurunkan peringkat utang AS. Kini, rasio tersebut mencapai 123% menurut Departemen Keuangan AS.

Ketegangan fiskal dan ketidakpastian politik di Washington terus menjadi perhatian investor global. Upaya kompromi antara Partai Republik dan Demokrat terkait defisit anggaran dan plafon utang kerap menemui jalan buntu, memicu ketidakpastian pasar secara berkala.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Purbaya Cerita Momen...
Purbaya Cerita Momen Bertemu S&P untuk Pertahankan Peringkat Utang RI
AS Terapkan Blokade...
AS Terapkan Blokade Baru di Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Melonjak 9%
Trump Raih Cuan Jumbo...
Trump Raih Cuan Jumbo dari Kripto, Mayoritas Dialihkan ke Saham dan Obligasi
AS-Iran Kembali Saling...
AS-Iran Kembali Saling Serang, Harga Minyak Dunia Melesat Lebih 3%
Imbal Hasil Obligasi...
Imbal Hasil Obligasi Kian Jadi Penentu Utama Pergerakan Valas
Permintaan Minyak Global...
Permintaan Minyak Global Diramal Turun Tajam di 2026, Terburuk sejak Pandemi Covid-19
Iran Dituding Retas...
Iran Dituding Retas Jaringan Seluler Timur Tengah untuk Lacak Personel AS
Iran Ejek AS Ngotot...
Iran Ejek AS Ngotot Terapkan Tarif di Selat Hormuz: Biaya 20% Trump Terlalu Mahal
AS Lancarkan Lebih Banyak...
AS Lancarkan Lebih Banyak Serangan ke Iran, Trump Kembali Blokade Selat Hormuz
Rekomendasi
Partai Perindo Tuntaskan...
Partai Perindo Tuntaskan SK Definitif 15 DPD Sulut, Mantapkan Persiapan Verifikasi Parpol
Mendagri: Kades Harus...
Mendagri: Kades Harus Naik Kelas agar Desa Mandiri dan Bendung Urbanisasi
Iran Dituding Retas...
Iran Dituding Retas Jaringan Seluler Timur Tengah untuk Lacak Personel AS
Berita Terkini
Mengintegrasikan AI...
Mengintegrasikan AI Demi Mewujudkan Ekosistem Investasi Mass Market
UE Putar Haluan Kembali...
UE Putar Haluan Kembali ke Pelukan Rusia, Rogoh Dana Raksasa Rp123 Triliun demi LNG
Harga MinyaKita Tembus...
Harga MinyaKita Tembus Rp16.000 per Liter di Atas HET, Apa Sebabnya?
Kimia Farma Siapkan...
Kimia Farma Siapkan Rantai Layanan Hulu-Hilir Percepat Penanggulangan TB
Esgin dan Agraus Resources...
Esgin dan Agraus Resources Sinergi Garap Potensi Investasi Hijau dan Ekonomi Karbon
Kasus Hukum Febrie Momentum...
Kasus Hukum Febrie Momentum Audit Menyeluruh Tata Kelola Sawit Sitaan Negara
Infografis
4 Tewas dalam Aksi Penembakan...
4 Tewas dalam Aksi Penembakan Massal di 3 Tempat Berbeda di AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved